The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 63


__ADS_3

“Jadi bagaimana menyampaikan pada Putri Mu?” tanya Ratu Reyna khawatir.


“Kau tenang saja, Azzura yang sekarang sangat bijaksana.” Ratu Elena tersenyum.


“Maksud mu?” Ratu Reyna bingung.


“Entahlah Reyna. Putri ku yang sekarang seperti orang lain, sikap dan tingkat kewaspadaannya sangat berbeda. Dia bisa memprediksi apapun yang bisa membahayakannya.” Jelas Ratu Elena.


“Aku juga mendengar dari Andres, jika informasi budak-budak yang mereka bebaskan juga dari Putri mu,” Ingat Ratu Reyna.


“Ya, aku juga terkejut saat diceritakan oleh Cariann. Azzura menceritakan padanya ada orang yang disiksa tapi tidak ada ketakutan diwajahnya. Bahkan dia juga pernah menghukum pelayan yang bergosip tentangnya namun dengan alasan yang tepat dan membuat para pelayan saat banyak yang patuh padanya.” Lanjut Ratu Elena.


Mereka berdua terdiam dengan lamunannya masing-masing. Ratu elena berdiri dan mengajaknya berkeliling. “Ayo, kita jalan-jalan sebentar, lalu aku akan mengantar mu ke kamar.” Ajak Ratu Elena.


"Ah iya, nanti aku saja yang menyampaikannya pada Azzura terlebih dahulu. supaya dia tidak terkejut." Pinta Ratu Elena dan disetujui Ratu Reyna.


Dia juga ragu dan tidak tahu harus seperti apa menyampaikan hal ini pada Azzura, meski sama-sama wanita dia tidak bisa melakukannya.


“Baiklah.”


Mereka berdua berjalan-jalan diistana dengan banyak pelayan yang mengikuti, mereka berdua berbincang santai seraya Ratu Elena menjelaskan seluk beluk kerajaan.


Tidak jauh mereka berhenti dilapangan pacuan kuda, dimana banyak kuda-kuda yang sedang berlatih, dan dari ujung ada Putri Azzura yang sedang berbincang dengan Felix.


“Apa kau yakin Azzura?” Tanya Felix.


“Tentu Paman, Aku juga sudah memberi tahu Ayah dan Ibu.” Jawabnya seraya mengelus kuda disampingnya.


“Terserah kau saja, aku tidak mau ikut campur jika itu masalah Kuda-kuda ini.” Acuh Felix.


Azzura berencana memperkerjakan pelatih kuda khusus perang dari beberapa kerajaan, selain untuk membantu kekurangan pelatih dikerajaan mereka. Azzura juga ingin mengambil Teknik berkuda dari masing-masing kerajaan.


“Bukankah itu menguntungkan kerajaan Barat?” Batinnya senang.


Dari jauh dia melihat ibunya dan Ratu Reyna sedang memandang kearahnya. Lalu dia menghampiri mereka.


Setelah mendekat dia memberi hormat. “Apakah Ibu berdua sedang berjalan-jalan?” Tanya Azzura dengan sopan.

__ADS_1


Ratu Reyna maju dan memegang tangan Azzura. “Kau sangat cantik Putri,” Puji Ratu Reyna dengan senyuman.


Mendengar itu Azzura tersipu malu. “Aku tersanjung dengan Pujian dari Yang Mulia.” Jawab Azzura.


“Ah, kau memang sangat manis, pantas saja Putra ku jatuh cinta.” Ucap Ratu Reyna kelepasan.


Azzura mendengarnya malah mengernyitkan dahi. “Ah, maaf aku kelewatan.” Dengan menatap Ratu Elena.


Ratu Elena hanya menggeleng pasrah. “Azzura, nanti kekamar ibu, ada yang ingin ibu bicarakan.” Ucap sang Ratu.


Azzura hanya mengangguk, dan mereka berdua pergi meninggalkan Azzura yang melamun.


“Ini kamar mu, beristirahat lah.” Ucap Ratu Elena dengan lembut.


“Terima kasih,”


Ratu Elena langsung akan pergi namun Ratu Reyna memanggilanya lagi. “Tunggu Elena.” Ucapnya yang menghentikan Langkah Ratu Elena.


“Ada apa Reyna, apa ada yang kurang?” Tanya Ratu Elena.


