
“Apa kau tidak ingin berbincang dengan mereka semua?” Tawar Ratu Elena.
Raja Cariann terdiam dan tidak menjawab. “Ada apa?” Tanya Ratu lagi.
“Entahlah, aku merasa malu jika berhadapan dengan mereka semua,” Gusar sang Raja.
Ratu Elena tersenyum dan memegang tangan suaminya. “Kau sudah memilih jalan ini, mereka juga sudah tanggung jawab mu, jadi kau juga yang harus ikut mengurus mereka.” Ucapnya dengan lembut dan bijak.
Raja Cariann menatap istrinya dengan sendu. “Mengapa sepertinya kau yang pantas memimpin Kerajaan ini?” dengan bercanda Raja Cariann menatap istrinya.
“Ish kau ini,” kesal Ratu Elena.
Malam berlalu, ke esok hari Raja memerintahkan mengumpulkan semua Selir dan putri-putrinya, termasuk Lily yang sedang berada di asrama.
“Ibu, mengapa Ayah mengumpulkan kita semua, apa pengadilan tentang Bibi Ula sudah diputuskan?” Vanesa panik dan khawatir.
Dia tahu jika ini urusan Sihir, Raja Cariann tidak akan main-main. Dan jika mereka terbukti bersalah, maka habislah semua.
“Ish kau ini, bisa diam apa tidak. Aku pusing dengan kegusaran mu. Sejak tadi hanya mengoceh tidak jelas.” Bentak Selir Luisa.
Vanesa menjadi kesal, sejak tadi dia hanya bolak-balik karena tidak tenang. Mendengar ibunya berkata seperti itu dia jadi duduk dan menekukkan muka.
Selir Luisa hanya menggeleng melihat tingkah Putrinya. “Kirimkan pesan ku pada Ayah segera.” Selir Luisa berbicara pada pelayan kepercayaannya.
Pelayan itu bergegas pergi meninggalkan istana. Azzura mendapatkan kabar dari Anita bahwa pelayan Selir Luisa pergi dengan tergesa-gesa. Mendengar itu Azzura tersenyum, dia sudah paham jika Selir Luisa pasti mengabari Ayahnya.
“Benar-benar anak manja.” Gumannya dan langsung berdiri.
“Ayo, jangan biarkan Ayah menunggu.” Ucapnya pada Anita seraya berlalu. Sekarang kemana pun dia pergi Anita selalu menemaninya, sedangkan Ana dan Fidel tetap ber sibuk ditaman pribadinya yang sedang dia rapih kan.
Ternyata semua orang sudah berada didepan pintu ruang utama pertemuan. Azzura memberi hormat pada Semua Selir namun hanya Selir Maya yang membalas dan itu bukan masalah bagi Azzura.
Dari belakang Lily datang dan langsung menempel pada Ibunya, tanpa memberi hormat pada siapa pun.
__ADS_1
“Aku rasa percuma diberi pelajaran etika, sampai tua pun tidak akan berubah.” Sindir Selir Luisa.
Selir Inez merasa tersinggung dan ingin melabrak nya namun dihentikan Azzura. “Sudah didepan Ruang pertemuan Raja pun kalian masih berdebat, memalukan.” Ucapnya dengan tegas.
Semua hanya diam menatap Azzura sinis, dan berdiri diam tidak berbicara lagi.
“Beritahu Yang Mulia kami siap menghadap.” Azzura berbicara pada pengawal.
Pengawal itu langsung berteriak dan membuka pintu. Terlihat Raja Cariann dan Ratu Elena sudah duduk di singgasana.
Mereka berjalan masuk dan memberi hormat. “Duduklah di tempat kalian masing-masing.” Lembut Raja Cariann.
Semua duduk di tempat mereka dengan teratur. Meski hati mereka risau dan jantung tidak berhenti berdegub kencang, namun mereka mencoba mengendalikan emosi masing-masing.
“Semenjak aku menjadi Raja, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini.” Dengan tersenyum Raja Cariann memperhatikan satu persatu istri-istrinya dan putri-putrinya mereka.
“Aku sudah mendengar apa yang terjadi, meski ini mengejutkan ku. Tapi aku tidak mau gegabah dan mencoba mencari solusi terbaik untuk kalian.” Lanjutnya.
