
Azzura berjalan menuju Ruang makan yang mana semua orang sudah menunggunya. Dia masuk dan langsung menjadi pusat perhatian semua orang.
Sejak menjadi Putri Mahkota, kecantikan, kedewasaan dan Aura Azzura terpancar. Sehingga membuat semua orang terpesona. Bahkan Pangeran Chiko yang awalnya jatuh hati pada Vanesa juga ikut beralih pandangan.
“Maaf membuat anda semua menunggu,” Azzura dengan sopan menatap para tamu dan tersenyum.
“Ah, tidak apa-apa Tuan Putri,” Jawab Raja Frio dengan tersenyum juga.
Azzura berjalan ke tempat duduknya. “Baiklah karena sudah berkumpul semua, kita bisa menyantap makan siang sekarang.” Ucap Raja Cariann.
Mereka semua makan siang dengan tenang. Setelah selesai makan siang mereka pergi ke ruang pertemuan dan berbincang di sana.
“Jadi bagaimana kabar kalian?” Tanya Raja Cariann membuka perbincangan.
“Kerajaan Frio sangat Makmur Yang Mulia, maka dari itu kami datang berkunjung.” Jawab Raja Frio.
“Ah ya, jadi tujan kalian datang adalah…” dengan melirik kearah Chiko yang tersenyum-senyum sejak tadi.
Ayah Chiko melihat arah lirikan Raja Cariann langsung menanggapi. “Begini yang mulia, aku mendengar waktu perlombaan kuda. Putra ku sudah mengajukan sebuah permintaan.”
“Karena waktu itu bertepatan di angkatnya anda menjadi Raja jadi kami baru bisa berkunjung sekarang.” Raja Frio menarik nafas sesaat.
“Lalu, kami ingin mengajukan pertimbangan bagaimana jika permintaan itu diganti dengan pertunangan mereka saja.” Dengan yakin Raja Frio mengatakan hal tersebut.
Raja Carian agak terkejut mendengar itu, meski sudah memahami maksud dan tujuan mereka sejak mengabarkan kedatangannya. Namun tetap saja ke terus terangan mereka sangat mengejutkan.
__ADS_1
“Begini, bukan aku mau menolak atau seperti apa. Akan tetapi Putri ku yaitu Vanesa saat ini sedang manjalani Pendidikan. Jadi ini agak memakan waktu untuk memastikannya.” Raja Cariann menatap Ratu dan Azzura seperti meminta bantuan.
“Pendidikan? Bukankah Pendidikan Kerajaan sudah diselesaikan sejak dulu. Mengapa menjalani Pendidikan lagi Yang Mulia.” Heran Ratu Frio.
Yang dimaksud dengan Pendidikan untuk mereka yang sudah ber status anggota keluarga kerajaan itu menjadi terdengar aneh. Karena jika itu Pendidikan mengenai tata krama dan etika kerajaan seharusnya sudah selesai sebelum mereka memasuki Istana.
Apalagi untuk Vanesa yang jelas sudah lebih tua dan berstatus seorang cucu dari pensiunan jendral bukan hal yang tidak mungkin jika Pendidikan dan kepintaran sudah jauh di atas adik-adiknya.
Azzura langsung menggapi itu dan mulai berbicara. “Yang Mulia Raja, apakah pernah bertemu dengan kakak ku?” Tanya Azzura membuat semua orang sedikit canggung.
“Sejujurnya kami tidak pernah bertemu langsung dengan Nona Vanesa, tapi jika mendengar cerita dari Putra ku sepertinya dia seorang Gadis yang cantik dan baik.” Jawab Raja Frio.
“Anda benar, kakak ku itu adalah Gadis yang baik, dewasa dan juga pintar. Maka dari itu dia memutuskan untuk Kembali belajar supaya kelak bisa bersanding dengan Pangeran manapun. Bukan begitu Ayah?” Azzura menimpali dengan pertanyaan kepada Ayahnya Raja Cariann.
“Ah itu... benar-benar.” Dengan sedikit tertawa.
“Yang Mulia Raja dan Pangeran tidak perlu khawatir. Jika ini adalah lamaran maka Kakak ku pasti akan sangat senang.” Ucap Azzura menghibur.
“Maksud anda Tuan Putri?” Ratu Frio bingung.
“Yang Mulia Ratu, kalian sudah datang jauh-jauh dan memang berniat baik untuk melamar kakak ku. Aku tahu jika kakak ku tidak mungkin menolak kalian. Maka dari itu aku akan menyampaikan niat baik kalian dan memberi kabar secepatnya.” Ucap Azzura lagi meyakinkan.
Raja Frio dan keluarga nya tertawa senang mendengar ucapan Azzura dan merasa sangat lega. Tetapi berbeda dengan Raja Cariann dan Ratu Elena, mereka merasa ucapan Azzura salah besar tapi tidak bisa menyela jadi hanya bisa ikut tersenyum.
Sedangkan Azzura sendiri memasang wajah yang tersenyum lebar dan menatap Ayah dan Ibunya seperti meyakinkan mereka jika semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
Keesokan harinya Keluarga Kerajaan Frio sudah akan pergi Kembali Kekerajaan mereka. “Terima kasih atas kunjungan kalian semua.” Ucap Tulus Ratu Elena kepada Ratu Frio.
“Jangan sungkan, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga.” Yakin Ratu frio.
Ratu dan Raja Barat mendengar itu menjadi canggung dan sedikit gelagapan.
“Jika begitu, terima kasih juga atas sambutan dan juga jamuan anda Raja, Ratu.” Dengan memberi hormat semua keluarga Kerajaaan Frio naik kereta dan pergi meninggalkan Kerajaan Barat.
“Azzura ikut Ayah,” dengan nada serius Raja Cariann mengajak Azzura bicara.
Ratu Elena melihat itu merasa khawatir dan ikut dengan mereka berdua. Sepanjang jalan mereka tidak saling bicara dan akhirnya mereka sampai di Ruang Kerja Raja Cariann.
“Katakan pada ku mengapa kau bilang jika Vanesa pasti menerima lamaran ini?” Raja Cariann menjadi sedikit kesal.
“Ayah, tenang lah. Serahkan pada ku dan aku jamin jika kakak akan menerima pernikahan ini.” Azzura meyakinkan dengan sangat yakinnya.
Raja Carian dan Ratu Elena saling pandang. Lalu Raja menarik nafas Panjang dan mengatur duduknya. “Apa jaminan mu? Azzura aku peringatkan, Ayah tidak mau membuat suatu pertikaian dengan kerajaan lain karena hal kecil seperti ini.” Tegas Raja Cariann.
Azzura tersenyum dan duduk disamping Ayahnya. “Ayah, kakak pernah bicara pada ku jika dia ingin menikah dengan seorang pangeran siapa pun itu.” Ucap Azzura membuat mereka semua diam.
“Kau yakin sayang?” Ratu masih merasa khawatir.
“Sangat yakin bu.” Ucapnya tegas.
Akhirnya mereka sepakat menunggu Azzura memberitahu kepastiannya pada mereka. Azzura sendiri sudah membuat rencananya dengan sangat matang sehingga perhitungannya mengenai Vanesa tidak akan salah.
__ADS_1
“Kita lihat apa dia bisa menolak dengan tawaran ku.” Batin Azzura dengan tersenyum penuh arti.