The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 117


__ADS_3

Tuan Cartez memalingkan wajahnya, membuat Vanesa kesal dan langsung duduk kursi menjauh dari ranjang Tuan Cartez.


“Kakek, apa kau tidak ingin membalas dendam?” Tanya Vanesa tiba-tiba.


"Aku sudah tidak memiliki nafsu untuk hal itu, apalagi memiliki cucu yang bodoh seperti mu, " ketus Tuan Cartez.


Vanesa kesal mendengar hinaan sang Kakek, namun mencoba menahannya.


"Kakek, apa kau tahu aku sedang mengandung anak calon raja? " Tanya Vanesa dengan bangga.


"Cih, anak seorang pangeran yang gagal saja kau banggakan, " Tuan Cartez masih dengan pendiriannya.


Vanesa menghela nafas mencoba tetap meyakinkan sang Kakek.


"Aku bisa membuat keluarga kita bangkit lagi kek, aku tidak Terima dengan hinaan mereka. aku akan melakukan kudeta." tegas Vanesa secara langsung.


“Apa maksud mu?” Sang Kakek langsung berpaling kepada Vanesa.


“Kita masih mempunyai kekuatan yang besar, Raja memperlakukan Keluarga kita seperti hewan peliharaan, dan lihat dirimu sekarang kek…” Jelas Vanesa lagi.


“Hentikan semua niat mu, memang kau memiliki apa?” Kesal Kakek nya karena Vanesa menganggap melawan Raja Cariann bisa membangkitkan Kembali Keluarga mereka.


“Apa Kekek tahu Ayah mertua ku sudah sangat menurun kesehatannya, dan Suami ku sekarang memegang kendali atas Kerajaan Frio.”


“Lalu?”


Vanesa mendekati Kakeknya lagi dan duduk di sisi ranjang. “Kita bisa menggunakan kekuatan Kerajaan Frio dengan maksimal untuk melawan Kerajaan Barat.” Ucap Vanesa dengan perlahan.


Tuan Cartez terdiam dan menatap cucunya dengan dalam. “Apa kau yakin?”


“Hem, asal kau memberi ku kuasa untuk membujuk para pejabat supaya mendukung kita dan melakukan Kudeta.” Yakin Vanesa lagi.


Sang Kakek menatapnya dengan seksama melihat keteguhan dan keyakinan Vanesa lalu dia memerintahkan Taigo untuk mengambil Stempel miliknya.


Tidak lama Taigo datang membawa apa yang diminta Tuan Cartez. Kembali Tuan Cartez menatap Vanesa lebih dalam.


“Kau harus mengembalikan kejaan Keluarga Kita.” Seraya meyerahkan kotak hitam berisi Stempel resmi milik keluarganya.


“Akan ku pastikan kek, kita akan kembali berjaya dengan merebut ke tahta Barat.” Vanesa meyakinkan terus menerus, membuat mata Tuan Cartez sangat berbinar-binar.

__ADS_1


Vanesa keluar dari kamarnya dan kembali ke Istana dengan keyakinan penuh. Taigo menatap Tuan Cartez dengan kasihan.


“Apa anda yakin dengan Nona Vanesa Tuan?” Tanay Taigo khawatir.


“Melihat kondisinya yang sekarang dan tekad kuat dari dirinya aku sangat yakin, dia cucu ku Taigo.” Ucap Tuan Cartez bangga.


Taigo hanya menghela nafas tanda menyerah dan tidak ingin membuyarkan harapan Tuan nya itu. Sebenarnya dia sangat memahami Nona Vanesa, sembarang, egois dan tidak memiliki Langkah pasti untuk ke depan.


Namun, jika Tuan nya sendiri yang merasa yakin dia hanya bisa menunduk dan mengikuti alur cerita takdir kehidupannya.


Azzura berbincang dan menemukan banyak solusi dalam perencanaan kedua kerajaan. Tidak lama Azzura bertanya dan mulai lebih serius pada Andres.


“Pangeran boleh aku bertanya satu hal?”


“Ya, bagaimana Tuan Putri?” Jawab Andres.


Azzura menarik nafas untuk mempersiapkan diri. “Entah bagaimana aku mejelaskan ini pada mu, namun jika aku memberitahukan hal aneh dan tidak masuk akal apa kau akan percaya?” Ragu Azzura.


