
“Dari mana kau mengetahui hal seperti itu Azzura?” Tanya Felix karena terkejut.
Azzura hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Pamannya. Felix menjadi kesal karena seperti ada yang dirahasiakan keponakannya itu.
“Azzura aku bertanya sekali lagi pada mu. Dari mana kau mengetahui hal ini?” dengan tatapan tajam ucapan Felix penuh penegasan.
Azzura menatap Pamannya. “Jika aku memberitahu mu, apa kau akan percaya?” jawabnya.
Felix hanya diam dan menatap Azzura aneh. “Jika Paman bisa mempercaiku maka akan ku beritahukan semuanya.” Ucap Azzura membuat Felix tidak ada pilihan.
“Jelas aku mempercayai mu, kau sudah seperti anak kandung ku Azzura.” Tegas felix.
Azzura tersenyum mendengar ucapan pamannya. “Bisa kita selesaikan dulu masalah teh Sihir itu Paman?” pinta Azzura.
Felix mengangguk setuju. “Aku pernah mendengar tentang hal ini, tapi sihir Nyonya Galenia adalah sihir kuno, setahu ku sudah jarang orang menggunakannya.” Ucapnya dengan berfikir.
“Lalu dimana kita bisa mencari tahunya?” Azzura penasaran.
Felix sedang berfikir dengan menatap Azzura. “Kita harus bicara dengan Pangeran Andres.” Jawab Felix.
“Mengapa dia?” Azzura heran.
"Ikut aku dulu, kita tidak bisa bicarakan hal ini disini." Mereka pergi dari tempat itu dengan cepat. Tanpa disangka Vanesa dan Lily yang sedang berjalan-jalan tidak sengaja melihat kedekatan Azzura dan Pamannya.
“Apa yang kau fikirkan sama dengan ku Kak?” tanya Lily.
“Kedekatan mereka terlihat aneh, ” Jawab Vanesa dengan melihat ke Arah Lily.
“Lebih jelasnya terlalu intim kakak ku sayang,” Lily menambahi dengan kalimat yang bisa mengandung banyak arti.
Vanesa diam dan hanya memandang kepergian Azzura dan Felix sampai mereka menghilang. “Apa kita perlu melaporkannya pada Ibu?” Tanya Lily.
“Aku rasa tidak, kita hanya cukup memancing sedikit orang-orang.” Jawab Vanesa dengan tersenyum sinis.
Azzura dan Felix pergi mencari Pangeran Andres, informasi dari pengawal dia ada dilapangan berkuda. Azzura mendengar lapangan berkuda langsung menjadi bersemangat.
Dulu disaat banyak masalah yang menimpanya dia memilih pergi berkuda, angin kencang yang berhembus padanya saat menunggang kuda membuatnya kembali bersemangat.
__ADS_1
Dengan senang Azzura langsung ke Lapangan, tanpa menunggu Felix. Saat akan memberi tahu Azzura dia melihat Azzura sudah jalan lebih dulu dengan cepat dan Felix langsung mengikutinya.
Anehnya Azzura seperti sudah sangat mengenali seluk beluk Kastil ini, bahkan dia tahu dimana lapangan berkuda dan arah-arahnya. “Dia tahu dari mana?” herannya karena sepengetahuan Felix ini pertama kalinya Azzura berada di sini, saat dibersamaan Azzura hampir menghilang dari pandangan.
Azzura tersenyum gembira menuju lapangan berkuda, Ketika sampai dibalkon atas yang memperlihatkan Lapangan berkuda dengan pemandangan area yang sangat luas, panas dan gersang namun banyak para pengawal yang sedang berlatih disana.
Hembusan angin melewati selah-selah rambut Azzura dan dia menikmatinya. Sedangkan dari bawah ada yang memperhatikan dirinya yang sedang menikmati semilir angin.
Felix mendekati Azzura dan menegurnya. “Apa yang kau lakukan Azzura?” dengan heran.
Azzura langsung tersadar dan berbalik kearah Pamannya. “Emm.. itu, angin disini sangat sejuk Paman, dan pemandangan lapangan luas ini membuat ku seperti bebas.” Ucapnya sembarangan.
Felix hanya menggeleng dan melihat ke bawah balkon dimana Pangeran Andres ada disana. “Dia ada disana, ayo…” Ajakanya.
Azzura mengikuti Felix dengan anggun dibelakang. Tidak lama mereka mendekati Andres yang sedang bersama kudanya. “Pangeran,” Sapa Felix.
