Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Cicak versus Kecoa


__ADS_3

🍃Bersamalah bukan karena kecocokan,


karena bila terus mencari kesamaan tidak akan ada ujungnya.


Setiap kepala di beri satu pemikiran.


Bagaimana bisa isinya harus persis sama?


🍃


***~~~***


Fatimah mengibaskan kedua tangannya ke depan.


"Saya gak ngerasa di repotin kok, "


"Cuma, kemungkinan aja keluarga saya udah nungguin, "


"Apalagi si kembar, udah gak sabar minta jatah jajan nya, " jawab Fatimah dengan senyum tipis,demi menepis semua prasangka pemuda selengean yang sekarang layu, bagai tanaman yang lupa disiram.


Rojali tersenyum.


(Nah, gitu kan adek seneng liatnya bang)


(Ih, apa sih?)


Akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi pertemuan tanpa di sengaja ini.


Dan Rojali meminta izin agar ia boleh menghubungi Fatimah.


Fatimah pun menyetujuinya.


Fikirnya, apa salahnya mereka berteman?


Ia yakin, Rojali adalah laki-laki yang baik.


Sebulan kemudian.


Fatimah yang merasa semakin di teror, entah di pabrik dan juga di kosan.


Semakin merasa tak nyaman berada di lingkup dua tempat tersebut.


Rudi yang selalu mengincarnya sejak awal mula ia bekerja di sana, seperti selalu mengikutinya kemana pun dan dimana pun.


Mau di warung makan depan pabrik, kantin bahkan ketika Fatimah hendak ke toilet dan musholla, Rudi selalu ada.


Bahkan Nur pun risih di buatnya.


Apalah mau laki-laki itu?


Sedangkan di kosan, Salah satu penghuni kos yang bernama Yana, melakukan hal yang tidak jauh berbeda dengan apa yang di lakukan Rudi.


Yaitu mengikuti kemana pun Fatimah dan Nur. pergi.


Bedanya, kalau Rudi hanya mengintimidasi dengan tatapannya yang sinis dan tajam seakan hendak memangsa.


Lain dengan Yana yang selalu ribut dan banyak bicara, merayu dan membujuk tanpa bosan dan lelah.


Fatimah tak habis fikir,apa mau nya para lelaki itu?


Apa mereka tidak punya kerjaan lain selain mengganggu dan mengancamnya.


Belum lagi kelakuan tetangga sebelah kamar, yang bernama Nita.


Segitu dendamnya kah dia dengan kejadian beberapa waktu yang telah berlalu itu.


Sehingga dia seakan membuat Fatimah dan Nur tidak betah di sana.


Seperti kejadian beberapa hari yang lalu.


Subuh itu ketika mereka berdua membuka pintu karena hendak pergi ke kamar mandi,


Nur menemukan sebuah kotak ,ia lantas memberi tahukan kepada sahabatnya yaitu Fatimah.


Dan setelah dibuka ,kotak itu berisi banyak sekali binatang cicak dan kecoa.

__ADS_1


Hingga ada beberapa kecoa yang beterbangan bahkan ada yang hinggap di kerudung mereka berdua.


Fatimah yang ternyata sangat jijik terhadap dua binatang itu, begitu kaget hingga memekik kencang.


Sang pelaku yang mendengar jeritan perempuan di pagi buta itu pun tersenyum sinis.


Ia senang karena perbuatannya mengerjai wanita yang di bencinya berhasil sukses.


Tak sia-sia ia mendekati Yana, untuk bekerja sama melampiaskan sakit hati nya.


Yana yang sudah lelah dengan sikap cuek dan antipati Fatimah.


Yana akhirnya memutuskan berkomplot dan membocorkan salah satu hal yang di benci sekaligus di takuti oleh Fatimah.


Dengan iming-iming dan upah yang menggiurkan tentunya.


Bagaimana Yana bisa mengetahui kelemahan gadis incarannya itu?


Karena pernah suatu waktu, ketika Yana tengah menunggui Fatimah menjemur pakaian.


Ada satu kejadian yang membuat Fatimah yang kalem dan tidak banyak tingkah itu, terlonjak dan berteriak histeris.


Hanya karena bahu nya kejatuhan cicak.


Sedangkan kecoa-kecoa itu hanya melengkapi.


Bukankah kebanyakan perempuan akan histeris melihat binatang menjijikkan di kumpulkan dalam satu tempat.


Faktanya,


Lelaki bejat tidak akan pernah menolak, jika ditawarkan untuk mencicipi tubuh yang sintal nan molek.


Kejadian di waktu subuh itu sukses.


Membuat Fatimah tak berselera makan selama tiga hari.


