Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Kehidupan kelam(antara dendam,harta tahta dan wanita)


__ADS_3

___🍃🍃___


Sepuluh hari sudah Mirna di rawat di rumah sakit.


Kini ia di perbolehkan pulang karena keadaannya yang semakin membaik.


Betapa bahagianya Adiguna melihat sang istri yang seakan hidup kembali,ketika beberapa hari lalu sempat anfal,sehingga dokter memvonis bahwa harapan hidupnya sangat tipis.


Hingga ia menjalankan nazarnya dengan menyerahkan kekuasaannya kepada pewaris sah dari keturunan Prameswari,Nenek dari Dirga Mahesa.


Di mana dulu Adiguna pernah menjadi pengawal hingga di angkat menjadi kaki tangan Prameswari untuk mengurus semua usahanya.


Hingga usaha itu berkembang di bawah keterlibatan Adiguna.Kemudian Prameswari hendak mengangkat sang cucu yatim piatu Dirga,menjadi pemimpin perusahaan.


Namun karena dendam dan persaingan mereka berdua sejak muda.


Adiguna dengan jiwa serakahnya dan segala obsesinya,berhasil menghasut para pemegang saham termasuk sang Prameswari yang tak lain adalah nenek dari Dirga.


Sebenarnya sejak muda Dirga dan Adiguna sudah bersahabat.


Bahkan,Dirga yang sempat di selamatkan oleh Adiguna,dari para pemabuk di sebuah club malam.


Ya,mereka sama-sama berasal dari dunia malam,dunia gelap dan hitam.


Dengan segala kemaksiatan dan kejahatan di dalamnya.


Mereka semakin akrab satu sama lain,karena hobi mereka yang suka balapan liar dan berkelahi,guna mempertahankan lahan kekuasaan mereka.


Hingga akhirnya Dirga membawa Adiguna menghadap sang nenek,karena pada saat itu,nyawa Prameswari sempat terancam oleh para saingan perusahaan.


Sang nenek membutuhkan banyak pengawal yang mempunyai bekal ilmu beladiri yang mumpuni juga tak kenal takut terhadap lawan.


Itulah yang Dirga temukan pada diri Adiguna,jago segala macam ilmu beladiri,dari taekwondo,karate,silat,wushu dan boxing.


Dia juga berani dan tak kenal takut menyukai setiap tantangan,di dukung oleh badannya yang tinggi besar dan tegap serta wajahnya yang kaku dan keras,meski tak di ragukan lagi ketampanannya mampu memukau para wanita-wanita yang berada di lingkup kehidupan mereka.


Adiguna tak seperti Dirga,yang suka celap-celup oreo di segala macam jenis susu.


Ia main ke club malam sekedar untuk minum dan bertemu klien yang suka memakai jasanya sebagai pengawal atau penagih hutang.


Bahkan,ia sempat menjadi tukang pukul hingga korbannya koma.


Semua Adiguna lakukan demi uang dan kekuasaan.


*FLASHBACK*


"Brengsekk lu,Di!"


pekik Dirga Mahesa ketika ia memergoki sahabat brutalnya itu pulang dari kawasan elit dengan mobil Jeep Wrangler.


__ADS_1


Dirga yang memang sengaja membututi Adiguna sejak sore tadi.


Ketika sahabatnya itu terlihat berjalan masuk area sirkuit sambil merangkul pinggang ramping seorang wanita muda,dengan rambut panjang dan tubuh tinggi semampai.


Yang membuat emosinya seakan membakar ujung ubun-ubunnya adalah,wanita di samping Adiguna itu,ternyata wanita incarannya selama setahun belakangan ini.


"Sial,sial,siaaalll...!"


Dirga terus memaki sambil memukul stir mobil Jeep keren nya.


Mereka berdua memang memiliki hobi yang hampir sama,balapan off road,penyuka otomotif,penyuka beladiri dan pertarungan bahkan sampai menyukai wanita yang sama.



Mulai saat itu Dirga mulai membenci Adiguna.


Rahangnya mengeras,dengan buku-buku jari tangan yang mengepal di atas stir bulat mobil gagah milik nya itu.


Matanya memerah menahan emosi yang sudah mendidih di dalam dadanya.


Seandainya bisa diilustrasikan,mungkin akan keluar asap bahkan api dari lubang hidung dan juga telinga Dirga.


"Jadi ini balasan mu Adiguna keparatt!"


"Kau kacang lupa kulit rupanya?"


"Dasar,pagar makan tanaman!"


