The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 59


__ADS_3

Semua orang kembali ke kediamannya masing-masing setelah mendapatkan keputusan dari Raja Cariann. Karena Azzura sudah merasa lelah namun kewaspadaan nya harung mulai meningkat.


Mengetahui Selir Luisa sudah mengabarkan kondisi dirinya pada keluarga mereka. Mungkin akan ada protes dari keluarga Selir Luisa, tidak menutup kemungkinan Selir Inez tidak melakukan hal yang sama.


Menjalani pendidikan etika dan rumah tangga Kerajaan sementara mereka sudah masuk dalam keluarga kerajaan ini benar-benar mencoreng keluarga mereka. Karena didikan seperti itu seharusnya sudah ditanamkan sejak dini pada setiap Putri Bangsawan.


Jika sekarang mereka harus menjalaninya lagi, maka bukan kah ini sebuah penghinaan jika keluarga mereka tidak bisa mendidik para Selir dan Putri mereka dengan benar. Apalagi semua orang tahu jika Vanesa dan Lily bukanlah Putri kandung Tuan Cariann.


“Anita, tolong siapkan air hangat untuk ku mandi.” Tubuh Azzura sudah sangat lelah.


Sebenarnya dia membuat taman pribadinya ini sekaligus untuk tempat berlatih bela diri yang dia kuasai. Sudah sejak lama Azzura tidak melatih ilmunya dan menggerakkan badan.


Berhari-hari sudah berlalu, suasana Istana sudah cukup tenang. Apalagi semenjak para Selir dan Putri mereka menjalani pendidikan, tidak ada kekacauan lagi yang mereka buat.


Namun di pagi hari ada kehebohan lain, Ayah Selir Luisa datang menghadap Raja. Dia membawa bala pasukan miliknya. Ayah Selir Luisa sendiri mantan perdana menteri dari Raja terdahulu, karena sudah cukup tua dia memilih untuk pensiun.


Pernikahan Selir Luisa dan Raja Cariann pun salah satu trik politiknya. Dia sudah tahu sejak dulu jika Raja Cariann akan dipilih menggantikan Raja selanjutnya, dia berharap Sleir Luisa bisa menjadi Selir Agung dan memperlancar bisnisnya.


Setelah dia mendapat kabar jika Selir Luisa menjalani pendidikan Rumah Tangga dia menjadi marah. Ini sama saja menghilangkan wewenang dia sebagai Selir Raja.


Tidak disangka Ayah dari Selir Inez pun datang disaat yang hampir bersamaan. Kehebohan mereka didepan Kerajaan terdengar oleh Raja, dan menjadi buah bibir orang banyak.


“Ini yang ku khawatirkan.” Keluh Raja Cariann.

__ADS_1


“Sambut mereka di Balai pertemuan Kerajaan Bersama para petinggi lainnya.” Perintah Raja.


Penasihat Raja langsung menjalankan perintah tersebut, sedangkan dia masih duduk tenang dikursi ruang kerjanya. Dengan memandang indahnya buku-buku Kerajaan yang bertumpuk.


“Perketat penjagaan, firasat ku akan terjadi sesuatu.” Perintah Raja lagi kepada pengawal setianya.


“Baik Yang Mulia.” Setelah Pengawal itu pergi Raja Cariann bersiap-siap dan pergi ke balai pertemuan Kerajaan.


Semua orang sudah berkumpul, Ayah Selir Luisa dan Ayah Sleir Inez tidak saling tegur sapa. Bahkan saling memberi hormat pun tidak. Mereka datang dengan tujuan masing-masing, dan bukan untuk saling bertegur sapa saling menghormati.


Cukup lama mereka menunggu kedatangan Raja Cariann. Sampai akhirnya beliau keluar dan duduk di singgasana kebesarannya dan semua memberi hormat.


“Selamat datang Tuan Cartez dan Tuan Chale.” Sapa Raja Cariann dengan ramah.