Bahkan kejadian itu sampai terbawa mimpi, membuat tidur nya gelisah, hingga paginya ia akan terbangun dengan wajah yang lelah karena kurang tidur.


Jahat sekali Nita, otor bisa merasakan apa yang Fatimah rasakan.


Bagaimana Fatimah dan Nur tahu kalau yang mengerjai mereka itu si Nita?


Pasti itu yang ada di benak para readers bukan?


Sore itu mereka bertemu di warung tante Gaby.


Nita yang melihat Fatimah membeli obat sakit kepala, mencibir nya dengan berbisik.


"Ya ampun, elu kurang tidur sampe sakit kepala begitu ya? "


"Apa segitu mengesankannya hadiah kejutan dari gue? " ia bertanya sambil terkekeh pelan dan menutup mulutnya dengan satu tangannya.


Bagaimanapun ia tak ingin orang lain tau kejahatannya.


Apalagi sang empunya kos.


Bisa-bisa ia di ceramahi habis-habisan.


Setelah Nita berlalu, meninggalkan Fatimah yang terpaku dan Nur yang terlihat mengepalkan tangannya.


"Apa-apaan perempuan itu? "


"Ngajak perang rupanya, hah?! "


Nur menggeram kesal, ketika mereka sudah di dalam kamar.


"Sstt, udeh aje si Nur,"


"Ngapain buang waktu ama tenaga buat ngelagain dia? "


"Rugi dobel-dobel dah, "


"Mungkin ini petunjuk dari Allah, supaya kita yakin untuk mengambil langkah selanjutnya, "


"Kejadian demi kejadian ini, udah nunjukkin bahwa tempat ini emang gak cocok buat kita."

__ADS_1


Fatimah berusaha menenangkan Nur yang sudah benar-benar tersulut emosi.


Sebenarnya, dirinya pun juga emosi dan kesal.


Hanya ia tak ingin tersulut api yang akhirnya akan membakar diri mereka nantinya.


Beberapa hari kemudian.


Fatimah dan Nur sudah mencari lowongan pekerjaan kesana dan kemari.


Bahkan Rojali pun turut andil membantu sang gadis pujaan hati.


Tapi nasib baik belum berpihak pada mereka saat ini.


Belum ada pabrik yang membuka lowongan pekerjaan di kota besar ini.


Kemudian Rojali menawarkan salah satu pekerjaan sebagai pelayan di toko Roti.


Tempat ia mengambil orderan gofood.


Pada saat itu Rojali melihat pamflet yang tertempel di pintu masuk, kemudian ia pun bertanya demi kelengkapan info tersebut.


Meski pun mereka belum pernah bertemu kembali, pasca pertemuan di rumah sakit kala itu.


Mereka saling berkirim kabar lewat chat.


Tapi, kalau untuk menelepon, sepertinya Rojali tidak punya cukup nyali.


Padahal, jauh di lubuk hatinya.


Ia begitu merindukan suara gadis yang sudah mengisi seluruh angan dan mimpinya di masa depan.


Begitupun dengan Fatimah.


Setali tiga uang, ia pun memendam rasa yang sama.


Hanya saja , ia terlalu abai dengan apa yang di rasakannya.


Mereka hanya menyebut nama masing-masing di dalam doa.


Sungguh romantis bukan?


Sesering apa kalian menyebut nama orang yang kalian rindukan di dalam doa-doa kalian?


Pagi ini tepatnya di hari minggu.


Fatimah sedang menunggu kedatangan salah satu sepupunya, yaitu anak dari adik perempuan sang ayah.


Mereka sempat dekat di kala kecil.


Karena mereka di besarkan bersama dan hidup satu atap dengan kakek nenek mereka.


Namun sudah sekian tahun mereka tidak bertemu.


Tanpa sengaja mereka terhubung lagi lewat salah satu media sosial berwarna biru.


Ia begitu bersemangat menawarkan pekerjaan untuk Fatimah.


Dan pertemuan ini seakan membawa angin segar bagi Fatimah.


(Semoga ini adalah jalan keluar yang Allah kirim untukku)


Di seberang sana seorang gadis berambut lurus dengan tindik di hidungnya.


Tersenyum lebar ketika menatap gawainya, ia membuka media sosial berlogo F itu.


Menscrool pada salah satu foto gadis berkerudung yang ternyata adalah sepupunya, yang sudah sekian lama tidak berjumpa.


"Kakak cantik juga, pasti om Willy suka, " ucapnya dengan seulas senyum penuh arti.


Nah, lho sapa lagi dah ini?


Kepo gak?


Dukung otor terus pokoknya, wokkeehh...!

__ADS_1


__ADS_2