
___ยฎยฎ___
Kau,bukan manusia,kau sudah berubah menjadi iblis Adi guna...!"
Mirna berteriak histeris dan menangkis cangkir kopi panas di atas meja.
Hingga suara dentingan beling pecah menyusul pekikan nya.
Dua orang wanita pekerja di rumah itu menghampiri dengan tergopoh-gopoh.
Ketika suara barang pecah itu terdengar di iringi teriakan,mereka berdua sedang membersihkan halaman samping.
Namun,langkah mereka terhenti.
Ketika melihat aura panas dari sepasang suami istri itu.
Mereka berdua nampak terkejut.
Pasalnya,pasangan ini belum pernah bertengkar antara satu sama lain selama bertahun mereka bekerja disini.
Pertengkaran hebat yang pertama kali mereka saksikan adalah,ketika Adiguna menghajar sang putra sulung hingga berakhir pada pengusiran.
Karena mereka tidak mau terlibat urusan kedua majikan mereka itu.
Mereka berdua mundur perlahan.
Biarlah nanti saja membersihkan apa yang berserak itu.
"Kau_!"
Adiguna terlihat mengepalkan tangan nya.
Nafasnya naik turun menahan emosi.
"Kau menyesal setelah menikmati semuanya?"
"Cih!"
"Kau lupa,bahwa harta dan kedudukan lah yang mengangkat kita sampai setinggi ini!"
"Semua karena kerja kerasku,kegigihan ku!"
"Kau lupa,hah!"
"Aku meraih semua ini dengan luka dan airmata!"
"Dengan hina dan caci segala manusia!"
"Kini,aku berhasil membalik posisi ku dan mereka,"
"Dan,kau__!"
"Wanita yang sudah ku jadikan ratu di istanaku_mengatakan aku iblis!"
Adi guna menyeringai kecil,mengingat kata terakhir yang diucapkan wanita yang teramat di cintainya itu.
Hatinya tertohok,kalbunya terasa tertancap panah beracun yang membuat seketika urat nadinya berhenti berdenyut.
Apakah seperti itu ia di mata wanita pujaannya itu.
__ADS_1
Mengapa ia nampak begitu jahat dan kejam.
Apa?
Apa yang salah?
Ia hanya ingin membahagiakan keluarganya.
Melindungi putranya.
Berkat perjuangan dan kerja kerasnya,ia sudah membungkam mulut-mulut yang mencerca mereka bertahun-tahun.
Apa yang salah?
Adiguna tak habis fikir.
Istrinya dengan kejam mengatakan ia iblis.
Ya,memang ia akan melakukan apapun demi kelancaran usahanya.
Tidak ada kamus halal dan haram.
Semua harus berjalan seperti kehendaknya.
Meski itu semua harus menyingkirkan nyawa manusia kecil seperti menghempas kerikil.
Setiap yang menentangnya,menghambatnya akan di singkirkan tanpa tapi.
Termasuk putranya sendiri.
Ya,inilah caranya melindungi sang penerus kerajaan bisnis Brotoseno.Corp.
Dari intaian para musuh dari saingan usahanya.
Ia berfikir akan membuat jera sang putra dengan membiarkannya hidup terlunta-lunta.
Lalu,sang putra akan kembali setelah ia merasakan hidup susah diluar sana.
Dan,pada saat itu Adiguna sudah melenyapkan semua musuh-musuhnya.
Ia bahkan sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk memberantas tikus-tikus itu.
Hama,yang menggerogoti bisnisnya dari dalam.
Hama yang hendak menghancurkan dirinya.
Setidaknya,itulah yang berkembang di dalam fikiran Adiguna.
Ia,bahkan mengawasi secara apik kehidupan sang putra di luar sana.
Bahkan,pertemuan sembunyi antara ibu dan anak itu.
Sudah sampai ke telinganya.
Adiguna berfikir,sang putra hampir menyerah.
(Anda salah tuan takur!)
Mirna masih sesenggukan di tempatnya.
__ADS_1
Kenapa suaminya itu tidak menghampirinya dan menenangkannya.
Apa sekarang ia sudah tidak berarti lagi?
Apa kerajaan bisnisnya itu lebih penting?
Ia hanya kesal karena terlalu merindukan kehangatan suaminya.
Adiguna terlalu sibuk.
Mirna kesepian,di jauhkan dari anak dan di acuhkan oleh suami.
Hormonnya yang kacau karena pra monopause.
Membuatnya sensitif dan meledak-ledak.
Ia haus perhatian,haus kasih sayang.
Ketika Adiguna hendak beranjak meninggalkan ruangan kacau itu.
Jihan menghampiri mereka dengan seorang kakek berbaju jawa.
(Apa yang terjadi?)
(Kenapa,Mama terlihat berantakan?)
"Apa orang tua kita baru aja bertengkar,noy?"
Si Kakek tua yang mengenakan baju jawa berwarna coklat tua dengan motif garis-garis.
Menoleh ke arah gadis berambut pirang yang merangkulnya.
Dan,Jihan pun menoleh dengan ekspresi yang sama bingungnya.
"Apa,Kakek salah situasi dan kondisi?"
Pria tua itu berkata lirih.
"Kakek?"
Jihan menahan tawanya tatkala menegok ke arah pria yang di rangkulnya.
Ini ada beberapa visual keluarga Rojali ya reader.
Visual keluarga Fatimah next ya.
Papa Adiguna
Mama Mirna
Jihan alias Kinoy
__ADS_1
Tungguin terus misinya bang Ali belom kelar,semangatin otor yaa,๐๐