Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Anak Ayah


__ADS_3

🌾Selalu ada maaf dari tiap-tiap kesalahan.


Selalu ada pembelajaran berharga dari pengalaman pahit.


Karena tidak ada manusia yang belajar, sebelum dia berbuat kekhilafan.


Sesungguhnya rumah adalah tempatmu kembali pulang.


🌾


***~~~***


Langit masih berselimut gelap, dingin masih membungkus udara, sisa-sisa hujan kemarin sore.


Walaupun begitu,tidaklah menyurutkan semangatku,untuk menyibukkan diri di dapur.


Karena sebelum berangkat bekerja, aku harus memasak belanjaan yang ku beli kemarin.


Aku merebus, menghaluskan bumbu kemudian menumis. Aroma masakan menyeruak di pagi buta.


Suara klontang-klontang, perpaduan antara perabotan satu dan lainnya yang saling bergesekan.


Rupanya membangunkan para penghuni rumah yang sedang berbungkus dengan selimut.


"Kakak lagi ngapain si, berisik banget pagi-pagi? " omel Fadlan menghampiriku sambil mengucek sebelah matanya.


"Hooaamm, " Kini giliran Farhan yang muncul dengan mulut yang terbuka, sambil merentangkan tangannya.


"Ditutup dong Dek, mulutnya, "


Kan ada hadisnya, “Apabila salah seorang di antara kalian menguap maka hendaklah menutup mulut dengan tangannya,karena syaitan akan masuk (ke dalam mulut yang terbuka).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan tidak menyukai tasa'ub (menguap),nasihatku pada kedua adik kembarku itu.


"Hmm, kena kultum sebelom subuh kan, "


kata ummi yang tiba-tiba saja sudah bergabung dengan kami di dapur.


Si kembar pun saling lirik dan kemudian saling sikut.


"Dah sana kalian mandi bergantian, gak pake lama! "


Perintah ummi, yang kemudian di angguki oleh keduanya.


Ummi menghampiriku, yang sedang mengiris daun bawang untuk garnis masakanku nanti.


"Kakak udah mandi apa belom nih? " tanya ummi sambil membuka tutup panci, menengok masakanku.


"Udah dong Mi, sebelom masak Kakak mandi dlu, "


"Jam 4 kurang 10 menitan lah tadi, "


"Kan Mandi sebelum subuh sangat dianjurkan,dalam islam maupun dunia medis, karena dalam air mengandung ozon yang lebih tinggi, sehingga membuat badan lebih segar dan lebih awet muda. Rasululah selalu melakukan mandi sebelum subuh, karena mandi di waktu ini akan menguatkan daya tahan tubuh, "jelas ku sambil menampakkan senyum terdebes ku.


Ummi juga melepas senyum lebarnya ke arahku.


Sambil mengacak-acak rambut basahku.


" Ih, Ummi, Kakak udah nyisir nih, gerutuku, dengan bibir yang mengerucut.


"Barusan aja dewasa banget, bijak gitu kata-nya, "


"Disertai hadis juga, giliran di ledek gitu aja sama Ummi, langsung deh gaya anak Paud nya keluar, "seloroh ummi, sambil mencebikkan bibirnya, kemudian kami berdua pun tertawa bersamaan.


" Ayah udah bangun Mi? "tanyaku setelah sesi tertawa antara kami berdua selesai.


" Dari jam 3 juga udah bangun, katanya lapar, makanya tadi Ummi bikinin energen. "


"Obatnya udah mulai ngefek kayaknya ke Ayah, bawaannya jadi laper mulu katanya. "


"Secara kan beberapa hari yang lalu gak ada satupun makanan yang masuk. "

__ADS_1


Beliau membuka tutup mejikom dan mengaduk isinya.


"Anak gadis Ummi gesit banget, Nasi udah mateng lauknya pun udah siap. " Beliau mengambil piring kemudian mengisinya dengan nasi.


"Abis Subuh Kakak langsung berangkat soalnya, "


"Lagian kan udah jarang banget Kakak masak, sampe kangen deh sama kompor dan penggorengan. " Aku terkekeh pelan dengan kata-kataku sendiri.


Aku menyendok soto ayam ke dalam mangkuk,kemudian memberikannya kepada Ummi.


Kemudian beliau pun berlalu mengantarkan sarapan untuk Ayah ke kamar.


Sayup-sayup suara adzan Subuh pun terdengar.


Si kembar pun sudah siap berangkat ke Masjid.


"Masya Allah, gantengnya Adek-Adek, Akak ni, " pujiku sambil bersedekap dan memandangi mereka satu persatu, dari pintu kamar si kembar.


"Kakanya aja cantik. " Farhan mengedipkan satu matanya ke arahku.


"Ganjen, beraninya main mata ke Akak mu ini, hah! " hardikku kemudian menjitak pelan kepalanya.


"Di becandain aja marah, ih, " ujarnya seraya menepis tanganku.


