
“Lalu apa rencana mu?” Tanya Raja Cariann.
“Ayah tenang saja, aku yang akan mengawasi Vanesa dan menggagalkan semua niat jahat keluarganya.” Azzura meyakinkan.
“Baiklah, tapi ku harap tidak terjadi keributan Azzura.” Tekan Raja Cariann.
“Tergantung bagaimana Keluarga mereka Ayah,” jawab Azzura.
Raja Cariann hanya menatap Azzura dengan ragu namun tetap percaya, Azzura pamit dan kembali ke kamarnya.
“Apa Lola sudah kembali?” Tanya Azzura pada Anita.
“Belum yang mulia,” Jawabnya.
Azzura duduk di ranjang dan merebahkan badan. “Aku harap Vanesa tidak melakukan hal yang diluar batas.” Gumamnya.
Tidak lama Lola tiba dari balik taman Kamar Vanesa. “Aku menghadap Tuan Putri,” Hormat Lola.
“Bagaimana?”
“Sepertinya Nona Vanesa ingin merencanakan hal besar, aku tidak bisa mendengar dengan jelas dan seksama tapi aku melihat Tuan Cartez memberikan Stempel Keluarga pada Nona Vanesa.” Jawab Lola dengan jelas.
“Apa?” Azzura terkejut.
“Ada apa Tuan Putri?” Anita dan Lola berdiri dengan terkejutnya Azzura.
“Jangan-jangan…” Bisik Azzura yang masih membuat Pelayannya bingung.
“Lola, tetap awasi Vanesa dengan baik, kemana saja dan terhubung pada siapa saja dirinya.” Perintah Azzura.
“Baik Tuan Putri,” Lola Kembali pergi dan menghilang dari kamar Azzura.
Tingkat bela diri Lola meningkat pesat di tambah pembelajaran dari Azzura untuk menjadi seorang mata-mata.
Sedangkan Anita diperintahkan untuk tetap disisinya. “Panggil Fidel,” Perintah Azzura lagi pada Anita.
“Baik,” Anita pergi mencari Fidel.
Fidel menghadap. “Tuan Putri,” Hormatnya.
“Fidel, aku meminta pada mu menghubungi Keluarga Leon dan berikan surat ini pada mereka.” Perintah Azzura.
“Baik,” Fidel langsung hendak pergi namun dihentikan oleh Azzura.
__ADS_1
“Fidel tunggu,” panggilnya.
“Iya Tuan Puri,” Fidel berbalik dan kembali memberi hormat.
"Jangan biarkan orang lain mengetahui apa yang kau kerjakan.” Ingatnya.
“Baik aku mengerti.” Jawab Fidel dengan yakin.
“Pergilah,” Lanjut Azzura dan Fidel langsung pergi.
“Sebenarnya ada apa Tuan Putri?” Tanya Anita yang melihat Azzura seperti kebingungan.
“Vanesa merencanakan sesuatu tapi aku masih ragu, tapi setidaknya kita harus bersiap-siap untuk semua kemungkinan.” Ucap Azzura yang tidak menjawab pertanyaan Anita tapi membuat Anita merinding.
Malam hari Azzura menemui Andres diam-diam dengan mengenakan pakai menyusu serba hitam. Kelakuan Azzura ini sudah diketahui Andres saat akan membongkar kebusukan Keluarga Cartez.
“Astaga, kau mengagetkan ku Tuan Putri.” Terkejut saat baru kembali dari kamar mandi Azzura sudah berdiri di samping ranjangnya.
“Apa kau akan Kembali besok Pangeran?” Tanya Azzura.
“Ya, Kerajaan sangat membutuhkan ku, semua pekerjaan ku sudah selesai disini.” Jawab Andres dengan santai.
“Keluarga Cartez akan membuat Kudeta,” Ucap Azzura.
“Baru perkiraan ku, karena Tuan Cartez menyerahkan Stempel Keluarga pada Vanesa. Dia satu-satunya harapan keluarga mereka untuk bangkit.” Jelas Azzura seraya berjalan ke meja lalu duduk di kursi.
