The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 50


__ADS_3

“Beraninya kau menampar ku,“ Mata Lily langsung memerah karena sangat marah pada Azzura.


Namun Azzura mengacuhkan ucapannya dan berjalan semakin mendekati Lily lalu menampar nya lagi, lagi dan lagi. Sehingga Lily berteriak kesakitan.


Lily langsung menangis karena pipinya menjadi sangat panas dan perih. Sedangkan Azzura yang sudah puas langsung meninggalkan Lily begitu saja yang sudah tersungkur di tanah dengan baju yang ikut kotor.


“Dasar kurang aja kau Azzura!!“ Teriaknya ditaman yang sepi itu.


Azzura yang mendengar teriak kemarahan Lily hanya pergi berlalu tanpa mengatakan apapun dan menanggapi jeritan itu, terukir senyum bahagia dan rasa lega. “Benar-benar menyenangkan bisa menghajar orang menyebalkan.“ batinnya dengan menghela nafas kepuasan.


Lily yang ditinggalkan Azzura sendiri begitu saja, berusaha bangun dengan susah payah dan pergi kekamar Ibunya untuk mengadukan hal ini. dipikiran Lily, Azzura harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.


Dengan menangis seraya berteriak Lily memanggil Ibunya, Lily langsung menerobos kamar Selir Inez, dia yang melihat putrinya sudah berantakan langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Lily.


“Ada apa dengan mu sayang?" khawatir Selir Inez dan melihat pipi putrinya sudah merah dengan mememar disekelilingnya.


“Cepat panggil dokter Luis!“ teriak Selir Inez.


“Apa yang terjadi Lily?“ tanya Selir Inez lagi dengan membantunya keranjang.


Lily yang meringis kesakitan seraya menangis. “Bu, Azzura. Azzura yang melakukan ini pada ku! “ teriaknya tidak Terima.


Selir Inez langsung berdiri dan memanggil pengawal. “Cepat panggil Azzura kesini, dia benar-benar sudah kelewatan!“ dengan sangat marah Selir Inez berteriak.


Pangawal itu langsung berlari dan pergi sesuai perintah Selir Inez, sedangkan sesampainya pengawal itu didepan kamar Azzura dia langsung bicara pada pengawal yang berjaga didepan kamar Azzura. Lalu pengawal itu mengetuk kamar yang dibuka oleh Anita.


“Sampaikan pada Tuan Putri, bahwa Selir Inez memanggilnya ke Kamar beliau.” Anita menduga pasti ini masalah Nona Lily.


Dia mengiyakan dan langsung menghampiri Azzura ditaman belakang kamarnya, karena saat ini Azzura sedang menanam semua tanaman yang dia kumpulkan dari berbagai penjuru Kastil. Ketika Anita menyampaikan pesan jika dia dicari Selir Inez, Azzura hanya tersenyum sinis dan terus melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Azzura berdiri dan berjalan kearah Anita, dia tersenyum saat Anita melihat wajahnya. “Jika mereka bertanya pada mu, jawab sesuai apa yang kau tahu.“ Azzura berjalan pergi untuk membersihkan diri dan bersiap.


Ana dan Fidel juga telah selesai merapihkan taman Azzura, karena sudah menjelang malam mereka segera menghentikan kegiatannya. Setiap hari Ana dan Fidel hanya sibuk dengan taman Azzura sedangkan Anita membantu yang lain dan menemani Azzura kemana pun dia pergi.


Saat petang Azzura telah selesai membersihkan diri dan dengan santai pergi ke Kamar Selir Inez. Sedangkan sejak tadi Lily terus berteriak merintih kesakitan, Selir Inez sudah sangat kesal karena teriakan Lily sedangkan Azzura tak kunjung menghadap dirinya.


“Benar-benar keterlaluan anak itu, dia sudah meremehkan ku." Selir Inez menggebrak meja dan mengagetkan semua orang.


Selir Inez juga sudah melaporkan hal ini kepada Ratu, jika Azzura telah menganiaya Lily yang mengakibatkan luka memar dan bengkak di pipinya, serta mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.


Padahal kenyataanya hanya memar merah saja namun dia melebih-lebihkan berita diluar supaya Azzura tertekan dan mendapatkan hukuman yang berat dari Ibunya yaitu Sang Ratu.


