Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Pengorbanan demi sebuah pertemuan.


__ADS_3

🕸Tidak perlu mengalahkan yang terkuat untuk menjadi hebat dan di takuti.


Cukup kalahkan nafsumu sendiri, maka kau takkan memiliki musuh yang akan menyerangmu.


🕸


___®®___


Rojali yang sudah mendapat pesan dan sharelock dari Jihan.


Langsung meluncur ke titik lokasi yang di tunjukkan GPS,dimana pertemuan mereka akan terealisasikan.


Sebuah pasar tradisional di pinggiran kota.


Menjadi pilihan sang pengemudi.


Karena itu lokasi yang terdekat dengan jalur mereka tadi.


"Mang Aca boleh nunggu di warung kopi itu, nih buat beli kopinya ya, "


ujar Jihan memberikan lembaran uang merah kepada sang sopir.


"Iya Non, makasi, "


ucapnya sang sopir sumringah sembari meraih uang yang bisa mengenyangkan perutnya dengan nasi padang komplit.


Ia, sempat meliriknya di ujung depan pasar tadi.


Rojali yang telah sampai di lokasi,segera memarkirkan si Jambul di parkiran khusus motor.


Yang terletak di samping pasar.


Berbeda dengan parkiran mobil yang terletak di depan pasar.


Lelaki tegap berjaket hijau khas tukang ojek beraplikasi itu.


Terus berjalan semakin masuk ke dalam pasar sambil menatap gawainya.


Terlihat ia meletakkan layar 6 inchi itu di indera pendengarnya.


📱"Oke, Abang udah sampe! "


"Semakin ke belakang, nanti akan ada tukang jualan berjejer, "


Rojali terus memandu sang adik lewat telepon seluler masuk ke pasar semakin dalam.

__ADS_1


Ia menggiring mereka ke bagian belakang.


Agar mereka bisa leluasa berbicara, sambil makan bakso dengan kuah pedas mungkin.


📱"Oke, cari depot bakso ya, noy! "


"Bentar lagi Abang sampe, "


Rojali pun mengakhiri panduannya.


Dan, ia bergegas memasuki pasar yang semakin becek dan berbau amis itu.


Hati nya terasa di remas.


Otaknya sudah menampung begitu banyak pertanyaan.


Entah yang mana akan ia lontarkan lebih dahulu nanti.


Kenapa sampai sebegininya.


Wanita yang sudah menampungnya selama berbulan-bulan di perutnya.


Berjuang dengan nyawa yang jadi taruhannya, saat menghadirkan ia ke dunia.


Kenapa harus semenderita ini hanya untuk menemuinya.


Karena Rojali faham bahwa mamanya adalah ratu sosialita.


Seumur hidup nya tidak pernah menginjakkan sepatu mahalnya ke tanah becek dan berbau amis campur beraneka bumbu ini.


Sekali lagi, surganya itu berkorban untuknya.


Jihan, memboking satu depot bakso yang terlihat lebih bersih dan rapi ketimbang depot lainnya.


Ia hanya ingin privasi.


Dan memastikan tidak ada pengunjung lain yang akan mendengar percakapan mereka.


Bagaimanapun, ia hanya berusaha menciptakan suasana yang tenang dan nyaman.


Terutama, untuk mamanya.


Berkali-kali Mirna menghirup aroma theraphy yang ia bawa.


Cairan dalam tabung kecil yang beraroma lavender itu lumayan menolongnya.

__ADS_1


Rojali mencari-cari depot bakso yang bernama "Bakso beranak pinak"


Terletak paling ujung, itu yang terbaca dari chat yang di kirim sang adik.


"Permisi Pak, saya sudah ada janji dengan tamu yang di ujung sana. "


jelas Rojali kepada sang pemilik kedai bakso tersebut.


Mirna yang menangkap suara yang tidaklah asing di telinganya itu.


Suara yang sangat ia rindukan.


Dari sosok sang putra yang sangat ia dambakan untuk dapat merengkuhnya dan meminta maaf.


Ia tidak perlu menutupi perasaannya kini.


Tidak ada yang kan menahannya untuk meluapkan semuanya.


Ia abaikan lokasi dan tempat yang baginya jauh dari nyaman itu.


Tapi, ini satu-satunya cara teraman.


Biar saja sepasang manusia pemilik kedai ini.


Menatap heran dan bingung pada mereka.


Yang saat ini sedang berpelukan erat sambil menangis.


Jihan, membiarkan sang mama dan putranya meluapkan apa yang terpendam bertahun-tahun.


Ia akan sabar menunggu gilirannya.


Meluapkan rindu, kepada satu-satunya saudara lelaki yang selalu melindunginya.


Menghiburnya di kala sedih dengan segala lelucon dan ketengilannya.


Meski sesekali mereka berdebat dan bertengkar hanya karena masalah sepele.


Namun, moment itulah yang paling di rindukannya.


__®®__


Terima kasih yang masih stay dan setia pada Rojali dan Fatimah.


Mendekati konflik, maka akan terungkap pula fakta.

__ADS_1


Stay tune... 💋💞


__ADS_2