
___๐๐___
Keadaan Mirna yang semakin baik,setelah beberapa hari yang lalu ia bangun dari mati surinya.
Membuat sedikit perasaan tenang dan lega,terutama bagi pasangan pasutri baru.
Yang menghabiskan malam-malam mereka lebih banyak di rumah sakit.
Kini,Rojali mengajak sang istri agar sedikit rileks dan santai menikmati kebersamaan berdua di luar ruangan.Sebuah lokasi museum taman kota yang letaknya tak jauh dari rumah sakit.
Dengan jemari yang saling bertautan,menyatu di dalam genggaman.
Dawai suara musik mengalun disertai hembusan angin yang sepoi-sepoi.
Sungguh melenakan dua insan halal yang ceritanya sedang berkencan.Suasana sore di salah satu taman kota itu terlihat ramai.Gedung-gedung museum peninggalan zaman Belanda,yang sebagian besar telah di pugar oleh pemda setempat,terlihat berbaris dengan estetik.
Beberapa penghibur jalanan pun beraksi seperti,pengamen angklung yang berkelompok sekitar enam hingga delapan orang.
Pengamen dengan gitar,pengamen dengan ukulele,pengamen dengan harmonika,bahkan ada juga pengamen dengan alat musik lengkap,dan mereka juga membawa sound sistem.
Seperti yang berada tepat di depan pasangan pasutri baru ini,di mana saat ini Fatimah dan Rojali terlihat dengan santai selonjoran tanpa alas.
Fatimah terlihat sambil mengunyah buah karsen(ceri)yang tadi sempat di petik oleh Rojali di bagian depan taman.
Ia mengumpulkannya di gelas air mineral..
Fatimah memang menyukai buah ini sejak kecil.
Karena itu dia terlihat bahagia sekali ketika menemukan pohon itu.
Selain mengenang masa kecil,ia juga mengkomsumsi nya untuk meningkatkan organ pencernaan.
Band jalanan ini mereka beranggotakan enam orang,tanpa panggung,tanpa tenda.
Sebuah band jalanan yang biasa menggelar konser musik mereka di tengah taman ibu kota.
Beberapa genre lagu sudah mereka bawakan dari,jazz,pop rock,melayu dan lagu beberapa lagu request dari pengunjung.
Mereka yang memesan lagu itu harus mau merogoh kocek lebih,setidaknya menghargai musisi jalanan ini dengan harga yang pantas.
Beberapa pasangan terlihat larut dalam setiap untaian nada yang mengalun,dari setiap petikan gitar akustik yang mendistorsi indera,dan dari setiap dawai piano yang berdenting.
Semua menyatu dengan serasi hingga menciptakan sebuah symphoni yang menyihir.
Tiba-tiba Lelaki tinggi tegap dengan rambut gondrongnya yang di kuncir ke belakang itu,beranjak bangun dari duduknya.Kemudian berjalan menghampiri band jalanan itu.
Fatimah berfikir mungkin suaminya mau request lagu,tapi ternyata perkiraannya salah.
Lelaki itu terlihat berbisik dengan pemain keyboard dan gitar,kemudian ia melirik sebentar ke arah sang istri,yang terlihat bingung dengan apa yang hendak di lakukan nya,hingga terciptalah garis-garis di antara dahinya.
(Jangan bilang dia mau sholawatan?)
Fatimah masih tetap pada posisinya,ia hanya sedikit menekuk kakinya keatas,kemudian meletakkan kedua tangannya di kedua lutut.
Ia masih memperhatikan apa yang akan di buat oleh suami gondrong nan tengil itu.
__ADS_1
Rojali menerima gitar akustik yang di berikan oleh salah satu pemain band.
Kemudian ia berdiri di depan standing mic,matanya terpejam sebentar hingga jari-jemarinya mulai menari memetik senar.
Hingga dawai indah mengalun syahdu merasuk hingga ke dalam kalbu.
Menggelitik sanubari,menyelinap ke relung jiwa hingga menggetarkan sukma.
Baru intro saja sudah mampu membuat riuh tepuk tangan dan sorak itu menggema, di tengah taman museum kota yang semakin ramai itu.
(Aish,jadi dia akan bernyayi?lagu pop pula?duh,ini kenapa anak remaja nya jadi banyak gini?)
Ya,tiba-tiba saja pengunjung semakin merangsek ke depan,membuat Fatimah memutuskan untuk bangun dan berdiri,kemudian ia maju sedikit ke depan.
Hingga dengan jelas ia dapat melihat senyum dan binar penuh cinta itu kepadanya.
Rojali mulai mendekatkan bibirnya ke depan mic,hingga sebuah suara terucap menghipnotis.
