Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Jambret apes


__ADS_3

✨Cinta adalah salah satu nikmat yang tak terkira.


Kekuatannya melebihi apapun didunia.


Ia bisa menghancurkan bahkan membinasakan.


Ia bisa memberi bahagia dan juga luka sebagai pelajaran.


Bijaklah ketika menggenggam cinta, karena ia bisa jadi senjata yang mematikan, bila salah memilih tuan.



***~~~***


Rojali sedang bertengger diatas motornya, di pinggir trotoar pusat perbelanjaan.


Sesekali ia terlihat mengunyah makanan yang di ambil dari dalam kantong kresek transparan.


Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan, seperti mencari sesuatu dengan mulut yang meringis.


Ia menghampiri tukang kopi yang juga mangkal tak jauh darinya.


Ia kemudian mengambil sebotol air mineral dan meneguk nya hingga setengah botol.


"Fuuhhh, "desahnya, sambil menyeka peluhnya yang membanjiri pelipisnya.


" Pedes bener ni rawit kayak mulut netizen, "


"Bikin mata melek sih, "


"Tapi bibir gue bisa jontor nih, "protesnya mengoceh sendirian.


Setelah membayar minumannya, Rojali balik ke tempat di mana si Jambul di parkir.


" Mane orderan nye ni Mbul? "


"Padahal, elu pan kudu ganti oli, "


"Udeh abis gorengan ceban, hape masi anteng aje, " gerutu nya sambil mengelap body depan motor kesayangannya itu dengan kanebo lembab.


"Pletukk! "


Tiba-tiba ada benda kecil yang terjatuh tepat mengenai kepala Rojali yang tidak tertutup helm.


"Adaww! " pekiknya, sambil menengok ke atas.


"Apaan tu ye, nyang jatoh nimpa kepala gue? "


"Emang ni pu'un angsana ade buahnye ye? "


ocehnya sambil mengelus-elus kepalanya, dan sesekali mendongak ke arah pohon besar yang berdaun rimbun.


Memang pohon tua yang tumbuh di pinggir jalan seperti ini sudah langka, apalagi di kota besar.


Sudah habis di tebang oleh pihak kerapihan dan tata ruang kota.


Alasannya, karena sudah tua, dan takut menimpa kendaraan atau orang yang lewat di trotoar ketika hujan deras atau angin kencang.


Padahal manfaat dari pohon angsana itu banyak sekali, dari daun, batang, hingga akar yang bisa di jadikan obat.


"Astagfirullah, apa Allah lagi negur gue ye? "


"Gegara tadi ngeluh? "lirih Rojali sambil mengusap wajahnya.


" Sabar ye Mbul, kite gak bole ngeluh,"


"Rezeky ude ade takerannye masing-masing, "

__ADS_1


"Tugas kite pan cuma ikhtiar aje, "


"Mudah-mudahan ade rezeky nye buat beliin lu oli baru, "ucapnya kemudian mengenakan helm dan menaiki si Jambul yang hanya bisa diam mematung, tanpa tanggapan.


Sebanyak apapun sang empunya mengoceh,


benda mati tersebut tetapnya membatu.


"Kite pindah ke toko depan aje ye, kali aje ade yang nyangkut orderannye. "Rojali kemudian menstarter motor tua kesayangannya itu, dan berlalu.


Disaat yang bersamaan, terlihat seorang perempuan muda yang menjerit di samping sebuah mobil minibus berwarna silver.


Rojali yang kebetulan melihat kejadian itu dan cukup dekat dengan lokasi, segera mematikan mesin motornya, dan menepikannya di sembarang.


Kemudian dia bersembunyi di salah satu mobil yang terparkir disana.


Terlihat seorang laki-laki berpakaian preman berlari kencang, Rojali yang melihat laki-laki itu berlari ke arah ia sembunyi pun, mulai melaksanakan aksinya.


Ketika laki-laki itu mulai mendekat, Rojali menjulurkan salah satu kakinya, dan...


" Gubraakk"


Laki-laki itu terjerembab ke aspal yang terpanggang matahari siang.


Dengan wajah yang duluan tentunya.


"Sial"


Laki-laki itu menoleh dan berusaha bangun, namun Rojali sudah menghujaninya dengan tendangan di kaki nya berkali-kali.


Laki-laki yang di duga penjambret itu pun meringis, dan terus saja memaki meski kesakitan.


Ia hendak melayangkan tendangannya, untuk menjatuhkan Rojali, akan tetapi gerakannya sudah terbaca, sehingga Rojali dapat mengelaknya.


Dan Rojali kembali menyerang dengan mendaratkan tendangannya,di wajah jambret itu, mambuatnya tak berkutik kini.


"Cemen aja mau jadi penjahat lu, bonyok kan? "


hardik Rojali masih mengunci pergerakan jambret yang sudah tidak sanggup melawan itu.


