The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 113


__ADS_3

Kedatangan Vanesa tidak disambut meriah, Kasus keluarga mereka sudah tersebar kemana-mana. Mereka justru kasihan pada Vanesa yang seharusnya saat ini dia sedang menikmati masa-masa indah menjadi Istri Seorang Putra Mahkota Kerajaan Frio tetapi keluarganya di terpa bencana.


“Mengapa tidak ada yang menyambut kedatangan ku?” Kesal Vanesa.


Vanesa pergi sendiri tanpa didamping Chiko, semenjak Ayahnya sakit-sakitan hampir semua tugas Kerajaan dia yang mengerjakan dan bertanggung jawab jadi Vanesa memilih pergi sendiri dengan didampingi Dokter kerajaan.


“Tuan Putri, kemungkinan pencekalan keluarga anda sudah tersebar luas,” Jawab Pelayan setianya.


Vanesa hanya memandang dengan marah tanpa berkata apapun. Sesampainya di Gerbang Istana Vanesa disambut Ratu Elena dan Azzura.


“Yang Mulia Ibu Ratu,” Hormat Vanesa dengan anggun.


“Ah, kau sudah sampai. Bagaimana perjalanan mu?” Tanya Ratu Elena dengan lembut.


“Aku baik-baik saja, perjalanan juga sangat lancar.” Jawab Vanesa.


Lalu mereka berjalan dan Vanesa melewati Azzura begitu saja tanpa memperdulikannya yang tersenyum, Anita menyadari sikap Angkuh Vanesa itu.


“Dia..” Kesal Anita namun di tatap oleh Azzura untuk tetap diam.


“Bagaimana kehamilan mu?” Mereka berbincang saat berjalan masuk.


“Baik-baik saja Ibu Ratu, hanya badan ku yang sering lemas.” Jawab Vanesa dengan bangga.


“Syukurlah, setiap kehamilan memiliki perasaan yang berbeda, kau bisa melewatinya.” Dukung Ratu Elena.


“Terima kasih Ibu Ratu,..”


“Ah dimana Ibu Ku?” Tanya Vanesa yang sejak tadi belum melihat ibunya muncul.


“Dia ada di Aula pertemuan, karena tubuhnya yang lemas aku menyuruhnya untuk menunggu di sana saja.” Jawab Ratu Elena.


Vanesa tersenyum namun menyimpan amarah. “Ibu ku seperti ini karena kalian.” Batinnya.

__ADS_1


Sesampainya di Aula pertemuan Hareem, Selir Luisa langsung berdiri dibantu Pelayannya. “Putri ku,” Panggilnya dengan lemah.


“ibu…” Vanesa berlari dan langsung memeluk Ibunya.


“Mengapa kau jadi seperti ini Ibu,” Tanya Vanesa dengan menangis.


“Yang Mulia Ibu Ratu, mengapa Ibu ku menjadi sangat kurus dan terlihat sangat Tua.” Tanya Vanesa seperti menyalahkan Ratu Elena.


“Itu karena Selir Luisa sudah di pindahkan ke Kastil Selir Junior dan di lepaskan semua tanggung jawab Kerajaan.” Jawab Azzura dari belakang.


“Mengapa kau yang menjawab?” kesal Vanesa karena Azzura menyelanya.


“Sudah, sudah. Kau datang saja Ibu sudah senang sayang. Jangan berdebat.” Selir Luisa menghentikan amarah Vanesa.


“Bu, kau sangat terlihat tidak diurus sama sekali.” Kesal Vanesa yang melihat keadaan Ibunya.


“Hentikan ucapan menyindir mu Vanesa,” Kesal Azzura.


“Aku tidak menyindir, jelas terlihat Ibu ku tidak kalian urus sama sekali.” Bantah Vanesa.


Azzura tertawa kecil membuat Vanesa berpaling dan menatapnya langsung. “Mengapa kau tertawa?” marahnya.