Ratu Elena yang mendapat kabar Azzura yang menganiaya Lily segera pergi ke Kamar Selir Inez untuk mencari kebenarannya disana, karena Pelayan berkata Azzura juga sudah dipanggil. Sedangkan pada kenyataannya Azzura masih bersantai dikamar.


Ratu Elena sudah sampai dikamar Selir Inez terlebih dahulu. “Yang mulia,“ hormat mereka ketika melihat Ratu Elena masuk.


“Bagaimana keadaan Lily? “ tanya nya langsung.


Ratu Elena menghampiri dan melihat wajah Lily dengan seksama. Lily menunjukan wajah kesakitan dan merintih. Memang terlihat warna merah yang dikelilingi memar biru diwajahnya jadi Ratu Elena menghela nafas.


“Dimana Putri Mahkota?“ tanyanya pada pelayan.


Belum sampai pelayan menjawab, Selir Inez langsung menimpali. “Azzura benar-benar keterlaluan Ratu, dia sudah bertindak kejam pada saudaranya. Dan sekarang meremehkan panggilan ku,“ ucap Selir Inez dengan menunjukan kemarahannya.


“Selir redam kan dulu amarah mu, Jika benar Putri Mahkota yang melakukannya. Pasti ada alasannya bukan?" ucap Ratu Elena.


“Alasan apa yang membuatnya harus menghajar saudaranya sendiri Ratu? sepertinya dia tidak pantas menjadi Putri Mahkota.


“Selir, jaga ucapan mu!" bentar Ratu Elena yang kesal dengan ucapan Selir Inez.

__ADS_1


Mendapatkan bentakan itu Selir Inez langsung terdiam menunduk. Dia tidak berani lagi berkata apa-apa.


“Luis, bagaimana keadaan Lily?” tanya Ratu Elena dengan tetap tenang.


Belum sempat Luis berbicara pelayan mengatakan Azzura sudah ada didepan pintu. “Suruh dia masuk.“ perintah Ratu Elena.


“Hormat hamba Ibu Ratu, Selir.“ dengan anggun dan sopan Azzura memberi salam.


Selir Inez langsung menghampirinya dan ingin menampar Azzura. Karena melihat itu Ratu Elena langsung menghentikan tindakannya dengan berteriak. “Hentikan tindakan mu Selir!“


Selir Inez langsung berhenti dan menatap tajam Azzura yang hanya menunjukan senyum manisnya. Selir Inez menjadi sangat kesal dan terpaksa menurun kan tangannya.


“Putri, apa benar kau yang telah memukuli Lily?” Tanya Ratu Elena lembut.


Azzura menatap kearah Lily yang wajahnya telah bengkak di kanan kiri, itu membuatnya seperti bakpau merah. Tanpa sadar Azzura malah tertawa kecil. “Ternyata pukulan ku memberi efek yang hebat,” Batinnya.


Dan itu terlihat oleh mereka. “Lihat bukan Ratu, Azzura malah tertawa. Benar-benar berhati Iblis. “ remeh Selir Inez.


“ckck.. Selir, ucapan mu sungguh jahat.” Azzura memasang wajah sedih.


Selir Inez kembali menatapnya dengan aneh. “apa maksud mu? “ ucapnya.


“Ibu Ratu, bagaimana aku bisa memukuli Lily. Anda sendiri tahu aku sangat lemah. Membunuh nyamuk pun aku tidak tega," ucap Azzura dengan wajah memelas.


Luis yang mendengar ucapan Azzura langsung menutup mulutnya tertawa. "Sungguh ucapan yang aneh," batinnya.


“Cih, hentikan kepura-puraan mu Azzura. Jangan mencoba menipu yang Mulia Ratu dengan wajah aneh mu itu,” Ucap Selir Inez dan membuat Ratu Elena tidak suka mendengarnya.


“Selir biarkan Putri Mahkota berbicara dulu." ada penekanan dikata-kata Putri Mahkota untuk memberitahu kesalahan Selir Inez.

__ADS_1


Selir Inez kembali diam. “Maaf kan aku Yang Mulia,”


__ADS_2