Beberapa orang kini berlarian menghampiri mereka berdua.


(Telat amat lu pade, udeh keok baru ngeroyok)


Mereka bersahut-sahutan memaki jambret yang sudah tidak berdaya itu, dengan memar di wajah dan hidungnya yang berdarah.


"Ude, ude sodare-sodare, gak usah di apa-apain lagi, " cegah Rojali yang melihat beberapa pemuda hendak melimpahkan bogem mentahnya, ke jambret yang sudah memelas itu.


"Mending panggil pihak keamanan sekitar sini, biar diamanin dulu, " usul nya meredakan emosi warga yang tidak lah ada gunanya.


Secara penjahatnya udah kalah juga.


Kemudian dua orang pria berseragam keamanan salah satu kantor pegadaian menghampiri kerumunan, bersamaan dengan perempuan muda korban penjambretan dan seorang laki-laki yang sebaya dengannya.


"Ini tas nya si Mbaknya kan? " tanya Rojali memastikan agar tidak salah orang fikirnya.


"I, iya itu tas saya, " jawab perempuan muda tersebut agak terbata, mungkin dia masih agak syok dengan kejadian barusan.


"Nih Mbak, "


"Coba periksa lagi isinya, "


"Mumpung pelakunya belom di bawa, " ucap Rojali kemudian menyerahkan tas tersebut kepada pemiliknya.


Perempuan muda itu memeriksa isi di dalam tas nya, kemudian ia pun bernafas lega, karena isi nya masih lengkap.


"Gimana Dek, ada yang ilang gak? " tanya laki-laki yang sebaya dengan nya

__ADS_1


"Alhamdulillah, Mas, utuh semua, "?


ujarnya lega


" Terima kasih ya, Abang udah menggagalkan aksi jambret tadi, "


"Dan, tas istri saya masih bisa kembali pada kami, "ucap laki-laki tersebut sembari mengulurkan tangannya, hendak menyalami Rojali.


" Sama-sama bro, kebeneran aja saya pas lewat dan liat kejadiannya, "


"Masih rezeky juga, makanya bisa balik tas nya, " ucap Rojali merendah, karena dia tak nyaman jika dianggap bak pahlawan.


Mereka berdua pun bersalaman dan saling melempar tawa.


"Mungkin kita bisa ngopi-ngopi dulu Bang, "


"Anggap saja sebagai ucapan terima kasih dari kami, " tawar suami dari perempuan muda tersebut.


"Gimane ye, sebenernye saya lagi..., "


"Tereett... treett... treett! "


Handphone di kantung jaket Rojali bergetar, menandakan bahwa ada orderan yang masuk.


"Maaf ni, bro, saya dapet orderan di sekitaran sini, " ujar Rojali sambil menengok handphone nya.


"Mungkin lain waktu aje kite ngopinye, " jelas Rojali sambil menepuk pelan bahu laki-laki tersebut.


"Baiklah, Bang, setidaknya terimalah ini sebagai tanda terima kasih dari saya dan juga istri, " ucapnya seraya menyodorkan lembaran uang yang dilipat.


Sedangkan sang istri mengangguk pelan.


"Gak usah gini, bro, saya mohon doa nye aje, "


"Biar orderan saya lancar, " ucap Rojali menolak halus tawaran pasangan di muda di hadapannya ini.


"Ya, baiklah, semoga suatu saat kami bisa membalas pertolongan Abang, "


"Sampai ketemu lagi , dan lancar buat usahanya Abang, " doa laki-laki itu tulus, sambil menyalami Rojali.


"Tinggal dulu ya bro! "


Rojali pamit pada pasangan tersebut, kembali menaiki si jambul dan berlalu menghampiri customer yang sudah memesan jasanya.


Sementara si jambret apes itu sudah di angkut.


Untuk di amankan.


"Maaf, bisa kalian ikut ke pos polisi di belokan sana sebagai saksi? "ajak salah satu pihak keamanan yang berseragam putih itu.


(Susah nyebut namanya, lidah otor kelibet mulu)


" Gimana Dek, kita jadi harus ke pos polisi dulu nih? "tanya sang suami meminta pendapat kepada sang istri.


" Yaudah, Mas, nanti aku kabarin Kak Fatimah, kalo kita mungkin telat sampe kosan, "jawab perempuan muda itu yang ternyata adalah Sumi.


Dan suaminya adalah...?


(Readers masih inget dong?)


(Kebetulan syekaalii bukaann, )


(Seandainya Rojali tauuu...,)


Ssttt..., readers, diem-diem bae yak, hihihiii...!


Jangan lupa, like, komen, gift juga boleh🤗

__ADS_1


Sarangkeong... eh, sarangheo 😘😘


__ADS_2