Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Mas Aji maen ke kosan


__ADS_3

🌾Sahabat yang sebenarnya adalah ia yang berani mengkritik mu.


Sahabat yang tulus, ialah yang mengingatkan mu di saat kau lupa.


Sahabat yang baik, adalah ia yang mengajak mu pada kebenaran.


Sahabat sejati adalah ia yang ada di saat kau terpuruk dan susah.


Karena persahabatan akan abadi bila di landasi dengan keihklasan.


Karena sahabat akan saling mencari dan memanggil di yaumil mashar nanti.


🌾


***~~~***


Aku yang baru saja akan meletakkan handphone ku kembali ke dalam loker, tiba-tiba saja mengurungkan niatku.


Karena gawai ku bergetar tanda ada pesan yang masuk.


Ku lihat sebentar, benar saja,ada notifikasi dari Sumi rupanya.


Ya Allah, ke jambretan?


Kantor polisi?


Ah, syukurlah, Sumi dan suaminya baik-baik saja.


Semoga mereka bisa sampai di sini tepat waktu.


Nur, sudah jalan lebih dulu, karena bagian skincare ada sesi briefing dengan kepala divisi mereka.


Singkat cerita, aku dan Nur sudah selesai bekerja.


Dan pada saat ini kami sedang menunggu Sumi di parkiran, bersama laki-laki yang sudah mengubah status Sumi dari jomblo, menjadi tidak jomblo lagi sekarang.


Kami berdua menatapnya intens, badan tinggi, perawakan sedang, kulit putih, hidung mancung, ada rambut halus di sekitar jambang dan dagu.


"Ck, nemu di mana Sumi, cowok kayak gini? "


"Perasaan tu anak kagak punya kenalan cowok? " bisik Nur pada ku yang juga sedang memperhatikan laki-laki di seberang kami ini.


"Gimana mau punya , kalo tiap di ajak kenalan aja dia kabur. "


jawab ku dengan berbisik juga.


"Terus dia nemu dimana dong? "


gemas Nur penasaran.


"Nanti kalo ada kesempatan, kita interogasi Sumi, "


Ucapku sambil membenarkan duduk ku yang agak miring, menjadi tegak.


Sejak tadi kami berdua asik berbisik-bisik ria, tak enak juga mendiamkan cowok ganteng ini, bagaimana kalau kesannya terhadap kami tidak baik.


Aku pun melempar senyum tipis ku, saat laki-laki itu mengangkat wajahnya.


Responnya sungguh di luar dugaan, aku kan hanya berusaha ramah.


Kenapa bukannya balas senyum, malah dia menunduk lagi.


"Dia takut kali sama Kakak, " Sindir Nur sambil terkekeh pelan.


"Sembarangan! "


"Emang nya muka ku nyeremin apa? "


protesku sambil mendelikkan mataku ke arah Nur.


"Tuh,kan, nih ngaca gih!"Nur mengarahkan kaca kecil bundar yang suka dia bawa di dalam tasnya, kepadaku.


" Cakep gini, "ujarku bergaya dengan senyum semanis mungkin.


" Aer laut siapa yang ngasinin? " sindir Nur sembari men cebikkan bibirnya.


Tak lama kemudian Sumi datang menghampiri kami.


Baru saja aku hendak membuka mulutku, sudah keduluan sama laki-laki berwajah jawa-sumatra itu.


"Gimana to Dek? " tanya Aji langsung seketika berdiri dan menghampiri istrinya itu.


"Wis rampung, Mas, "


(Sudah selesai, Mas,)


jawab Sumi dengan tersenyum, kemudian menggamit lengan suaminya.


"Ahh,mata aku sakit! "


Tiba-tiba Nur menjerit kemudian menutup mata dengan telapak tangannya.


Aku yang sedang duduk di sebelah sampai kaget dan reflek berdiri.


Kemudian aku mengguncang bahunya pelan.


"Kamu kenapa Nur? tanyaku khawatir


Sumi dan Aji pun mendekat.

__ADS_1


" Mata ne kenopo to Nur? "


(Matanya kenapa, Nur)


tanya Sumi khawatir juga.


"Mata ku sakit,"


"Liat pasangan buciiiiin...! "


Jawabnya, kemudian melengos menyembunyikan tawanya.


"Aseeemm! "


"Semprul! "


Teriak ku dan Sumi berbarengan sambil menoyor bahu Nur pelan.


Dan kami bertiga pun terkekeh pelan.


Sedangkan Aji, dia hanya mesem seraya mengusap tengkuknya.


"Udah, yuk ah, ke kosan! "


Ajak ku pada mereka semua.


"Aseekk, naek mobil, " Girang Nur sambil bertepuk tangan.


"Haddeehh, "


Sumi hanya menggeleng kepalanya pelan,kemudian melirik suaminya.


"Temen-temen mu lucu Dek, " Bisik Aji ke telinga Sumi.


"Woii...! "


"Bisa gak pacarannya di rumah aja! "


"Hargain jomblo dong! "


Nur tiba-tiba sudah ada di depan pintu mobil.


Aji hanya bisa tersenyum simpul melihat tingkah sahabat-sahabat istrinya itu.


Kemudian ia menekan tombol otomatis pada kunci mobil.


"Udah deh, ah,masuk,kuy! " ajak ku pada Nur, kemudian membuka pintu mobil, dan mendorongnya agar masuk lebih dulu.


Kini kami sudah sampai di kosan.


