Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Masa lalu(masa penuh kegelapan)


__ADS_3

___πŸƒπŸƒ___


Adiguna pun membalik Bogeman nya ke arah Dirga.


Dirga yang sudah bisa menduga bahwa akan di serang balik,memundurkan dirinya sedikit ke belakang, kemudian ia memutar badannya dan melemparkan tendangan andalannya dengan kaki kiri.


Karena Dirga ahli dalam karate.


Bahkan ia memiliki sensei.


Adiguna,yang menyerang tanpa perhitungan matang kalah cepat,hingga pergerakannya mampu di patahkan oleh Dirga.


Seketika tendangan itu pun mendarat tepat di rahangnya.


Bukk...


Adiguna terhuyung dan hampir terjerembab ke aspal,karena serangan pria marah di hadapannya ini begitu kuat,serta tidak main-main.


Adiguna menyeka darah yang menetes dari ujung bibirnya dengan kasar.


Kemudian ia membuang ludah ke samping.


Cuiihh...


"Sial...!sepertinya rahangku geser,"


"Apa lu sedang mabuk,hah!"Adiguna hendak menghampiri Dirga,karena ia heran kenapa dia tiba-tiba menyerangnya dengan penuh emosi.


Akan tetapi, Dirga yang sudah di kuasai oleh amarah dan cemburu buta,seakan menulikan telinganya,ia pun kembali hendak melancarkan serangannya.


Dirga hendak melepaskan pukulan di wajah Adiguna,namun lawannya ini ternyata bisa membaca gerakannya,hingga ia menangkis pukulan itu dengan mudah.


Adiguna yang terpancing emosi pun tak segan lagi,kemudian menyerang Dirga dengan tekhnik boxing nya.


Dirga yang sempat tersudut karena di serang secara beruntun itu,hampir saja ambruk.


Kemudian ia melihat celah untuk menyerang balik,pria berkulit kebulean itu hendak mengarahkan dua telunjuknya ke bola mata Adiguna.


Adiguna yang awas dan cekatan,dengan sigap menangkap kedua jari itu kemudian memelintir tangan kiri Dirga hingga ia memutar dan membelakanginya.


"Aakhh...!"


Pekikan kencang terdengar keluar dari mulut Dirga,karena ia merasa kedua jarinya seperti patah.


Adiguna menendang pinggang Dirga hingga ia terjerembab di atas aspal.


Dirga tak menyerah,dirinya yang sudah terbakar amarah itu bangkit kembali dan menyerang Adiguna dengan beringas.


Pukulan demi pukulan dan tendangan demi tendangan,di lancarkan oleh mereka berdua.Serangan demi serangan yang membabi-buta itu ternyata belum bisa menumbangkan salah satu dari mereka.


Goresan tercetak di pelipis,bibir yang pecah,hidung pun mengeluarkan darah.Bahkan lebam pun sudah tak terhitung.


Entah apakah ada rusuk yang patah dari keduanya.


Sekuat dan selihai apapun jurus yang di lancarkan Dirga,Adiguna tetap masih di atas angin.


"Gua kagak mabok,dasarr penghianat!"


hardik pria blasteran itu ke arah lawannya yang juga terlihat sedang mengolah nafas.

__ADS_1


Dirga yang baru saja mendapat serangan,sedang memegangi perutnya.


Wajahnya yang rupawan,perpaduan genetik antara belanda dan jawa,kini sudah berantakan,berlapis peluh bercampur darah.


Adiguna menghampiri Dirga yang hendak berusaha bangkit dengan susah payah.


Dengan senyum devil nya,kini ia berhasil meraih kerah jaket levis yang di kenakan oleh pria blasteran berlibido tinggi itu.


"Lu,jangan mimpi,bisa dapetin gadis baik-baik seperti Mirna!"


"Karena lu pria kotor,beracun,berotak sel*ngk*ngan!"


Bukk...


Adiguna menancapkan lututnya sekali lagi,ke perut Dirga.Hingga pria blasteran itu muntah darah.


Ia menarik rambut belakang Dirga hingga pria itu mendongakkan kepalanya.


"Gua bisa aja bunuh,elu!tapi,lu itu masih berguna buat gua,hahahaa!" tawa heyna Adiguna membuat wajah tampan itu terlihat mengerikan.


"Cuuhhh...!"


Dirga melemparkan ludah darahnya ke wajah Adiguna yang sedang tertawa jahat.


Adiguna mendelikkan bola matanya,rahangnya sudah bergemeretak.


"Lu bener-bener mau mati,hah!" Adiguna menggeram dengan satu tangan yang sudah mencengkeram batang leher cucu satu-satunya dari Ratu komoditi,Prameswari.