Tuan Cartez ayah dari Selir Luisa membuka pembicaraan terlebih dahulu.


“Yang Mulia Raja, hamba datang karena mendapatkan kabar tidak enak mengenai Putri ku yang Anda kirim untuk pendidikan Etika dan Rumah tangga.” Ucapnya dengan gaya khas seorang pemimpin.


“Hamba juga demikian Yang Mulia Raja,” Sela Ayah Selir Inez yaitu Tuan Chale.


Raja Cariann hanya mengangguk-anggukan kepala dan langsung memahami maksud mereka. Lalu menghela nafas untuk mengatur emosinya supaya bisa menjelaskan dengan baik kepada para mertuanya ini.


“Tuan-tuan yang terhormat, aku rasa untuk urusan para Selir ku sekarang ini adalah tanggung jawab ku sebagai suami mereka. Jadi Tuan-tuan tidak perlu khawatir apalagi sampai datang ke istana ku seperti ini.” Raja Cariann menjelaskan dengan hati-hati.

__ADS_1


Namun para orang tua itu merasa tersinggung dan kesal dengan perkataan Raja Cariann. “Sampai kapan pun Luisa tetaplah putri ku, jika terjadi sesuatu terhadapnya maka aku akan meminta pertanggung jawaban Anda.” Dengan nada sedikit keras Tuan Cartez berbicara.


Raja Cariann tersenyum sinis, dia tidak mau menyela dan salah bicara pada para orang tua ini. Selain mereka masih ada pengaruh dengan Kerajaan. Mereka juga masih memiliki amdil dalam keputusannya menjadi Raja.


Dan ketika Tuan Cartez berbicara seperti itu, sebenarnya dia paham jika itu adalah sindiran terhadapnya bahwa dia tidak bisa semena-mena terhadap putri keluarga mereka.


Dari awal dia menikahi Selir Luisa hanya karena perjanjian dalam bisnis mereka, namun dia baru memahami dan mengetahui jika Tuan Cartez memiliki maksud yang lain.


“Anda benar Tuan, maka dari itu biar aku yang mengurus mereka.” Raja Cariann menatap dia orang tua itu dengan bergantian.


“Tapi apakah harus dibawa kembali untuk pendidikan rumah tangga, bukan kah itu memalukan keluarga kami. Seakan-akan kami tidak becus mendidik putri kami.” Marah Tuan Chale.


“Apakah anda berberdua tahu kelalaian putri-putri anda?” nada bicara Raja Cariann berubah menjadi lebih tegas.


Dua orang itu terdiam dan saling memandang. “Apapun kesalahan mereka tidak seharusnya diperlakukan seperti ini.” Bantah Tuan Chale.


Raja Cariann menjadi kesal. “Aku hanya membawa mereka untuk pergi belajar, bukan kepenjara. Mengapa kalian berdua seperti orang yang kebakaran jenggot!" marahnya.


“Selir Luisa dan Selir Inez melakukan kelalaian dalam mendidik putri-putri mereka. Karena putri mereka adalah tanggung jawab mereka sebagai orang tuanya selama mereka belum menikah.” Jelas Raja Cariann.


“Tanggung jawab, Rasa hormat dan sopan santun Vanesa serta Lily sungguh diluar pendidikan sebagai seorang Putri Raja. Mereka tidak bisa menempatkan diri  dimana harus bersikap dengan baik.” Dengan sedikit berteriak Raja Cariann menatap kedepan.


“Apakah setiap yang ku lakukan kepada keluarga ku harus ku beritahukan kepada kalian semua dan satu lagi, apa kalian mengetahui jika Selir Luisa dan Selir Inez berhubungan dengan seorang ahli Sihir. Meski belum terbukti benar atau tidak tapi ini benar-benar memalukan!” dia menggebrak kursi.

__ADS_1


Dua orang tua itu langsung terdiam dan tidak berani lagi menjawab apapun. Melihat dan mendengar Raja Cariann sudah marah.


__ADS_2