"Vanesa, kau itu harus sadar siapa Ibu mu sekarang dan status keluarga mu. Beruntung Raja tidak membiarkan keluarga mu membusuk di dalam penjara.” Tegas Azzura dengan menatap tajam Vanesa.


“Kurang ajar, beraninya kau…”


"Sudah cukup hentikan! Vanesa, kau datang ke sini apa untuk membuat keributan?” Marah Ratu Elena.


“Sejak kakek kalian sakit, Ibu mu ikut sakit dan ini semua kerena kesalahannya dan apa kau tahu Ibu mu beruntung masih hidup setelah terbukti ingin membunuh ku.” Kesal Ratu karena mengetahui kesaksian Bibi Ula bahwa dia diperintah Selir Luisa.


Sebuah keajaiban jika Selir Luisa masih bernafas sampai hari ini karena belas kasihan Raja Cariann.


Vanesa terdiam dan tidak mau berdebat lagi. “Aku ingin berdua saja dengan Ibu ku,” Pinta Vanesa tanpa memandang Ratu dan Azzura.

__ADS_1


“Baiklah,” Jawab Ratu Elena pergi Bersama Azzura dan yang lainnya.


“Hah, aku sungguh tidak bisa menahan emosi ku dengan Vanesa, dia sudah tidak ada sopan santunnya lagi.” Kesal Ratu Elena.


Azzura menanggapinya dengan tersenyum. “Kau tenanglah bu, Vanesa sudah menjadi urusan ku.” Azzura mencoba menenangkan Ibunya.


“Aku tidak ingin ada keributan Azzura.”


“Jika memang keributan itu dia yang memulai bagaimana?” Tanay balik Azzura.


“Hah, aku akan kembali. urus mereka.” acuh Ratu Elena yang tidak bisa menjawab pertanyaan Azzura.


Ratu Elena pergi meninggalkan Azzura dan sudah tidak ingin mengurusi Vanesa serta Ibunya lagi.


“Apa yang akan kita lakukan Tuan Putri?” Tanya Anita.


“Kita tidak perlu melakukan apapun, biarkan mereka yang melakukannya.” Azzura melirik ke Arah Aula pertemuan dan tersenyum sinis.


“Bu, mengapa kau jadi begini? Bagaimana dengan Kakek?” Vanesa bertanya dengan beruntun dan sesekali memegang tubuh ibunya yang sangat kurus sehingga dia bisa merasakan tulang yang menonjol.


“Vanesa, hentikan sikap tidak sopan mu itu, bersyukur keluarga kita tidak di hukum mati dan masih bisa bernafas hingga hari ini.” Nasihat Selir Luisa.


“Bersyukur? Mereka yang tidak tahu terima kasih pada kita. Kakek mendukung penuh agar Raja naik tahta. Tapi mereka memperlakukan keluarga kita seperti binatang.” Dengan amarah Vanesa meluapkannya.


“Justru karena mengingat masa lalu Raja tidak menghukum kita dan memberikan perawatan terbaik pada Kakek mu.” Jawab Selir Luisa bijak.


“Dimana kakek bu?” Tanya Vanesa khawatir.


“Kakek mu ada dikastil Oro, dia dipindahkan dari kediaman kita supaya bisa di awasi dengan baik.” Bela Selir Luisa lagi.


“Tidak, Kastil Oro adalah tempat buangan, mereka sengaja membawa kakek kesana dan menghina keluarga kitab bu,” Vanesa masih menyangkal dan berusaha untuk membalasnya.


“Vanesa…” sedih Selir Luisa.

__ADS_1


“Aku akan membalas mereka semua bu.” Ucap Vanesa dengan yakin.


Makan malam telah di sipakan, karena ini malam pertama Vanesa kembali setelah menikah dan dalam keadaan hamil sehingga banyak sajian makanan untuknya yang sehat dan bergizi.


__ADS_2