The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 64


__ADS_3

Sampai tibalah malam pertemuan kedua keluarga, setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang pertemuan khusus yang disediakan kerajaan untuk pertemuan-pertemuan yang bersifat pribadi.


“Aku senang dengan kunjungan kalian ini,” Raja Cariann membuka percakapan.


“Aku yang harusnya minta maaf karena saat penobatan mu sebagai Raja, kami tidak dapat hadir.” Sesal Raja Alanzo.


“Tidak, kalian telah mengirim Putra-Putra terbaik kalian, lagi pula keadaan Reyna tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh.” Sela Ratu Elena dan semuanya tersenyum.


Sedangkan Vargas yang tidak melepaskan pandangannya dari Azzura membuat Raja Alanzo langsung mengerti.


“Putri Azzura, bagaimana dengan mu, apa ada kesulitan setelah menjadi Putri Mahkota?” Tanya Raja Alanzo langsung.


Azzura tersenyum dan menatap Raja Alanzo tersebut. “Memang awalnya aku mengalami banyak kesulitan, tapi Ayah dan Ibu selalu memberi ku semangat dan mendukung semua yang ku lakukan dengan baik.” Jawab Azzura dengan sopan.


Raja Alonzo puas dan tertawa. “Kau sangat tenang sekali Putri.” Dengan melihat kearah semua orang. Sedangkan Azzura hanya tersenyum menunduk.


Raja Alonzo melanjutkan. “Ah, Putri Azzura, ada yang ingin ku sampaikan pada mu dan kedua orang tua mu.” Ucapnya dengan agak khawatir.


Ratu Reyna yang duduk disamping suaminya juga hanya memainkan jarinya. Dia takut jika Azzura menolak maka Vargas akan melakukan hal diluar batas lagi.


“Apa itu Yang Mulia?” Azzura merasa penasaran.


Raja Alanzo menatap semua orang dan terakhir putranya yang masih tidak melepaskan tatapannya dari Azzura.


“Apa kau mengenal Putra ku Vargas?” tanya Raja Alanzo dengan hati-hati.


Azzura melihat kearah Vargas yang tersenyum manis. “Tentu, Pangeran yang memenangkan Voting saat pacuan berkuda waktu itu.” Jawab Azzura santai.


Vargas langsung merubah senyumnya menjadi wajah datar. “Apa maksudnya dengan mengungkit Voting waktu itu?”

__ADS_1


“Oh, jadi kau mengingatnya. Yaa.. aku dengar dia meminta sesuatu yaitu waktu makan malam dengan mu benar?” ucap Raja Alanzo.


“Benar yang mulia,” Lembut Azzura.


“Bagus, apa kalian sudah pernah mengobrol berdua?” Raja Alanzo melanjutkan.


“Untuk itu aku meminta maaf, karena belum ada waktu untuk memenuhi permintaan Pangeran.” Azzura dengan nada menyesal.


Raja Alanzo hanya mengangguk-angguk dan melihat kearah Putranya lagi yang merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan tidak menatap Azzura lagi.


“Tuan Putri Azzura, sepertinya Putra ku menyukai mu dan…” dia berhenti, semua orang masih diam menunggu Raja Alanzo melanjutkan perkataannya.


.


Raja Cariann juga sudah mengetahuinya, namun dia mengatakan tidak bisa menjawab karena semua keputusan ada ditangan Putrinya.


Azzura tersenyum dan menatap Pangeran Vargas yang sedang menatap dirinya juga dengan penuh harap.


“Pangeran orang yang baik, cerdas dan juga sangat tampan, siapa yang bisa menolak dirinya.” Azzura memuji Vargas, dan membuat semua orang terkejut dan senang.


“Tapi…” Semua mendengar kelanjutan Azzura langsung tegang dan jantung mereka berdegup kencang, terutama Vargas. Dia sudah mengepalkan tangannya jika saja Azzura menolak dirinya.