“Lalu apa rencana mu?” Andres menyusul dan duduk dihadapan Azzura.
“Aku menginginkan dukungan Kerajaan kalian dengan penuh dan kau membantu ku meyakinkan kerajaan lain atas dukungannya.” Jelas Azzura.
“Mengapa harus sebesar ini?” heran Andres jika hanya ingin menghadapi Keluarga Cartez.
“Kau tidak akan mengira bagaimana kuatnya keluarga Cartez.” Jawab Azzura.
Andres terdiam dan melamun. “Aku harus pergi, kau tetaplah kembali ke Timur besok dan jangan beritahukan ini pada orang lain.” Pinta Azzura dijawab Anggukan oleh Andres.
Saat Azzura hendak pergi melalui jendela Andres langsung menarik nya dan membuat Azzura berada dalam pelukan Andres.
Mereka saling bertatapan Andres menyuruhnya diam dengan menempelkan jarinya Pada bibir sendiri. “Sstt…” Lalu menunjuk keluar.
Ternyata ada penjaga yang bekeliling, karena mendengar suara dari dalam kamar Andres mereka menyapanya. “Pangeran, apakah anda baik-baik saja?”
“Ah, maaf aku tersandung tadi.” Jawabnya dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja, kalian bisa kembali berjaga.” Lanjut Andres.
Kedua pengawal itu mengerti dan langsung pergi. “Baik Pangeran.”
Setelah dua pengawal pergi mereka sadar jika sedang berpelukan Azzura langsung menjauh dan gugup, dia mendengar jelas detak jantung Andres dan juga melihat secara dekat leher jenjang dan bentuk bibir Andres.
Jantung Azzura berdengub dangat kencang membuat wajahnya merona merah karena malu, , tanpa mengatakan apapun Azzura langsung meloncat dari jendela kamar Andres dan pergi menjauh.
Andres bingung dengan tingkah Azzura yang langsung pergi, Andres juga merasakan hal yang sama namun masih bisa mengendalikan diri untuk tidak bertingkah lebih.
“Wangi sekali,” dia membayangkan aroma Azzura saat di pelukannya tadi seraya tersenyum manis.
Azzura dengan cepat kembali ke kamar dan langsung duduk diranjang miliknya. Dengan memegang dadanya yang berdegup kencang. “Hais.. ada apa dengan jantung ku.” Kesal Azzura.
Anita yang sedang menyiapkan pakaian tidur Azzura terkejut ketika melihat Azzura berpakaian hitam duduk di atas ranjang.
“Tuan Putri, anda mengejutkan ku,” Ucap Anita dengan berjalan mendekat.
Azzura hanya memandang Anita tanpa menjawab. “Anita, apa kau pernah berdekatan dengan laki-laki?” Tanya langsung Azzura.
Anita terdiam dan tidak menjawab, bagaimana dia mendekati laki-laki jika setiap saat selalu menempel pada Azzura.
“Hais, sudahlah.” Ucap Azzura yang langsung berdiri.
“Apa air hangat sudah siap?”
“Sudah Tuan Putri…” Jawab Anita dengan masih kebingungan.
Sementara Vanesa yang berada dikamar Ibunya sedang mengupaskan buah untuk sang Ibu. “Apa kau tidak Lelah sayang?” Tanya Ibunya.
“Tidak bu, ada dokter ku yang selalu menemani.” Jawab Vanesa yang mengerti jika menghawatirkan kandungannya.
“Jika suatu saat aku menjadi seorang Ratu kerajaan Besar, apa kau akan senang bu?” Tanya Vanesa sembarangan.
“Apapun itu asal kau Bahagia dan juga sehat Vanesa.” Jawab sang Ibu dengan Bijak.
Vanesa hanya tersenyum seraya menyerahkan buah yang telah di kupas dan di potong olehnya. Mereka berbincang dengan santai malam ini, namun karena sudah larut Vanesa memilih kembali ke kamar.
“Kita harus memulai semuanya dari sekarang.” Ucap Vanesa dengan berbisik.
Tambahan sedikit dari Author...
Visual Selir Luisa
__ADS_1