"Beraninya kau menusukku dari belakang,"


Dirga terus saja mengumpat dan memaki,ia seperti orang gila yang menendang apapun yang berserak di depan kakinya,karena saat ini ia tengah berdiri berkacak pinggang di pinggir jalan.


"Siall!kenapa ban pake kempes segala,mana serepnya gak kebawa,"


"Ah,sial,sial...!"


"Ashh,damn it!"pekiknya mengaduh karena tanpa sadar sudah menendang ban mobilnya dengan sangat kencang, dan kini ia merasa sakit sendiri di kakinya.


Dirga lantas melakukan panggilan jarak jauh dari alat komunikasi yang tersambung pada perangkat mobilnya.


Ia memanggil anak buahnya untuk membawa montir andalannya ke tempat ini.


Karena ini mobil kesayangannya,Dirga tidak akan mau menggunakan kendaraan lain selain Jeep miliknya.


Setelah menunggu sekitar hampir satu jam,selesai juga para montir itu mengganti ban dan mengisi air pada karburator mobilnya.


Dirga langsung tancap gas menuju ke lokasi,dimana dia dan sahabat Dajjal nya itu biasa bersenang-senang.


Waktu menunjukkan angka hampir menjelang subuh,di mana para manusia normal sedang asik di buai mimpi dan bergelung dengan selimut.


Tapi,itu tidak berlaku bagi berandal dan begundal termasuk Adiguna,semakin pekat maka semakin menyenangkan bagi manusia kelelawar seperti mereka.

__ADS_1


Dingin nya malam tak dapat menembus kulit,karena botol-botol minuman beralkohol itu setia di dalam genggaman.


Mereka menenggak minuman haram itu,demi mengusir dingin yang akan membuat beku pori-pori pada kulit.


Terlihat Adiguna sedang melajukan moge nya di jalanan yang sepi,ia meliukkan kendaraan roda dua dengan ukuran besar itu.


Ia menyalip pengendara di sampingnya kemudian mengarahkan jari tengahnya ke pengendara itu.


Adiguna terus melaju hingga ia berada di garis finish,kemudian suara sorak-sorai itu menyambutnya di garis akhir.


"Lu menang lagi,Men!"


Terlihat mereka ber tos ria,namun Adiguna tetap dalam mode tanpa ekspresinya.


"Kita bakal bagi dua hasilnya,asiik!" pekik girang si empunya moge sambil menerima kunci motor yang di serahkan Adiguna ke dalam kepalan tangannya.


"Wow,wow,wow...mari kita sambut jagoan aspal kita!" seru sang leader dari balapan liar ini menyambut Adiguna dengan jabatan tangan ala anak jalanan.


"Nih,uang taruhannya_35 juta." Sang leader yang mengenakan jaket dan celana panjang kulit hitam,serta kalung rantai di lehernya itu,melempar segepok uang ke arah Adiguna.


Adiguna pun menangkap gepokan tebal uang itu dengan sigap,dan seketika senyum devil tercipta dari kedua bibirnya.


Wajah kaku itu sedari dulu tidak pernah sekalipun tersenyum.


Namun berbeda bila ia sudah di hadapan pujaan hatinya,yaitu Mirna.


Seorang gadis anggun,anak dari pemilik restoran nusantara di kota besar.


Dimana,pertama kali bertemu ketika ia dan Dirga menolong Mirna dari kepungan perampok kelas teri.


Mirna saat itu masih kuliah,di jurusan bisnis dan akuntansi.


Mirna yang baru saja keluar dari sebuah bank untuk mencairkan uang,karena hari itu ia harus bayar iuran semester kuliahnya.


Di mana ia menuntut ilmu, di salah satu universitas ternama di negeri ini,dengan inisial yu end ai.


Adiguna yang hendak menghampiri mobilnya sambil melempar-tangkap pelan uang hasil balapan liarnya.Merasakan ada bogem mentah yang mendarat dengan mulus di rahang kirinya.


BUKK...!


"DAMN IT!"


"PYUUHH!" Ia menyembur kan darah yang keluar dari sobekan bibirnya.Tubuhnya agak terhuyung ke samping,karena tadi ia tidak tahu bahwa ada yang menyelinap di belakang mobilnya.


Setelah mengembalikan posisinya,tanpa bertanya,Adiguna pun melempar balik bogeman nya ke arah Dirga.


Flashback masih berlanjut sampe bab berikutnya,di saat Papa mertua muda😎


pen liat Papa mertua mak chibi berantem gak?


Jangan lupa jempolnya ya,like komen end gift,vote juga kek sekali-sekali🤣

__ADS_1


__ADS_2