"Aku kasian sama suami Akak nanti,kalo harus punya istri tukang kdrt, kabuuuurrr...! "


"Ehh..., " aku hanya bisa mendengus sebal, karena mau menyambar telinga si Adik rese tidaklah sampai, karena mereka berdua keburu lari kocar-kacir, dengan Fadlan yang ditarik oleh Farhan.


Mereka memang menyebalkan, tapi sekaligus menggemaskan.


Meskipun kami terlihat sering berdebat dan adu mulut.


Namun, jauh di dalam lubuk hati kami masing-masing.


Kami sangat saling menyayangi dan membutuhkan.


Kadang aku rindu di jahili mereka berdua, kalau sedang berada di kosan.


Aku yang kebetulan sedang berhalangan solat, kemudian melanjutkan lagi menata soto sampai beberapa mangkuk.


Kemudian membawa semangkuk untuk sarapanku, keruang tamu.


"Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan, "


"Pagi-pagi, bisa makan soto ayam pake nasi anget. "


"Bismillah." Aku pun menyeruput kuah kuning tersebut, dengan topping suwirran ayam, kol, toge, so'un dan daun bawang.


Tidak lupa ku tuang dua sendok teh sambel rawit jawa, biar melek, biar gak ngantuk pas di bis.


Sesi sarapan selesai, dengan sesinggkat-singkatnya.


Kulihat Ummi keluar dari kamar ayah.


"Kakak gak usah nyuci piring ya,"


"Langsung siap-siap aja"


"Biar nanti si kembar aja yang ngerjain beberes, sebelom berangkat sekolah, " ucap Ummi yang ku angguki, kemudian berlalu ke dapur.


Setelah rapih, aku pun berpamitan pada ayah.


"Yah, " panggilku dari luar kamar


"Iya Kak, masuk neng botohnya Ayah, " jawab ayah dengan panggilan sayangnya.


Aku pun masuk dan tersenyum melihat raut wajah ayah yang kelihatan segar dan tidak pucat lagi.


"Ayah udah sehat nih, udah ganteng lagi tuh, gak pucet kayak kemaren pas Kakak pulang? " ledekku sambil duduk di atas ranjang sebelah ayah.

__ADS_1


"Iye nih, kayaknye abis makan soto ayam buatan, neng botoh? "


"Ayah jadi segerrr, " ucap ayah sambil menarik hidungku(Kebiasaan)


Aku hanya mengerucutkan bibirku untuk menimpali candaannya.


Kemudian kami tertawa bersama, sambil berangkulan.


"Kakak izin berangkat kerja dulu ya, Yah, "


"Ayah jaga kesehatan, inget! " sambil berpesan pada ayah.


Kemudian di jawab dengan senyum disertai anggukan kecil dari ayah.


Aku mencium tangan nya takdzim, beliau pun mengelus ujung kepalaku dengan lembut, kemudian mengecupnya.


Inilah perlakuan hangatnya yang selalu aku rindukan.


"Kakak jaga diri baek-baek di sane ye! "


"Selalu berhati-hati dengan siapapun! "


"Waspada itu harus, su'udzon jangan, faham? " pesan ayah kepadaku, yang hanya bisa ku angguki dengan kepala menunduk.


Kemudian aku keluar dari kamar ayah tanpa menoleh lagi, karena mataku sudah mulai basah. (Dasar anak ayah, gak bisa jauh dari ayah)


"Udah pamitannye? " tanya ummi yang kutemui sedang menyapu halamanku yang seuprit itu.


"Udah Mi, Kakak langsung berangkat ya, udah mau terang tuh. " Setelah mencium tangannya aku pun segera berlalu dan menghilang di balik gang.


"KAAAKKK... ! "


Aku pun menoleh ketika mendengar panggilan dari duo jail yang ku kenal.


"Akak hati-hati ya! "


ucap Farhan sambil mencium tanganku


"Kalo udah gajian langsung pulang ya Kak? " bisik Fadlan yang kemudian mendapat pelototan dariku.


"Jagain ayah sama ummi, belajar yang bener, "


"Jangan balesin chat dari cewek mulu, "


"Awas kena penyakit 'ain, jangan suka tebar pesona! "


Setelah berpesan singkat dengan si kembar aku pun berlalu, mengejar waktu, agar nanti sampai tepat waktu.


Berharap tidak macet sama aja berharap , turun hujan warna-warni. (Alias gak mungkin)


Kota besar ya identiknya itu.


M A. C. E. T.


Dan bis yang ku naiki sudah penuh sesak dengan penumpang.


Syukurlah aku dapat duduk di pojok, diapit ibu-ibu muda, berpakaian olahraga.


Seksi, karena kaosnya begitu menonjolkan bentuk tubuhnya.


Tak apalah, yang penting orang di sebelahku ini bukanlah laki-laki.


Seperti biasa, aku mengenakan head set ku, kemudian kuputar lagu sholawat dari you**be.



Anggap aja Fatimah lagi di dalam bis ya bebs.


Jangan lupa pencet like,komen,dan kembangnya nya ya bebs....

__ADS_1


Aku sayang kaliaaann... 💓💓💓


__ADS_2