The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 78


__ADS_3

Rombongan mereka menuju Aula pertemuan, ada banyak makanan kecil dan juga teh. Azzura duduk disalah satu kursi yang disiapkan Ratu Reyna. Ratu Reyna sendiri yang menuangkan segelas teh dan langsung menyodorkannya pada Azzura.


“Di negara kami terkenal dengan teh Chamomile nya yang sangat segar diminum dengan cemilan.” Seraya menjelaskan apa yang ada didalam gelas tersebut.


Saat Azzura menyesap teh itu benar saja, dari aromanya yang sangat segar, lalu rasanya yang khas seperti buah. Azzura tersenyum dan melihat sekeliling, ornament diruangan itu sangat unik. Ada berbagai macam kepala binatang dan juga lukisan-lukisan kuno.


“Ah, aku harap kau tidak terkejut dengan pemandangan binatang-binatang itu.” Bisik Ratu Reyna.


“Tidak Bibi, aku justru kagum. Sepertinya Paman sangat menyukai berburu.” Jawab Azzura.


“Haaahh.. Iya itu dulu sebelum dia menjadi seorang Raja. Tapi bukannya berhenti dia malah jadi mengoleksi kepala-kepala binatang itu disini.” Dengan menggeleng dan menatap sinis suaminya.


Azzura tertawa kecil. "apa kau ingin supaya Paman membuang semua benda-benda ini?” Tawar Azzura.


“Aku tidak mau berharap, bahkan Ayahnya saja yang mengoceh untuk membuang dan mengubur kepala-kepala itu tapi dia bantah semua.” Keluh Ratu Reyna.


“Apa kau mau bertaruh dengan ku Bibi?” Tantang Azzura.


Ratu Reyna langsung menatapnya dengan heran. “Baiklah, jika kau bisa membuat dia menyingkirkan kepala-kepala binatang itu, maka kau bisa mengajukan tiga permintaan apapun itu dan aku akan mengabulkannya.” Seloroh Ratu Reyna karena itu hal yang tidak mungkin.


Azzura tersenyum penuh keyakinan. “Aku terima.” Ucapnya singkat.


Ratu Reyna hanya menggeleng, Azzura terlalu berharap dan penuh keyakinan pikirnya.


Raja dan rombongan tiba lalu duduk kursi paling depan yang menghadap mereka semua. “Sepertinya perjalanan kalian sangat lancar.” Ucap sang Raja Ketika melihat mereka sehat dan baik-baik saja.


“Benar yang Mulia.” Jawab Azzura.

__ADS_1


“Syukurlah, rencananya akan berapa lama kau disini Tuan Putri?” Raja Bertanya lagi.


“Kemungkinan tiga malam, tapi itu juga tergantung jika urusan ku bisa selesai dengan cepat maka aku akan langsung kembali.”


“Hem… Baiklah, aku sudah mendengar dari Andres mengenai Tujuan mu datang. Kebun Lily memang masih mekar saat ini tapi kau harus melihat bunga-bunga yang lain juga.”


“Baik, dengan senang hati Yang Mulia.” Azzura menjawab.


Mereka berbincang-bincang santai sekitar setengah jam, sampai Ratu melihat Azzura yang sudah kelelahan. ”Yang Mulia Raja, sepertinya Tuan Putri harus istirahat sampai makan malam nanti.” Ucap sang Ratu.


“Oh benar-benar.” Raja Alanzo berdiri.


"Baiklah, Azzura. Ratu dan Andres, Akan mengantarkan kalian ke Kamar masing-masing.” lalu Yang Mulia Raja pergi dari ruang Aula.


Azzura dan rombongan juga pergi setelah yang mulia Raja menghilang dari pandangan. “Ayo,” Ajak Ratu Reyna.


Mereka bertiga bertemu di Ruang pertemuan keluarga. “Vanesa, ada apa sehingga kau ingin menemui kami di Sore hari ini?” Tanya Raja Cariann yang merasa heran.


“Ayah, aku sudah mendengar mengenai Pangeran Chiko yang datang untuk melamar ku.” Ucap Vanesa.


“Ah, masalah itu. Apa kau mendengarnya dari Azzura?” Tanya Sang Raja.


“Benar, dan aku menerimanya.” Ucap Vanesa dengan yakin.


Raja dan Ratu terkejut. “Vanesa apa kau yakin? Apa kau sudah membicarakannya pada Ibu mu?” Tanya Ratu Elena khawatir.


“Ini keputusan ku sendiri, jadi aku tidak perlu persetujuan Ibu ku yang mulia Ibu Ratu.” Jawab Vanesa.

__ADS_1


Ratu dan Raja saling bertatapan. “Aku harap ini tidak akan menjadi masalah Vanesa, aku ingin bicara pada Ibu mu terlebih dahulu.” Ucap Raja Cariann.


“Tidak, sudah ku katakan ini adalah keputusan ku, Ibu ku tidak berhak untuk ikut campur.” Desak Vanesa.


“Baiklah, baiklah. Kau harus tenang Vanesa.” Ucap Raja Cariann.


“Hah.. jika sudah kau putuskan maka aku akan segera mengabarkan Kerajaan Frio dan penetapan pernikahan mu akan dilakukan. Setelah itu kau akan Kembali ke Istana untuk persiapan semuanya.” Jelas Raja Cariann.


Vanesa tersenyum dan berdiri. “Terima Kasih Ayah, aku pamit.” Setelah memberi Hormat pada Raja dan Ratu, Vanesa berlalu meninggalkan Ruang Pertemuan itu.


Setelah keluar dia menghela nafas lega. Ini adalah keputusan terbesarnya seumur hidup tanpa campur tangan sang Ibu, dia merasa lebih puas karena sebentar lagi dia juga akan menjadi seorang Ratu.


Sementara Azzura masih sibuk di di Kerajaan Timur, dia banyak berkeliling, tidak terasa sudah dua malam dia ada di Kerajaan itu, banyak sekali wawasan yang dia dapat.


Para pangeran menemaninya dengan bergantian, bahkan saat mengunjungi taman Bunga Catalonia, secara khusus Ratu Reyna menemaninya kesana dan Pangeran Andres juga ikut mendampingi.


“Sebenarnya aku sangat penasaran mengapa kau ingin sekali mempelajari Bunga-bunga ini Putri?” Ratu Reyna bertanya saat mereka memandang ke Arah tanaman itu.


“Saat kalian datang berkunjung pelayan ku mendapatkan Bunga Lily yang sangat indah dan ditanam di taman kecil ku. Ternyata tumbuhnya tidak subur meski tetap hidup tapi ukurannya kecil seperti kurang pupuk.” Azzura menjelaskan.


“Karena itu aku ingin langsung mempelajari cara kalian menanam, apakah bisa dilakukan di Kerajaan ku juga.” Dengan tersenyum Azzura berkata.


"Lagi pula herbal tanaman kerajaan Timur sudah terkenal luas yang terbaik," Azzura memuji.


“Kau terlalu berlebihan, Ternyata rasa ke ingin tahuan mu sungguh besar Putri.” Ratu Reyna memuji.


Azzura tersipu dan menatap Andres. “Aku harus mencari kesempatan untuk berbicara dengan nya,” Batin Azzura.

__ADS_1


Merasa ada yang memperhatikan, Andres menengok kearah Azzura dan mata mereka saling bertemu, Andres tersenyum dibalas anggukan oleh Azzura. dan interaksi mereka itu disadari oleh Ratu Reyna.


__ADS_2