Azzura menatap semua orang dengan sendu. “Yang Mulia, apa aku boleh menjelaskan sesuatu dan kalian bisa menerimanya?” Pintanya.


“Tentu Tuan Putri, kau berhak menjawab dengan semua alasanmu.” Ucap Raja Alanzo dengan bijak.


Azzura tersenyum dan melanjutkannya. “Aku baru saja diangkat menjadi Putri Mahkota, dan ternyata itu bukan hanya sekedar gelar, banyak tanggung jawab yang ku pegang. Apalagi aku Putri kandung satu-satunya dari Ayah. Jadi bukan aku menolak Lamaran ini, hanya saja…” Dia memandang Vargas dengan sendu.


“Aku harap Pangeran bersikap bijak mendengarkan ku, aku sangat tersanjung dengan lamaran dari kalian namun aku masih harus banyak belajar untuk memenuhi tanggung jawabku kepada Rakyat Kerajaan Barat. Harapan mereka pada ku sangat besar.”

__ADS_1


“Jika aku menikah sekarang disaat umur ku masih muda, bagaimana dengan Ayah dan Ibu ku. Aku pasti akan meninggalkan mereka yang masih sangat membutuhkan ku.” Azzura masih memandang Vargas.


Vargas yang ditatap seperti itu dan mendengar jawaban Azzura menjadi tidak bisa berkutik bahkan untuk marah.


“Lagi pula, Pangeran adalah orang yang sangat pintar, muda dan juga pergaulannya luas. Masih banyak pengalaman yang harus dicari. Sepertinya aku belum siap jika harus ditinggal-tinggal olehnya.” Dengan tersenyum Azzura menatap semua orang.


Tiba-tiba Raja Alanzo tertawa. “Kau sungguh pintar Azzura, aku sangat menyukai mu.” Ucap Raja Alanzo membuat semua orang lega.


“Pangeran, apa kau memahami jawaban dari Putri Azzura?” Raja Beralih kepada Putranya dengan merubah nada bicara menjadi lebih tegas.


Vargas terdiam dan menunduk lalu menatap ayahnya. “Aku mengerti Ayah, Putri Azzura berhak menolak ku.” Sindirnya.


Azzura langsung menyela. “Aku bukan menolak Pangeran, kau jangan salah paham.” Membuat semua orang menengok kearahnya.


“Azzura apa maksud mu sayang?” Raja Cariann bingung.


“Ayah, dan kalian semua. Aku berencana hingga umur yang cukup dewasa nanti baru siap untuk menikah, jadi anggap saja lamaran kali ini hanya ditunda sampai nanti diasaat umur ku 25 tahun. Jika Pangeran siap dengan segala konsekuensinya.” Jelas Azzura.


“Konsekuensi?” Vargas bingung.


“Benar, Aku adalah seorang Putri Mahkota, dan diumur yang matang seperti itu jelas akan ada beberapa Pemuda yang ingin melamar ku. Jika Pangeran siap bersaing dan menunjukan dia layak untuk menjadi pendamping ku, tentu aku akan menerimanya.” Azzura tersenyum.


Semua orang menghela nafas dengan lega, sementara Raja dan Ratu Timur terkejut dengan jawaban Azzura. “Anak ini berfikiran sangat dewasa sekali.” Batin Raja Alanzo.


“Pangeran, kau harus menerima jawaban Putri Azzura dengan lapang dada, dan tunjukan nanti jika kau layak menjadi suaminya.” Dengan tegas dia bicara.


“Aku setuju dengan tawaran mu Putri Mahkota.” Tegas Raja Alanzo yang membuat Pangeran Vargas terdiam.


Pertemuan malam itu diisi dengan kekaguman-kekaguman dari Azzura yang sangat pintar dan juga dewasa. Setelah pertemuan selesai Pangeran Vargas berinisiatif untuk berbicara empat mata dengan Azzura, dan Azzurapun menyetujuinya.

__ADS_1


__ADS_2