Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Penyesalan sang Ibu.


__ADS_3

____®®___


Jihan dan Mama Mirna selesai berbelanja di butik.


Beberapa paper bag coklat di kedua tangannya itu terus saja di pandangi oleh nya.


Ia sudah menyiapkan hadiah untuk calon menantunya itu.


Jihan sudah menunjukkan fotonya.


Seketika ia langsung menyukai gadis manis berwajah kalem itu.


Ia juga membelikan beberapa kaos untuk putra lelakinya.


Karena Mirna sedih melihat penampilan lusuh Rojali.


Abang, atau Ali,itulah panggilannya untuk putranya sejak kecil.


Rojali sejak kecil tidak pernah hidup dalam kekurangan.


Batin ibu mana yang tidak teriris melihat keadaan putra semata golek nya itu, menjadi lusuh tak terurus.


Bahkan, pekerjaannya hanya menjadi seorang driver ojek online.


Satu yang ia syukuri, putranya masih hidup tenang dan tidak ada yang mengenalinya dengan keadaan rupanya yang rebel dan urakan seperti itu.


Ia faham, bukan tanpa sebab sang suami mengusir dan mengeluarkan putra mereka dari kartu keluarga.


Meski sejak awal Adiguna sempat tidak terima bahkan marah besar.


Karena sang putra telah berani mendikte nya.


Memprotes pekerjaannya, ladang uang dimana ia menghidupi dan memfasilitasi keluarganya. Tentunya dengan segala kemewahan dan kecukupan.


Meski sang putra tak berkeinginan meneruskan kerajaan bisnis sang papa.


Tapi sebagian kolega dan pesaing bisnis suaminya tentu tidak akan percaya.


Karena putra satu-satunya dari keluarga Adiguna Brotoseno lah yang akan mewarisi sebagian besar kerajaan bisnis suaminya.


Kalau di bilang menyesal, mungkin itu yang sedang di rasakan oleh nya saat ini.


Mungkin itu juga perasaan yang sedang di sembunyikan oleh suaminya.

__ADS_1


Apalah arti harta yang melimpah ruah.


Akan tetapi hidup tidaklah tenang.


Selalu di bayangi ketakutan dan ancaman.


Bahkan, dijauhkan dari anak kandung sendiri.


Sampai mereka harus memalsukan kematian demi melindungi putra mereka.


Untuk apa mencari harta sampai menghalalkan segala cara.


Tapi, keluarga berantakkan dan tercerai berai.


Benar nasehat sang putra sebelum pergi meninggalkan rumah mewah mereka.


Bahwa harta yang halal akan mambawa keberkahan dan ketenangan.


Karena ridho dari sang Robbi akan menentramkan hati.


Keyakinan itukah yang membuat putranya bisa menjalani hidup serba kekurangan.


Dengan hidup apa adanya.


"Dek, Mama harus ketemu Abang, "


"Bagaimanapun caranya, "


"Sebelum Mama benar-benar mengambil keputusan! "


Mirna berbisik lirih sembari menggenggam kedua tangan putri nya itu.


Jihan spontan mengangguk dengan mata yang sudah mengembun.


Ia yang tau bagaimana sang mama tersiksa dalam rindu.


Tak bisa berkutik dalam segala tekanan dan ancaman.


"Kita kepasar ya Mang Aca! "


Perintah Jihan kepada pria berusia 40tahunan yang mengemudikan Pajero hitam itu.


"Pasar? "

__ADS_1


"Maaf, Non, pasar mana maksudnya Non? "


tanya sang sopir yang sudah mengabdi di keluarga itu sejak Jihan balita.


"Pasar tradisional, Mang, "


"Aku sama mama mau cari suasana baru buat shopping, iya kan Ma?! "


ucap Jihan sambil mengerlingkan matanya ke sang mama.


Mirna yang faham maksud dari sang putri pun mengangguk dan tersenyum simpul.


Jadi, ini rencana anak gadisnya.


Pasar tradisional adalah tempat yang ramai dan kurang teratur.


Sehingga, tidak akan kentara kalau ia bertemu dengan sang putra nanti.


Para penguntit itu pun tidak akan curiga.


Mereka juga tidak akan mengikuti sampai ke dalam pasar yang becek dan kotor.


Mirna akan melakukan apapun demi melepas rindunya.


Ia tidak peduli lagi dengan gengsi yang di agungkannya dulu.


Ia juga tidak peduli nanti bajunya akan kotor dan bau.


Semua itu sudah tidak terlalu berarti lagi baginya kini.


Bahkan, ia rela melepas harta dan kedudukannya.


Ia tidak mau tersiksa rindu di masa tuanya.


Ia tidak mau kesepian.


Kini ia sadar bahwa anak adalah harta terbesar.


___®®___


Tetaplah disini, berikan Chibi alasan untuk menyelesaikan novel ini.


Karena viewer yang nyungsep bikin otor galau dan ilham mandek.

__ADS_1


Chibi akan berusaha updet setiap hari lagi.


__ADS_2