Pangeran Andres berbalik lalu melihat Azzura dan Felix yang sudah ada dibelakangnya. Dia melirik kearah Azzura dan melihat dia tersenyum memandang kuda milik Andres.
“Apa kau ingin menungganginya Tuan Putri?" Andres menawarkan.
Felix yang ditatap oleh mata biru Azzura yang indah tidak bisa melawan. Dan hanya mengangguk tanda setuju. “Tetapi pelan-pelan saja,” takutnya.
“Tenang saja Tuan, Aku akan menjaganya,” ucap Pengeran Andres.
Azzura sudah sangat kegirangan saat akan menaiki kuda milik Andres. Andres memegang pinggang Azzura, dengan cekatan Azzura memasang kakinya dipijakan dan langsung duduk dipelana Kuda, Andres merasa heran biasanya Kuda kesayangannya itu akan berontak jika ada yang menungganginya selain dia. “Mengapa sangat tenang,” Batin Andres yang langsung ikut duduk dibelakangnya.
Mereka sama-sama memegang tali kemudi. “Apa kau siap Tuan Putri?" Tanya Andres dengan tersenyum dibelakang Azzura. Azzura hanya mengangguk dengan Bahagia.
Andres memulai mengepakkan tali dan kuda langsung melaju, semakin cepat dan semakin cepat. Azzura bukannya takut tapi tertawa bahagia, bahkan dia melepaskan tangannya dan merentangannya lalu memejamkan mata.
Azzura merasa kembali kemasa dimana dia sudah sering berlatih kuda untuk ikut berperang bersama para panglima dan pengawal andalanya.
Andres melihat Azzura yang bahagia malah heran. “Dia seperti sudah sering menunggangi kuda.” Batinnya. Hanya tiga kali putaran dan Andres menghentikan kudanya tepat didekat Felix.
Saat ini otak Felix penuh dengan pertanyaan yang mendalam pada ponakannya itu. Namun dia hanya diam tidak mau mengganggu kebahagiaan Azzura yang terlihat tidak mengendurkan bibirnya karena tersenyum terus.
__ADS_1
Mereka berdua turun dari atas kuda dan Felix membantu Azzura.
“Apa lain kali aku boleh menungganginya lagi,” ucap Azzura dengan gembira.
“Tentu Tuan Putri, kapan pun kau mau.” Andres merasa terhormat.
Mendengar itu Azzura kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan permen.
“Ah begini, Pangeran. Bukankah besok kau akan kembali ke Kerajaan Timur, apa aku bisa meminta tolong pada mu?” Tanya Felix dengan langsung mengalihkan pembicaraan mereka.
“Mengenai apa itu Tuan?” Tanya Andres.
Felix membawa Andres sedikit menjauh dari Azzura. “Waktu itu kita pernah membicarakan soal sihir, meski hanya sepintas tapi aku rasa kau mengetahui banyak hal.” Jelas Felix dan didengarkan oleh Andres.
“Apa kau tahu siapa yang bisa menggunakan sihir Kuno Nyonya Galenia?" Ucap Felix dengan perlahan.
Mendengar itu Pangeran Andres menyeringitkan dahi karena heran. “Untuk apa kau mencari hal itu Tuan? itu Sihir yang dilarang." Tanya nya penasaran dan terkejut.
“Aku sulit untuk menjelaskannya, ada sedikit masalah di Kerajaan yang berhubungan dengan ini. Namun jika masalah ini sudah terselesaikan aku akan menjelaskannya pada mu.” Yakin Felix.
Andres hanya terdiam dan mencoba berfikir. “Aku bisa membawa orang mu kesana, tapi aku ingin tahu satu hal.” Ucapnya.
“Hal apa itu Pangeran?”
Pangeran Andres menengok kearah Azzura yang asik mengelus dan menepuk-nepuk Kuda miliknya.
“Apakah Putri Mahkota mengetahui hal ini?”
Felix diam, sebenarnya dia juga sedikit mempertanyakan hal itu. Apakah Azzura sebenarnya mengatahui sihir atau tidak.
“Aku rasa dia tidak mengetahui secara terperinci Pangeran.” Ucapnya.
“Maksud anda?”
“Aku merasa ada yang berbeda pada keponakan ku ini, tapi aku juga tidak tahu apa itu.” Felix bingung dan menatap dalam Azzura.
Azzura yang merasa diperhatikan langsung melihat kearah mereka berdua dan tersenyum manis.
__ADS_1
Pangeran Andres paham dan tidak melanjutkan pertanyaannya. “Jika seperti itu aku akan mengabari mu besok.” Ucapnya dan mereka saling mengangguk.