Pikir Lily ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan simpatik dari sang ayah. Raja Cariann menoleh kearahnya dan tersenyum. Sedangkan Selir Inez terkejut dan gugup, dia tidak menyangka Putrinya berani berbicara
“Katakan lah Lily.” Jawab Raja.
“Ayah, bukan kah kau mengatakan jika aku ini sudah seperti putri kandung mu sendiri,” Lily berhenti untuk mendengar jawaban dari Raja Cariann.
Raja Cariann tersenyum terpaksa dan menatap Ratu Elena. Lalu melihat Lily lagi. “Tentu Lily, kau sudah ku anggap seperti Putri kandungku sendiri.” Ucap Raja.
Lily tersenyum dan melihat Azzura dengan sinis. Azzura menyadari itu lalu memiringkan wajahnya tanda dia bingung dengan tatapan Lily.
“Tapi mengapa diantara kami masih ada perbedaan Ayah, mengapa Kak Azzura menjadi putri Mahkota sedangkan kami tidak berstatus putri kehormatan sama sekali.” Semua orang terkejut, bahkan Raja Cariann menghela nafas panjang.
Selir Inez berdiri dan menarik Putrinya untuk duduk dan diam. Namun Lily tidak menurutinya dan masih ingin tetap berdiri mendengarkan jawaban Raja Cariann.
"Ayah, semenjak kita pindah Ke Istana dan menjadi keluarga kerajaan. Semua pelayan menatap ku seperti merendahkan. apalagi aku harus selalu memberi hormat pada Kak Azzura." kesalnya.
__ADS_1
Tidak disangka Vanesa juga ikut berdiri dan maju supaya terlihat oleh Raja Cariann.
"Ayah, izinkan aku juga berbicara." dengan menatap tajam.
Tuan Cariann kembali menghela nafas melihat keberanian Vanesa dan Lily.
Melihat keteguhan Lily dan keberanian Vanesa Raja Cariann membenarkan duduknya dan menatap mereka semua.
Kesopan santunan mereka sangat tipis dan benar saja meski berhadapan dengan Raja sekali pun, mereka tidak ada Rasa hormat dan takut.
“Sepertinya memang aku harus mengambil keputusan besar pada kalian semua.” Dengan suara tegas dan tatap tajam.
Vanesa dan Lily terdiam mendengar perkataan Raja Cariann dengan nada yang tegas.
Suasana ruangan itu berubah menjadi tegang. “Pada dasarnya aku mengumpulkan kalian semua disini karena aku merindukan kenyaman keluarga seperti dulu.” Ucapnya lagi.
“Dari ucapan Lily dan keberanian Vanesa dengan cara seperti itu, aku bisa membaca satu hal dari keluarga kita sekarang.” Raja Cariann masih melihat dengan tajam seluruh keluarganya.
Semua orang yang melihat tatapan Raja Cariann seperti itu langsung menunduk, sedangkan Lily yang tadinya senang karena Raja menanggapi permintaanya jadi takut dengan tatapan itu dan mundur untuk kembali duduk.
Begitu juga dengan Vanesa, dia merasa sangat ketakutan ketika Raja Cariann tidak menanggapinya malah menatap semua orang.
Dia mundur teratur dan kembali duduk disamping Ibunya, sedangkan Selir Luisa hanya memejamkan mata karena melihat kelakuan Vanesa yang tidak mau menurut dengannya.
“Aku memutuskan Vanesa dan Lily harus kembali belajar disekolah etika selama 1 tahun. Tanpa membantah.” Ketika melihat Vanesa ingin berdiri protes.
“Dan untuk para Selir Ku, kalian harus belajar kembali mengenai pendidikan rumah tangga Kerajaan dengan Ratu.”
Raja kembali menghela nafas panjang dan memijat-mijat pelipisnya. Sebenarnya dia memang mau menyampaikan ini karena sudah banyak mendapatkan laporan dari penasehat Kerajaan tentang kelakuan Selir dan Putri-putrinya mereka.
Namun, tidak seperti ini memberitahu mereka. Karena dia merasa bersalah sudah terlalu lama mengabaikan keluarganya. Tapi ketika mendengar dan melihat langsung keberanian Putri-putrinya Raja Cariann semakin yakin akan keputusannya.
Ratu Elena hanya menghela nafas dan tidak berani berkata pembelaan apapun. sedangkan Azzura tersenyum sinis, dia berfikir kemungkinan dari sinilah salah satu dari mereka akan melakukan penghianatan secara terang-terangan.
__ADS_1