“Kau tenang saja, jika Putri ku menolaknya maka dia pasti bisa memberikan alasan yang tepat. Tapi jika dia menerimanya, maka pernikahan juga tidak bisa kita langsung kan dengan segera karena Azzura masih terlalu kecil.” Jelas Ratu Elena dengan bijak.


Ratu Reyna menanggapi dengan tersenyum lega. “Istirahat lah, jagan terlalu kau pikirkan,” Saran Ratu Elena dan langsung pergi meninggalkan kamar Ratu Reyna.


Azzura sudah menunggu dikamar Ratu Elena dengan melihat-lihat susunan buku milik sang Ibunda yang tersusun rapih di lemari.


“Kau sudah datang Azzura,” Ucap Sang Ibu yang masuk dan mengejutkan Azzura.


“Ibu,” Azzura langsung duduk di kursi disusul sang ibu yang duduk dihadapannya.


“Apa yang kau lakukan di lapangan berkuda?” Tanya Ratu Elena membuka percakapan.


“Aku membicarakan rencana perekrutan Pelatih kuda dari berbagai Kerajaan dengan Paman bu,” jawab Azzura santai.


“jangan terlalu memaksakan diri, ini juga bukan tugas utama mu sayang,” Nasihat Sang Ratu pada Putrinya.


“Tenang saja, aku tahu yang kulakukan bu,” jawab Azzura dengan gaya manisnya.

__ADS_1


Ratu Elena melihat dan mendengar jawaban Azzura hanya menggeleng dan tersenyum. Dia mengambil teh yang dihidangkan pelayan lalu menyeruputnya.


“Azzura, apa kau mengenal Pangeran Vargas?” Ratu Elena membuka pembicaraan.


Saat ini Pangeran Vargas sedang berbincang dengan Raja Cariann dan Ayahnya. Jadi Azzura juga belum menemuinya secara langsung.


“Ya, tapi tidak terlalu juga bu,” Jawab Azzura masih dengan gaya santai.


“Apa kau tahu Keluarga mereka datang untuk apa?” Ratu melanjutkan.


Azzura hanya menaikan bahunya tanda dia tidak mengetahui apa-apa. Ratu Elena meletakkan gelas tehnya dan menarik nafas.


“Aku mengira mereka datang untuk berkunjung saja, ternyata mereka memiliki maksud sendiri.” Jelas Ratu.


“Apa itu bu?” Azzura penasaran.


“Pangeran Vargas menyukai mu dan bermaksud meminang mu Putri ku,” Ratu Elena langsung memberi tahu Azzura.


Azzura tidak terkejut dan hanya diam, sebenarnya dia sudah mencurigai maksud kedatangan mereka sejak pertama kali melihat barang-barang yang dibawa tadi. Tapi dia berharap jika itu hanya pemikirannya saja.


Azzura menarik nafas kesal. “Apa ibu menerimanya?” tanya Azzura yang penasaran dengan jawaban Ibunya.


Ratu Elena tertawa, dia menghawatirkan putrinya yang akan kesal dan marah jika mendengar tujuan mereka. Malah bertanya sebaliknya.


“Aku tidak menjawabnya secara langsung, Ratu Reyna baru meberitahukan kepada ku supaya nanti tidak terkejut saat pertemuan setelah makan malam.” Jawab Ratu Elena dengan memandang Putrinya.


Azzura hanya mengangguk-angguk saja, tanda mengerti. Melihat Azzura tidak ada respon yang berlebihan dan hanya diam dia jadi penasaran.


“Azzura, bagaimana jawaban mu?”


“Nanti saja aku akan menjawab mereka saat ada semua orang bu,” Azzura tersenyum.


Ratu Elena menghela nafas tanda khawatir. “Sayang, Pangeran Vargas dikenal sebagai orang yang mudah emosi. Aku harap kau tidak membuatnya kecewa.”


Azzura mendekati ibu nya dan duduk disamping dia. “Bu, kau tenang saja. Aku tidak akan membuat masalah.” Azzura mencoba menenangkan sang ibu.


Ratu Elena tersenyum mendengar jawaban Azzura. Sebenarnya dia sangat khawatir, dia tidak mau merusak hubungan baik antara kedua belah kerajaan. Jika Azzura menolak lamaran ini maka banyak hal yang akan hancur.

__ADS_1


__ADS_2