Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Perlawanan Fatimah


__ADS_3

✨Orang yang beradab, sudah pasti berilmu.


Sedangkan yang berilmu, belum tentu beradab.


Mengalah bukan berarti kalah.


Dahulukan lah,berfikir menggunakan otakmu ketimbang emosimu.



**~~~**


Mentari baru saja menampakkan dirinya dengan sinar keemasan yang teduh, di ufuk timur sana.


Ketika diri ini memijakkan kaki di pelataran gerbang pabrik.


Aku harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu di ruang srikiti, eh, serukuti, eh, apasih!


Penjaga yang mengenakan seragam putih-putih , dan terkadang biru dongker itu.


Ah, ya itulah, faham kan?


Kami pun masuk ke dalam ruang pemeriksaan sesuai gender.


Pernah ada yang salah masuk, mungkin pada saat itu, si pria tersebut sedang amnesia sementara , atau dia lagi modus saja mungkin sama mbak srikiti nya, pengen kenalan gitu.


Memang sudah peraturan di pabrik antara masuk dan keluar, agar di periksa seluruh badan dan juga tas yang kami bawa.


Demi meminimalisir, kejahatan, kecurangan dan pencurian.


Tetapi, tetap saja, yang namanya maling selalu bisa menemukan celah sekecil apapun.


Seperti kejadiaan beberapa waktu yang lalu, ketika Nur dan Sumi dimintai menjadi saksi.


Atas keterlibatan orang dalam, terhadap pencurian kosmetik, sampel, dan karena telah me-record secara diam-diam.


Setelah selesai di periksa, baru kami absen dengan sidik jari.


Setelah selesai di bagian depan aku pun segera menuju loker, untuk menyimpan tas, dan segala isinya termasuk handphone.


Kemudian aku mengambil jubahku, menyemprotkannya dengan spray cologne, biar gak bau apek karena sejak kemarin tersimpan di dalam loker.


Aku melihat Nur, sedang menungguku di tangga pintu depan, dia melambaikan tangannya dengan senyum terkembang.


Aku melakukan hal yang sama dengannya, ketika aku ingin mempercepat langkahku, tiba-tiba...,


"Brughh"


"Awshh"


Aku memegang bahuku yang sempat terdorong kesamping,kemudian membentur dinding.


Aku menoleh kebelakang.


Dan melihat mereka hanya tersenyum sinis.


(Mereka sengaja kan?)


(Sakit...!!)


"Masih betah lu nongol di mari, udah bikin gara-gara, pake izin pulang segala? " hardik salah satu dari mereka yang bertubuh tinggi dan cantik.


"Orang gak tau malu ya gitu, Li, "


"Palingan dia punya bekingan orang dalem, kalo enggak mah, pasti udah di keluarin dia! " sahut perempuan satunya lagi yang tingginya sama denganku, hanya tubuhnya sedikit berisi di bagian depan dan belakangnya.


"Aku salah apa sih sama kalian? "

__ADS_1


"Apa aku pernah buat salah sama kalian berdua? "


"Kenapa kalian selalu membuat masalah sama aku? " Geramku dengan sebelah tangan yang masih memegangi bahu.


"Dasar cewek sok polos! " Gadis yang bernama Mega dengan geramnya menghampiriku dan hendak menarik kerudungku, kemudian aku menangkis tangannya dan ku pelintir.


"Aww! " Mega menjerit ketika tangannya ku putar kebelakang tubuhnya.


Aku menahan rasa ngilu di bahu kiriku. Karena aku harus menggunakan tangan ini untuk menahan tubuh Mega.


"Katakan apa salahku sama kalian! " Pekikku kali ini aku benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi pada mereka.


"Lepasin gue, dasar cewek gila! "


Mega berteriak dan meronta dari kuncian ku.


"Eh,lepasin temen gue, lu udah nyakitin dia! " Liana hendak menghampiriku dan mencakar wajahku, seketika itu Nur datang tepat pada waktunya, kemudian menarik rambut panjangnya yang di kuncir kuda.


"Akhh! "


"Sakit si*l*n! "


Jerit Liana memekik keras karena Nur menariknya dengan kencang dan setengah menyeretnya agar menjauh dariku.


Banyak yang melihat kami tapi mereka hanya diam.


Bahkan ada juga yang merekam kejadian saat ini, dengan kamera handphone nya, yang belum sempat mereka simpan di dalam loker.


Aku harus menghentikan ini, sebelum berakibat lebih buruk lagi terhadap reputasiku.