Andres tersenyum. “Sihir saja aku mempercayainya bagaimana hal lain? Apakah ada yang lebih tidak masuk akal Tuan Putri?” Andres Kembali bertanya.


Azzura meyakinkan diri dan mengambil buku milik sang Kakek dan membuka buku tersebut. Andres memperhatikan dengan seksama.


Andres mendekat dan menatap permata itu lalu menatap lagi Azzura, dia terkejut dan menegakkan badannya.


“Bagaimana permata ini bisa kau gambar dengan begitu rinci Tuan Putri?” Tanya Andres curiga.


“Tidak, aku tidak menggambarnya. Hah… bagaimana aku menjelaskannya pada mu, tapi apa kau mengetahui mengenai Permata apa ini?” Azzura bersikeras untuk mengetahui nya lebih dahulu.


“Ini permata milik Keluarga Kerajaan Timur, dan di pegang oleh Ratu saat ini. Nanti jika ada Ratu selanjutnya maka akan diserahkan padanya untuk memegang kendali Kerajaan.” Jawab Andres dengan jelas.


“Apa?” terkejut Azzura karena mengapa permata Timur muncul di buku sang Kakek yang justru menimbulkan banyak pertanyaan pada dirinya.


Azzura melamun membuat Andres menegurnya.”Tuan Putri?” Panggil Andres.


“Ah iya.”


“Ada apa sebenarnya, kau belum memberi tahu ku mengapa gambar permata Kerajaan ku ada dibuku mu?” Cecar Andres.


“Pangeran apa kau sabar menanti jawabannya?” Tanya Azzura.

__ADS_1


“Aku berjanji akan menjelaskannya pada mu suatu saat nanti. ” Lanjutnya lagi.


Andres hanya terdiam dan tidak menjawab apapun, Azzura pamit karena harus bertemu Ayahnya sebelum Vanesa kembali Ke Istana.


Azzura langsung menuju Ruang Kerja sang Ayah. “Anita bawa kembali buku ini ke kamar dan pastikan di tempat semua serta tidak ada yang melihat.” Perintah Azzura.


“Baik,” Diambil kantung yang berisi buku itu dan dibawa pergi oleh Anita.


Sesampainya di depan Ruang Kerja sang Ayah Azzura langsung meminta masuk pada penjaga, dibuka pintu Ruang kerja itu, Azzura masuk lalu melihat Ayahnya yang sedang duduk Fokus dengan pekerjaannya.


“Ayah,” Panggil lembut Azzura.


“Ah Putri MAhkota, ada apa mengunjungi Ayah?” Raja Cariann langsung berdiri dan menyambut Putri semata wayangnya tersebut.


“Apa kau sibuk?” Azzura bertanya memulai basa-basi.


“Seperti biasa,” Jawab Raja Cariann.


“Ada apa?” Lanjutnya.


“Aku dengar Ayah memerintahkan Vanesa untuk kembali Sore ini?” Tanya Azzura langsung.


“Hem, benar. Aku sudah tidak tahan dengan cara bicara dan kesombongannya.” Jawab sang Ayah membuat Azzura tersenyum.


“Bisa kah Ayah menundanya dulu?” Tanya Azzura meminta persetujuan.


“Mengapa? Bukankah kau tidak akrab juga dengan kakakmu itu?” Heran Raja Cariann.


“Aku mengerti maksud Ayah yang ingin cepat memulangkan Vanesa, karena takut mempengaruhi kembali Keluarganya untuk bertindak hal yang di luar batas lagi.” Jelas Azzura semakin memahami sang Ayah.


Hal itu membuat Raja Cariann terkejut dengan tebakan Azzura. “Bagaimana kau bisa benar menebak sayang?” heran Raja Cariann.


Azzura tersenyum. “Lalu jika kau mengetahui maksud Ayah mengapa kau meminta aku mengundur kepulangan Vanesa?” tanya Raja Cariann mencari tahu maksud Azzura.


“Ayah, jika kita memulangkannya lebih awal, kita tidak bisa mengawasi setiap pergerakannya.” Jelas Azzura.


“Jika dia masih di kerajaan Barat maka akan lebih mudah memantau dan jika memang benar Vanesa dan keluarganya mempunyai Rencana lain. Kita bisa mengetahuinya lebih awal.” Lanjut Azzura membuat Tuan Cariann menatap tajam Azzura.


“Mengapa kau bisa berfikir sangat baik dan kritis Azzura?” Heran sang Ayah membuat Azzura kembali tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2