Setelah Aji memarkir mobil di halaman samping bangunan dua lantai tersebut.


Kami ber-empat pun masuk, sebelumnya aku memberi tahu Tante Gaby dahulu.


Tante Gaby sempat kaget sesaat, karena terlihat dari ekspresinya.


Tapi, sejurus kemudian ia tersenyum sumringah dan memberi selamat kepada Sumi.


Kami pun pamit ke atas.


Karena hari ini Sumi akan membereskan barang-barangnya.


Ketika sampai di kamar kosan, Aji menatap nanar ke semua sudut ruangan kotak kecil ini.


Ia menatap satu persatu barang-barang kami.


Terlihat ia menghela nafasnya perlahan.


Mungkin di dalam benaknya,terkumpul beribu pertanyaan.


Begini kah, kehidupan istri ku?


Di Kota besar?


Tinggal di kamar kecil, bertiga?


Dengan fasilitas seadanya?


Membayangkan, istrinya dulu pulang kerja, dalam keadaan penat dan letih.


Kemudian membaringkan tubuh, meluruskan otot-otot yang kaku karena bekerja keras selama 8jam.


Di atas selembar kasur lantai yang hampir menipis.


Yang ada tambah pegal-pegal bukannya santai.


Begitu juga dengan kedua sahabat istrinya.


Aji memandang mereka kagum, salut.


Karena mereka adalah gadis-gadis yang tangguh dan pekerja keras.


Rela berjuang demi keluarga, mencari pundi-pundi uang dengan cara terhormat dan halal.


Padahal tak dapat di pungkiri dengan wajah dan postur mereka yang menarik, mereka dapat berpenghasilan lebih besar dengan mengambil jalan pintas yang haram.


Seperti yang banyak terjadi belakangan ini.


Prostitusi online berbasis aplikasi chat untuk menambah teman.

__ADS_1


Ya, teman kencan bahkan teman ranjang.


Dan, kebanyakan mereka membandrol dirinya dengan harga yang fantastis.


Aji bersyukur istrinya memiliki sahabat yang baik dan beriman.


Dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat, bisa menjaga diri di pinggiran kota besar yang lumayan beresiko untuk para gadis cantik seperti mereka.


Aji benar-benar merasa keputusannya menikahi Sumi adalah sangat tepat pada waktunya.


Karena tadinya, Aji sempat merasa bersalah.


Ia berfikir sudah memotong jalan menuju impian Sumi.


Gara-gara menikah dengannya.


Aji juga berfikir.


Tempat ini tidaklah aman bagi sahabat-sahabat istrinya.


Karena Aji melihat ada beberapa lelaki yang sempat mencuri pandang kepada Nur dan juga Fatimah.


Karena Aji laki-laki, maka ia faham apa arti dari pandangan mereka itu.


Tapi bagaimana cara memberitahunya, Aji belum tau.


"Mas, "


"Kok bengong sih? "


"Sini, makan, kamu capek kan dari tadi bawa mobil, "


panggil Sumi seraya mengajak suaminya agar ikut duduk lesehan di atas karpet bareng mereka, sahabatnya.


"Oleh-olehnya banyak banget Sum? " pekik Nur, sambil melihat satu persatu bungkusan besar yang bertebaran di atas karpet,tentunya dengan binar mata yang terangnya melebihi lampu phil*ps 40watt.


"Kamu tuh ya, kalo udah liat makanan, "


"Kayak orang laper aja, "ucapku gemas sambil menyentil keningnya pelan.


" Sakit tauk Kak! "


Deliknya kearahku sambil mengelus-elus jidatnya.


"Aku sengaja nyetok cemilan buat kalian, "


"Biar awet sebulan, eh palingan berapa hari juga udah abis sama Nur, "


"Hahaha...! "


gurau Sumi pada Nur sambil terkekeh, hingga mendapat lirikan tajam dari Aji.


"Eh, ehe... ehe, maaf Mas, kelepasan. " Sumi mengangkat dua jarinya membentuk simbol perdamaian dan dengan cengirannya, berharap suaminya tidak marah akan kelakuannya, yang sudah tertawa lebar dan kencang.


Nur dan Fatimah saling berpandangan, kemudian, serentak menutup mulut menahan tawa mereka, melihat sahabat polosnya yang begitu takut dengan suaminya, padahal hanya dengan sebatas lirikan tajam.


"Nasi bakar ayam rica-rica nya mana Sum? "


"Kakak udah lapar nih, "


Ho'oh, otor juga maauu...


Bagi ya Sum,


Sebungkusss ajaaa,


Readers ada yang mau juga gak?


Tuh, Sumi bawa banyak.


😁


nih otor bonusan visual pemeran inti dari cerita ini,



Mas Aji, dengan bewok tipisnya .



Sumi, cantik tapi agak medok, entah ngomong bahasa jawa, atau bahasa indo



Nur Aini, bawel, tomboy, berani, tukang makan.



Fatimah, meskipun lembut dan ramah, tapi sebenernya bisa beladiri lho.


Akan ada banyak kejutan dari si cem-ceman nya Babang Ojol.



Bang Rojali lagi galau kenapa yak kira-kira?


Galau nunggu orderan?


Apa nunggu kebetulan😁?

__ADS_1


Jangan lupa pencet tombol like nya ya bebs,


Komen, dan...🤗terserah klean lah mo ngasi apa ke otor, 😋


__ADS_2