Aku melepaskan Mega, begitu juga dengan Nur yang sudah melepaskan cengkeramannya dari rambut panjang Liana.


Aku melihat mereka berdua agak kesakitan.


Dan mata mereka yang menatapku nyalang.


(Macam liat kelinci saja kalian)


(Apa gak takut bola matanya menggelinding keluar?)


Aku pun membalas tatapan tajam dua gadis di hadapanku ini.


Cukup sudah aku terlihat lemah, semakin mengalah ternyata kalian semakin menindas ku.


Nur menghampiriku dan memelukku.


"Kita selesaikan ini di luar pabrik aja Kak, "


"Banyak saksi mata dan bukti rekaman, "


"Mereka bisa aja memutar balikkan fakta, "bisiknya di samping kerudungku


Aku pun mengangguk pelan.


Alarm berdering nyaring, tandanya jam bekerja kami di mulai.


Semua orang di dalam ruangan ini pun bubar, termasuk aku dan Nur.


Mega dan Liana masih menatap ku dengan penuh dendam, sampai kami berpisah di koridor yang berbeda.


Pekerjaan di jam pertama lancar, kini tiba waktunya kami beristirahat sebentar, mengisi perut, beribadah dan meluruskan kaki sejenak di musholla.


Bisik-bisik netizen perihal kejadian di loker pun, sayup-sayup masih kudengar.


Hingga beberapa orang wanita paruh baya yang notabene para karyawan pun sekilas menatapku, entah lah aku tak mau mengartikan maksud dari tatapan mereka.


Bahkan tadi,saat kami berdua melewati area gudang,ketika hendak ke kantin.

__ADS_1


Si Asep anak forklift mengacungkan jempolnya ke arahku, entah apa maksudnya.


Apakah sudah se santer itu beritanya?


Aku sama sekali tak bermaksud berkelahi, hanya upaya pembelaan diri, apa itu salah?


Ah, semoga ini hanya perasaanku saja.


"Udah si, Kakak woles aja, "


"Muka nya tegang amat dari tadi? "


"Mereka emang sekali-kali, harus di kasi pelajaran, "


"Biar gak seenak udelnya aja kalo bertingkah, "


oceh Nur dan tepukan tangannya di kakiku, akhirnya menyadarkan ku dari lamunan barusan.


Aku pun hanya bisa menghela nafas dan kembali menyandarkan punggungku di tembok musholla, sambil melipat mukena dan sajadah.


(Semoga tidak ada yang lebih buruk lagi)


Sementara itu di bawah pohon besar, yang terletak di belakang gudang botol-botol kemasan.


Seorang pria bertubuh kurus dan tinggi,terlihat sedang menyesap rokoknya dengan dalam.


Kemudian ia menyugar rambut keritingnya kebelakang.


"Gue makin penasaran sama tu anak, "


"Bahkan dia seberani itu berurusan sama si Mega dan Liana. "


"Gue kira, dia bakalan gak betah kerja di bagian itu, dan akhirnya nyamperin gue, tapi ternyata...dia cewek tangguh, "


Pria itu mendengus kemudian tersenyum miring.


"Terus, lu mau gimana bro, rencana lu bikin dia mewek terus merengek ke elu,


gagal total men! " sindir pria bertubuh gempal, sambil sesekali menyeruput kopi liong panas yang tidak di aduk.


" Gue akan manfaatin permusuhan mereka, "


"HAHAHAHA....!! " Pria yang bernama Rudi itu pun tertawa kencang, membayangkan keberhasilan ide licil di dalam fikirannya,kemudian menginjak batang rokok yang tinggal setengah dengan sepatu nya.


"Mega musuhin tu anak kan gara-gara elu, dasar baj1n9an! "


"Terus, elu mau nongol laksana pahlawan, norak lu! "


Seloroh si pria gempal dengan terkekeh.


"Diem lu, Joko bodo! "


"Gue kempesin tu gentong, baru nyaho lu? "


Geram Rudi, karena sejak tadi kawannya ini hanya meledeknya saja bukan malah mendukungnya.


Yang di omeli malah terpingkal-pingkal.


"Kebanyakan nonton sinetron si lu, "


"Kayak gue dong nontonnya drama korea, biar berkelas coy! "Oceh pria yang di ketahui bernama Joko Bodo tapi pinter(Dikit)


" Dih,sama aja, kampr3t!!"


Like... like... like...


Komen juga yaa...

__ADS_1


Kasih otor kopi buat nemenin begadang juga mauuuu..., 🤗


__ADS_2