
___®®___
Terlihat abi Fatih sedikit geram dan mengelus dadanya.
Beliau ber istigfar dengan lirih.
"Tindakannye ilegal,termasuk kriminal."
"Bahkan,di dalam agama kite ,entu kagak bisa di benerin!"abi berkata dengan nada lebih kalem dari yang pertama tadi.
"Tapi...,"
"Ini ada tapi nye,Li,"
"Aba ente pan payah agamanye,
dia kagak ngarti ape-ape,cuma pinter jadi pengusahe doangan,"
"Jadi,sebagai anak ente kudu maklumin deh ye,"
"Temuin die,kasih pengertian pelan-pelan,"
"Ngomong ame orang tua kudu lemah lembut,"
"Die kasar,jangan di bales kasar,"
"Ente di pukul,terima aje,"
"Kagak ada orang tua waras yang bakal matiin anak nye sendiri!"
"Die cume gak terima di kritik,"
"Sifat arogan dan ujug nye udah nutup mata ame hatinye,"
"Mudah-mudahan ,sekarang aba lu udah melembut hatinye,"
" Ente temuin deh,die pasti kangen,"
"Abi doain,ente dari sini,"
"Semoga semua di permudah jalannye oleh Allah yang maha kuase!"
Begitulah nasehat abi Fatih.
Dengan segala kebijakannya.
Satu-satunya orang yang bisa menenangkan segala kegundahan hati Rojali.
Setelah mereka berpelukan dan kemudian Rojali mencium tangan dengan takzim kepada penyelamat serta gurunya itu.
Lelaki berambut gondrong itu pun mohon pamit.
Sebelumnya ia izin main sebentar sambil melepas kangen dengan adik-adik seperguruannya itu.
__ADS_1
Ia pun berbelok ke arah belakang bangunan.
Di mana terdapat gazebo sederhana dengan kolam ikan di bawahnya.
Lampu taman yang temaram di tambah pencahayaan dari bulan.
Yang memantul lewat permukaan kolam.
Membuat susanana begitu menenangkan.
Pencahayaan di dalam gazebo yang lumayan luas itu cukup lah terang.
Hingga menampakkan tujuh orang pemuda tanggung,serta seorang lelaki berumur sedikit di bawah Rojali.
Dialah guru yang mengajar mereka memainkan alat tabuh itu.
Ketika para pemuda itu tersadar dari obrolan ringan mereka.
Dan menangkap kedatangan Abang Ali mereka.
Spontan mereka pun bersorak.
"Wohoo!"
" Jadi neh gaes kita ngeband!"
"Band tabok!"
Setelah tertawa bersama.
Mereka bersalaman dan saling merangkul lagi.
"Siap Bang?!"
"Siap lah!"
"Tak...dung...dung...tak,tak!!"
(Anggap aja intro dari suara darbuka ya readers)
_⭐⭐_
Sholatu bisalamil mubin linugthotit ta’yii ni ya ghoroomii
Sholatu bisalamil mubin linugthotit ta’yii ni ya ghoroomii
Nabiyyuna kaana ashlattak wiini min ngahdi kun fayakuunu yaa ghoroomii
Nabiyyuna kaana ashlattak wiini min ngahdi kun fayakuunu yaa ghoroomii
Ayaman ja’ana khakkon nadhiiri mughiitsan musbilan subularoshaadi
Ayaman ja’ana khakkon nadhiiri mughiitsan musbilan subularoshaadi
__ADS_1
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Lantunan sholawat merdu dari lelaki yang sedang gundah gulana itu memecah malam.
Menghadirkan ketenangan hati dan menghilangkan kesusahan di dalam jiwa.
Begitulah seharusnya para pemuda beriman.
Ketika kau di rundung kegelisahan,kesedihan.
Ketika duniamu di balut masalah.
Larilah ketempat yang baik.
Di mana terdapat orang-orang sholih.
Salurkan segala kepenatan dan sesak di dalam dada mu dengan cara yang baik dan benar.
Sesungguhnya ketenangan jiwa yang akan kau dapat.
Solusi dan jalan keluar akan kau raih.
Bukankah obat hati itu ada lima perkara.
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua salat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang saleh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima zikir malam perbanyaklah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Allah ta'ala mencukupi.
(by opick)
___®®___
Adem yaa...denger Bang Ali solawatan.
Jangan lupa sajen buat chibi.
Udah dikasi dua bab lhoo...🥳
__ADS_1