
Hari dimana rombongan kerajaan Timur datang sudah tiba, kedatangan mereka sungguh meriah, entah apa maksudnya tapi mereka membawa banyak pasukan dan kereta-kereta yang membawa beberapa barang-barang untuk hadiah.
Seluruh rakyat kerajaan Barat menyaksikan iring-iringan kedatang mereka, sehingga banyak orang yang mulai bertanya-tanya. Apakan Putri mahkota akan segera menikah, atau Putri Raja mereka yang lain.
Dilihat dari umur, jelas Nona Vanesa yang lebih tua, tapi apakah dia kan menikah dengan cepat sebelum Putri Mahkota. Semua orang mulai bergunjing dengan keramaian yang dibuat Rombonga Kerajaan Timur.
Raja dan Ratu Kerajaan Barat yang sudah mengetahui kedatangan mereka hari ini juga menyiapkan penyambutan yang mewah, bukan tanpa alasan, karena selain hubungan kedua Negara sangat baik, juga mendapatkan kabar kunjungan mereka bertujuan mempererat hubungan keluarga mereka.
Azzura sudah memahami maksud dari dirinya yang harus ikut menyambut mereka. “Apa mereka mau membahas pernikahan?” Batinnya dengan malas.
Rombongan sudah tiba didepan Gerbang Utama, tidak lama Pintu Gerbang dibuka dan terlihat iring-iringan mereka semua masuk kedalam Istana.
“Selamat datang sahabat ku.” Sambut Raja Carian Pada Raja Alanzo yang turun dari kereta kudanya.
Mereka berdua berpelukan, Ratu Elena juga menyambut Ratu Reyna dengan ramah. Meski Raja Cariann baru diangkat sebagai Raja, namun dimasa muda mereka adalah sahabat.
Hanya saja Raja Alanzo merupakan keturunan langsung Raja terdahulu, jadi dia langsung diangkat sebagai Raja diusia muda.
Dikereta selanjutnya turun Pangeran Vargas yang tersenyum bahagia. Azzura yang berdiri dibelakang Ibunya hanya menyeringitkan dahi ketika melihat Vargas turun.
“Mengapa dia yang datang?” Batinnya dan langsung mengingat sesuatu.
“Astaga,” Langsung melirik sinis Pangeran Vargas.
Azzura ingat jika Vargas mengajukan permintaan saat memenangkan Votting berkuda waktu itu. “Ini terlalu berlebihan.” Batinnya lagi.
Vargas yang melihat Azzura langsung tidak bisa melepasklan pandangannya. “Kau terlalu cantik Putri,” Batinnya.
__ADS_1
“Aku membawa oleh-oleh dari kerajaan kami untuk kalian, semoga kalian menyukainya.” Ucap Raja Alanzo.
“Astaga kalian repot-repot sekali,“ Ucap Ratu Elena dengan tersenyum dan memegang tangan Ratu Reyna.
“Tidak, ini hanya barang-barang biasa,” Balas Ratu Reyna.
“Yasudah, Ayo kita masuk dulu. aku sudah menyiapkan makan siang untuk kalian semua,” Ajak Raja Cariann.
Karena kedatangan mereka tepat saat jam makan siang. Setelah Raja dan Ratu mereka masuk kedalam Istana semua pelayan sibuk menurunkan barang bawaan mereka, rencananya Raja Dan Ratu Timur hanya menginap satu malam saja setelahnya mereka akan melanjutkan perjalanan ke Selatan.
Semua orang sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Azzura merasa tidak nyaman jika harus terus menemani mereka seperti ini. Setelah makan siang dia meminta izin untuk kekamarnya sebentar.
“Ibu, aku ingin kekamar sebentar untuk salin. Baju ku kotor.” Azzura menunjukan bercak sisa makanan tadi. Dia sengaja melakukannya agar bisa pergi dari obrolan para orang tua.
“Oh, ya. Ganti pakaian mu dan segeralah kembali.” Ucap Ratu Elena.
“Putri, aku ingin bicara dengan mu nanti. Apakah kau bersedia?” Tanya Ratu Reyna.
“Putri mu benar-benar anggun, cantik dan sopan Elena.” Ucap Ratu Reyna memuji.
Ratu Elena merasa tersanjung. “Kau terlalu berlebihan Reyna, Dua Putra mu juga sangat pintar dan tampan. Aku juga pernah berbincang dengan Putra Mahkota.” Ucapnya.
“Apakah benar? Kapan itu?” Penasaran Ratu Reyna.
“Azzura dan Andres sering berbincang, tanpa sepengetahuan ku mereka merencanakan suatu kerja sama yang bisa menguntungkan kedua kerajaan.” Pujinya.
“Benarkah?” Ratu Reyna terkejut. Selama ini dia jarang berbincang serius dengan Putra tertuanya itu. Bahkan untuk urusan wanita juga dia tidak pernah bertanya.
__ADS_1
Mendengar Ratu Elena memuji Andres seperti ini, dia jadi ragu untuk melancarkan rencana Vargas menikahi Azzura.
“Ada apa Reyna?” Tanya nya karena Ratu Reyna terdiam.
“Ah, tidak. Hanya saja ada yang ingin ku sampaikan pada mu.” Ucapnya dengan menatap Ratu Elena.
“Elena, sebenarnya tujuan kami datang kesini karena mau membicarakan tentang Putra Putri Kita.” Ratu Reyna berhenti.
Sebenarnya dia tahu, jika Ratu Elena sangat tidak menyukai perjodohan. Karena itu bisa merusak emosi anak-anak jika mereka tidak menyetujuinya.
Ratu Reyna menarik nafasnya perlahan, sementara Ratu Elena tetap diam memperhatikan.
“Putra ku, Vargas. Di ingin menikahi Azzura Putri Mu,” Dengan hati-hati dia berkata lalu diam menunggu tanggapan Ratu Elena.
Ratu Elana beralih dan juga masih diam, lalu dia tersenyum. “Reyna, kau tahu jika hal ini sangat sensitif,” Ucap Ratu Elena.
Ratu Reyna hanya tersenyum mengangguk.”Karena itu aku merinisiatif membicarakannya pada mu terlebih dahulu.” Yakinnya.
“Kau Tahu Elena, Vargas merupakan Putra ku yang cukup keras kepala. Jika ada keinginannya yang tidak dituruti maka dia akan mengamuk. Karena itu juga kami tidak memberikan tudas apapun karena pasti dia akan melakukan semaunya.” Jelas Ratu Reyna.
“Awalnya aku menentang keinginan dia, namun dia bersikeras bahkan mengancam ingin mengakhiri hidupnya jika aku dan Alanzo tidak menuruti.” Lanjutnya menceritakan kelakuan Putranya itu.
Ratu Elena hanya menggeleng. “Reyna, setiap keluarga pasti memiliki masalah tersendiri, namun kita sebagai orang tua juga harus bisa menegur anak-anak kita jika mereka melakukan kesalahan. Jangan sampai mereka kelewat batas, apalagi mereka calon pemimpin.” Ratu Elena mencoba menasehati.
“Benar, aku memang salah dalam mendidik Putra ku.” Sesalnya.
“Tidak ada orang tua yang salah dalam mendidik anak-anak mereka, ada tangan Tuhan yang mengarahkan takdir pada mereka.” Ratu Elena mencoba menenangkan Ratu Reyna.
__ADS_1
Ratu reyna memeluk Ratu Elena dengan terharu. “Terima kasih Elena.” Ucapnya tulus.
Ratu Elena tersenyum manis mendengar perkataan Ratu Reyna.