***
"Lagu ini saya persembahkan untuk jauzati,yang mengenakan pasmina dan gamis cyan disana...."jelas Rojali sebelum memulai aksinya.Membuat beberapa pasang mata sibuk mencari sosok yang di maksud olehnya.
Fatimah merasa digelitik ribuan bulu angsa,ia menurunkan floopy hat nya,karena wajahnya pasti sudah sangat merona saat ini,maka ia memutuskan untuk menyembunyikannya di balik topi lebarnya itu.
"Whoo...oo...!!"
Sorak-sorai pun bersautan ketika mereka mendapatinya tengah berdiri di pinggir para penonton.
"Ciieee..."goda dari beberapa penonton yang kebanyakan para muda-mudi itu.
Fatimah kembali menaikkan topi lebarnya itu,menajamkan telinganya ketika ia merasa familiar dengan nada lagu itu.
Denting piano pun menyusul petikan gitar,menandakan lagu akan di mulai.
๐ถ*Terimakasih Tuhan...t'lah berikan dia untukku.
Inikah tulang rusuk,yang kau ciptakan bagiku.
Bahagia diriku,sungguh bahagia hatiku.
Terimakasih cintaku...mau hidup denganku selamanya....๐ถ
๐ถKu berjanji,akan jaga...kamu untuk selamanya...
Ku berjanji akan setia,hanya pada satu cinta.
Ini cinta, yang aku punya,dari relung hati jiwa
Hanya dirimu sajalah,cintaku abadi...selamanya...๐ถ
(janji putih*)
Fatimah membekap mulutnya,menahan pekik itu agar tak terucap,namun ia tak kuasa menahan luruh nya buliran kristal bening,yang memaksa mencuat dari kedua kelopak matanya.
Ia tak percaya dengan apa yang di saksikan jiwa dan raganya saat ini.
__ADS_1
Bagaimana seorang lelaki tengil bin selengean itu, bisa memperlakukannya semanis ini.
Sorak penonton semakin menjadi,tatkala lelaki ganteng yang bergaya casual itu ternyata membawakan lagu dengan sangat apik.Dengan iringan gitar akustik yang di mainkan nya sendiri,serta dentingan piano yang menghanyutkan.Ia bukan sengaja memilih lagu yang sedang viral itu,hingga membuat para yutuber berlomba-lomba untuk mengcover nya.
Lagu yang lirik asal nya berbahasa Indonesia ketimuran itu.
Di rubah kedalam bahasa indonesia asli oleh lelaki berhidung mancung ini.
Rojali hanya merasa lirik lagu itu sangat sesuai dengan apa yang di rasakan nya saat ini.
Betapa Tuhannya maha baik karena telah mengirimkan sosok bidadari penenang hati.
Malaikat tak bersayap bagi nya dan juga keluarganya.
Yang mampu menghadirkan hidayah itu ke dalam keluarganya,yang telah lama jauh dari agama dan Tuhannya.
Entah bagaimana ia harus mengungkapkan kebahagiaan dan rasa syukurnya.
Ia hanya terbayang untuk mempersembahkan lagu ini didepan orang banyak,bukan untuk pamer,hanya menunjukkan kebahagiaan dan keberuntungannya.
Serta menunjukkan kepada beberapa mata pria yang sempat mencuri pandang ke arah istrinya.
Dan,itu sungguh mengganggu.
Membuat hatinya memanas dan membuat Bogeman nya terasa gatal hendak meninju para mata keranjang itu.
Akhirnya,Rojali pun menemukan ide brilian yang akan membuat keki para lelaki tak tau diri itu.
Rojali pun berpamitan dengan para anggota band,kemudian menyelipkan tanda terimakasihnya ke dalam kepalan salah satu leader band tersebut.
"Thanks a lot,ya guys!udah bantuin gue,"ucap Rojali menjabat tangan mereka satu persatu.
" Sama-sama,Bro,awet buat hubungannya,kalo perlu pake formalin,"ucap sang leader band dengan canda.
"Sukses buay kalian semua,sekali-sekali bawain sholawat biar berkah,"pesannya sambil menyunggingkan senyum.
Tepuk tangan kembali riuh rendah,ketika lelaki bertubuh tinggi tegap itu,menghampiri sang wanita yang menutupi wajahnya dengan floopy hat putih itu.
"Aahh...pengen punya hubby kek gitu!"
"Jiwa jones ku meronta,maakk...cariin jodoh!"
pekik beberapa remaja dan wanita muda.
"Sial,cowoknya keren!"
"Itu lakik nya,njirr!"
"Bojonya,bejo amat yak!"
umpat beberapa lelaki yang layu sebelum berkembang.
Tuh ya ,chibi kasih ke uwwuan setelah berderai-derai...
Cukup gak?
__ADS_1
Jempol dulu dong ahh..komen,kembang juga boleh bangett๐