
π΄Kejar lah dahulu ridho dan restu dari Sang Maha Cinta.
Sebelum kau benar-benar memikat hati nya.
Rayulah dulu yang menciptakan belahan jiwa mu itu.
Sebelum kau merayu pujaanmu untuk mendapatkan separuh dari hatinya.
π΄
***~~~***
Dua minggu berlalu.
Fatimah memutuskan untuk tidak menceritakan kejadian yang telah menimpanya, kepada kedua orangtuanya.
Karena Fatimah tidak ingin mengganggu kesehatan Ayahnya yang sudah kembali normal dan mulai bekerja lagi.
Ia hanya tidak ingin ada pertikaian di dalam keluarga dari ayah Rojak, yang akan membuat mendiang kakeknya tidak tenang di alam baka.
Fatimah terpaksa menyembunyikan lukanya sampai sembuh.
Dengan terpaksa dan berat hati ,ia menerima tawaran untuk menempati sementara rumah Rojali.
Dan, Rojali tinggal terpisah dengan menyewa salah satu kontrakan babe nya Endin, yang kebetulan ada yang kosong.
Tidak lupa Rojali melapor dan meminta izin kepada pak Erte Udin , yang sudah mengenal gadis manis itu, karena pernah bertemu dengan Fatimah di rumah sakit tempo waktu lalu.
Sejak kejadian itu, Fatimah tidak pernah balik ke kosan.
Semua barangnya di urus oleh Nur yang bolak balik di antar oleh Rojali kadang di antar si Endin.
Sambil pedekate sepertinya.
Anak juragan kontrakan yang notabene pengacara, alias pengangguran tanpa acara.
Naksir gadis tomboy itu ternyata.
Rojali berharap Nur menjadi motivasi bagi Endin, supaya rajin dan mau bekerja mengandalkan kemampuannya.
Karena itu ia sedikit memberi celah untuk anak pemalas itu memperjuangkan cintanya.
Tampangnya juga gak jelek-jelek amat, tapi kalo mau di bilang ganteng mah jauh dah.
Tapi, tampang bukan syarat utama mencari pasangan dunia akhirat bukan?
Yang penting, Iman, Akhlak dan tanggung jawab.
Fatimah juga langsung resign dari pabrik,setelah peristiwa itu.
Nur yang mengurus semuanya.
Dengan berbekal surat dokter bahwa Fatimah kecelakaan dan butuh waktu untuk perawatan intensif.
Nur masih bekerja di pabrik itu dan berhasil mendapatkan promosi naik jabatan menjadi bagian staf QC(Quality Control).
Dalam masa percobaan enam bulan sebelum pengangkatan menjadi karyawan tetap.
Nur memang anak yang pintar, ia memutuskan mengambil kuliah minggu untuk menambah ilmunya.
Sebelumnya ia pindah ke kosan yang khusus putri.
Nur mendapat kabar dari kawannya bagian pengisian.
Dimana Nita bekerja di bagian itu.
__ADS_1
Nita tersandung kasus penemuan janin yang dibuang di toilet pabrik.
Seluruh line heboh.
Karena beberapa kali polisi memeriksa area pabrik.
Kejadian itu terungkap setelah bagian kebersihan menemukan janin yang tidak tahu siapa yang telah membuangnya.
Dua hari kemudian Nita yang tetap nekat bekerja ternyata mengalami pendarahan sehingga di larikan kerumah sakit terdekat.
Di sanalah di ketahui bahwa pasien beberapa hari yang lalu baru saja meminum obat untuk aborsi.
Yang menyebabkan robek di selaput rahim nya sehingga pendarahan hebat.
Akhirnya terbongkarlah semua.
Kau tidak akan bisa menyimpan kejahatan mu, kecuali,bila Allah yang berkehendak menutupi aibmu.
Di rumah sakit yang berada di lokasi yang berbeda.
Seorang perempuan cantik sedang terkapar tak berdaya dengan berbagai alat yang terhubung ke tubuhnya.
Kulit putihnya nampak pucat.
Rambut pirangnya, kusut tak terurus.
Ia sudah koma selama satu bulan.
Tak ada yang menemaninya, tak ada keluarga yang membesuknya.
Hanya beberapa temannya.
Yang terlihat mendatangi nya di rumah sakit itu.
Terutama pada alat kem*lu*nnya.
Ia mengalami kekerasan s3ksual.
Sehingga mengalami pendarahan dan juga keracunan obat.
Berkali-kali tim medis menanyakan apa yang terjadi pada kawan yang sudah membawa Tina ke rumah sakit.
Mereka hanya menggeleng, dan bilang tidak tahu.
Mereka tidak mungkin mengatakan siapa dalang yang hampir menghabisi nyawa teman mereka tersebut.
Dan mereka tidak mungkin mengatakan bahwa Tina adalah korban kekerasan pria gila hipers3x.
Yang menjadi bos mereka.
___π___
Selama dua minggu Fatimah menempati rumah Rojali.
Selama pemulihan, sahabatnya itu tak pernah meninggalkannya.
Rojali juga sering menengok dengan di temani Udin yang menjabat sebagai aparat Erte di kampung itu.
Rojali percaya kepada Udin dan menceritakan semuanya secara gamblang dan terbuka.
Udin sempat tercengang dan miris dengan apa yang dialami gadis sebaik Fatimah.
Ia pun membantu menjaga dan merahasiakan semua bahkan identitas Fatimah.
___π___
__ADS_1
Dua bulan berlalu
Kini semua sudah berjalan normal.
Fatimah sudah bekerja kembali.
Ia sudah mengikhlaskan apa yang terjadi.
Meski pun ia tidak akan bisa melupakan peristiwa itu.
Semua berkat dukungan dan bantuan dua orang yang peduli padanya.
Nur yang selalu ada di saat ia membutuhkannya.
Rojali yang selalu mengkhawatirkan keadaannya.
Menjadi possesif, menjadi lelaki yang bawel.
Selalu siap mengantar kemanapun Fatimah pergi.
Dia yang lebih dulu mensortir setiap panggilan kerja yang di dapat oleh Fatimah.
Akhirnya, ia yang mencarikan pekerjaan untuk gadisnya itu.
Upss, Rojali udah mengklaim aja tuh.
Fatimah yang biasanya keras dan dingin terhadap lelaki yang berniat mendekatinya.
Entah mengapa, menurut saja akan segala aturan yang di buat oleh lelaki yang tanpa ia sadari,sudah mendapatkan tempat di pojokan relung hatinya.
Berhubung Rojali sering mengantar-jemput Fatimah di rumahnya.
Rojali kini semakin dekat dengan keluarga Fatimah.
Terutama kedua adik kembarnya.
Mereka satu server, sesama penyuka sepak bola dan badminton.
Ayah dan ummi juga menyambut dengan tangan terbuka.
Pembawaan Rojali yang selengean dan apa adanya.
Tapi, tau sopan santun sama orang yang lebih tua.
Membuat orang lain mudah menerima ke hadirannya.
Sebulan sudah Fatimah bekerja di toko roti, milik salah satu teman bisnis Rojali.
Hubungan yang semakin dekat ini, membuatnya berfikir, apakah ini saat yang tepat?
Bagaimana dengan keluarganya?
Haruskah ia memberitahu mereka?
Akankah papanya peduli?
Ah, ia masih punya mama bukan?
Kasian ya babang Rojali alias Ali.
Jangan-jangan mau????
Mau apa ya??
Dukung cerita ini terus yaa... πππΎ
__ADS_1