Dirga memegangi tangan Adiguna yang mencengkeram kuat batang lehernya.


"Lu,ngaca Di!lu pikir lu laki-laki bersih?" tantang Dirga dengan senyum mengejek padahal nafasnya sedang sesak karena cekikan pada jalur oksigennya.


Adiguna yang makin naik pitam,makin mengencangkan cekikan nya.


Bagaimanapun,Adiguna merasa dia lebih baik dari Dirga dalam segala hal.


Dapat menjalankan bisnis dengan baik bahkan hingga maju pesat,sedangkan Dirga sang pewaris satu-satunya hanya tahu menghabiskan uang dengan berfoya-foya dan bermain wanita.


Dalam segi beladiri,keberanian,kepemimpinan.


Strategi dalam mempertahankan wilayah,semua di kuasai Adiguna.


Dirga hanya tahu bersenang-senang saja.


Takkan dia rela gadis semurni Mirna jatuh ke dalam mulut busuk si buaya koreng,Dirga.


"Cinta akan berlabuh pada yang memuja kesetiaan!"


"Bukan pemuja bira*hi hewan!"


Akhirnya Adiguna melepaskan cekikan nya,kemudian mendorong tubuh yang sudah tak bertenaga itu, karena sebenarnya ia pun tak ingin membunuh Dirga.


Tidak melalui tangannya,tentunya.


Sebengal apapun dirinya,ia tetap menjaga kesucian gadisnya.


Ia bahkan berniat menikahi Mirna,tak ada sedikit pun niat untuk menjadikannya budak pemuas gelora.


Seperti yang ada di otak seorang cassanova tengik di hadapannya ini.

__ADS_1


Dirga melorotkan tubuh lemas nya,ia terbatuk-batuk ketika udara itu mulai memenuhi rongga dadanya lagi.


"Jangan sekalipun menyentuhnya,atau Prameswari akan tahu kebejatan si cucu kesayangannya ini," ancam Adiguna pelan namun penuh penekanan.


Kemudian ia pun berlalu ,diiringi tatapan penuh dendam dari pria yang terkalahkan.


Tatapan itu menusuk tajam sosok yang berjalan membelakanginya,hingga bahu tegap itu masuk ke dalam jeep wrangler hitam nya.


Malam ini api dendam dan persaingan mulai membara di hati seorang Dirga,ia tidak akan menjadi pecundang,ia akan merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya.


Dendam itu semakin membara ketika sang nenek meninggal dan hampir seluruh aset termasuk beberapa perusahaan jatuh ke dalam genggaman si licik Adiguna.


Dirga hanya menerima sepertiganya saja,bahkan ia hanya menjadi wakil direksi.


Sedangkan lelaki yang bukanlah cucu dari omanya,ia kini dengan angkuh menduduki kursi


CEO di tiga perusahaan yang di miliki prameswari.


Serta rumah mewah,beberapa mobil,dan juga perhiasan mas dan berlian.


Begitulah isi poin wasiat dari Prameswari,melalui kuasa hukumnya


"Gua punya modal yang keren buat mempersunting,Mirna,"


Adiguna memekik girang di dalam hatinya.


Terlihat senyum tipis yang tercetak dari bibirnya.


Senyum yang pertama kali ia buat,karena perasaan ini baru ia rasakan pertama kali.


Ia tidak peduli,meskipun warisan dan jabatan yang diraihnya ini penuh intrik dan tipu muslihat.


Ia takkan rela cucu penghabis harta itu merusak semua kerja keras sang oma..


Dirga yang tak terima keputusan akan hak waris,yang seharusnya semua menjadi miliknya.


Malah jatuh ke tangan Adiguna lebih banyak dan ia akan lebih berkuasa.


Dirga mengamuk dengan beringas di dalam kamarnya.


Cermin yang pecah telah berserak di lantai kamar bernuansa abu-abu itu.


Bahkan,ia melempari jendela kaca di kamarnya dengan sebuah kursi kayu.


Setelah puas mengamuk dan membuat para asisten rumah tangga nya seketika nambah kerjaannya.


Dirga melesat keluar kamar,kemudian meraih kunci mobil dan segera ke garasi.Dirga pun pergi dengan mengendarai jeep wrangler gagah miliknya.


Pergi ketempat dimana dirinya biasa melupakan sejenak masalah pelik di dalam hidupnya.


*Flashback off*


Mata mak dah lima watt...dah dulu yaa


jangan lupa like,komen,juga hadiah dan vote barangkali..


Mak mau promo juga


__ADS_1


Nupel baru mak,loncing hari jumat jam 4 sore...


Tengokin yee...😘😘😘πŸ₯°πŸ’–


__ADS_2