Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Beruang jonggol


__ADS_3

🌵Kehidupan ini tidaklah seindah yang kita bayangkan.


Akan tetapi, tidak juga seburuk yang kita fikirkan.


Berfikirlah positif,


Tidak peduli seberapa keras kehidupan mu. 🌵


***~~~***


Gadis itu terus melengkungkan bibirnya,sambil melihat pepohonan dan bangunan yang seakan menjauh mundur kebelakang,karena ia sedang menatap keluar melalui jendela mobil yang dikendarai oleh pria berkulit putih, bermata sipit dan bertubuh berisi.


Sesekali pria itu menoleh ke arah gadisnya.


Ia meraih tangan gadis itu dengan sebelah tangannya, meremas jari-jari lentik itu pelan.


Sang gadis bertindik di hidung itu pun menoleh lalu tersenyum nakal.


Kemudian ia memiringkan tubuhnya hingga menghadap pria yang sedang berada di depan kemudi tersebut.


Bergelayut manja, dan sekilas mengecup pipi sang pria.


"Jangan menggodaku, "


ucap pria itu berusaha menahan hasratnya yang sudah terpancing oleh gadis di sebelahnya ini.


"Kau yang mulai duluan, "


kilah sang gadis yang mengenakan dress mini tanpa lengan di atas lutut, membuat paha dan betis mulusnya terekspos nyata.


Ia malah mengusap-usap dada sang pria.


Membuat konsentrasi si pengemudi ambyar kemana-mana.


Kemudian sang pria membanting setir,dan menepikan mobilnya.


Mereka berhenti tepat pinggir jalan yang agak sepi, tak ada bangunan di sana, hanya pohon besar dan semak belukar serta pagar pembatas.


Ia melepas seat bealtnya, kemudian meraih tangan si gadis yang sejak tadi menggodanya.


Menariknya hingga sang gadis terduduk dalam pangkuannya.


"Kau ini benar-benar gadis kecil yang nakal. "


Sang gadis malah menyampirkan rambutnya kesamping, hingga menampakkan lehernya yang putih dan jenjang dengan tato kecil bergambar kupu-kupu.


Gelora hasrat sang pria semakin bergejolak melihat penampakkan indah di hadapannya.


Seakan tak sabar lagi ia pun langsung menerkam kelinci kecil di hadapannya itu.


Ia melahapnya dengan begitu rakus, menggigit, mengulum dan *******.


Hingga menciptakan simphony dan melodi dalam setiap kecapan yang terdengar, deru nafas yang memburu di antara keduanya.


Dan setiap des*h*n yang mengalun dari bibir bergincu merah muda gadis di atasnya itu.


Nyatanya,seakan memicu otot salah satu bagian tubuh sang pria membesar berkali-kali lipat dari bentuknya semula.


Pakaian bawahnya kini kian sesak, suatu benda yang hidup disana sudah meronta dan menggeliat.


Gadis ini benar-benar menyiksa nya dengan nikmat.


"Udah ah, nanti Kakak sepupu aku nungguin lho? "


ucap sang gadis menghentikan tangan sang pria yang sudah setengah masuk lewat dress bagian bawahnya.


Hendak menarik benda segitiga tipis dengan renda di samping kanan dan kirinya.


"Ck, kan kamu yang mancing duluan, "

__ADS_1


"Dia udah bangun lho, "


ucap sang pria sambil mengarahkan tangan sang gadis pada pedang tumpulnya.


"Ish, aku juga udah tau kali, ga perlu di suruh megang juga, "


"Kan udah berasa, " desis nya sambil mengerling nakal dengan sedikit memijat kepala pedang tumpul itu.


Membuat sang pria melenguh berat, kemudian mendelik sebal, karena setelah nya sang gadis kembali ketempat duduknya semula.


"Awas aja, aku gak akan kasih ampun kamu nanti, "


ancamnya kemudian kembali menjalankan mobilnya.


"Ish, pendendam amat jadi orang, " protes sang gadis bertindik itu kemudian terkekeh.


"Aku aja, yang udah kamu bikin basah, tapi diem tu gak protes, week! "


Ledek gadis itu lagi, sambil menjulurkan lidahnya.


Yang akhirnya mendapat rem*s*n pada salah satu buah yang menonjol pada tubuh bagian atasnya.


"Aww, lagi dong, hahaha...! "


Ia terus saja menggoda sang pria yang sudah menekuk wajahnya hingga sepet.


**


Lantunan sholawat merdu, menjadi nada dering di smart phone miliknya,yang dengan sengaja tergeletak di atas lemari pakaian.


Abtahiyyat wabsalam


Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom


Abmahabbat wabtisam


Din assalam.


Fatimah yang sedang menyetrika blues tangan panjang untuk di pakainya bekerja, lantas segera mencabut colokan dari benda yang menjadi panas ketika di aliri listrik itu.


Segera ia hampiri asal bunyi merdu itu,kemudian mencabut kabel yang terhubung antara smartphone miliknya dengan colokan.


Untung saja sudah hampir penuh.


Ia pun segera mengangkat panggilan dari aplikasi hijau tersebut.


Tertera satu nama di sana, yaitu orang yang sedang ia tunggu dan ia harap dapat membawa kabar baik dan menjadi jalan keluar dari kesulitannya saat ini.


📱"Assalamu alaikum, Tina, "


📱"Jadi,kamu sudah sampai? "


📱"Oke, Kakak jemput kamu kebawah, tunggu sebentar ya, "


Sambungan pun terputus.


Fatimah segera mengganti bajunya,yaitu gamis rumahan dan kerudung instan yang menjulur sampai dada yang biasa di sebut bergo maryam.


Karena kalau di dalam kamar, Fatimah hanya mengenakan pakaian tidur pendek.


Kemudian ia membangunkan Nur yang sedang tidur cantik, dengan memeluk erat gulingnya.


(Perasaan baru aja nempel di bantal ni anak, kok udah merem aja?)


(Dasar *****, sok-sok an baca novel sambil rebahan!)


(Baru berapa lembar dah ditinggal aja buat bikin pulau iler)


Ia mencoba membangunkan nya,menggoyangkan bahu nya hingga beberapa kali.

__ADS_1


Nur memang kalau tidur itu pulas sekali dan susah untuk di bangunkan.


(Dasar kebluk!)


(Ini yang di bawah kelamaan nunggunya ntar)


Ia pun akhirnya memencet hidung mancung nya Nur, sampai gadis itu susah bernafas.


"Emmhh...! "Nur menggeliat


"Kakak ih, kebiasaan! "


Pekik Nur yang sudah membuka matanya lebar,sambil menepis tangan Fatimah yang masih asik bertengger di hidungnya.


(Akhirnya si kebo bangun juga)


"Kalo gak begini tuh gak bangun, "


Kilah Fatimah kemudian sambil menjawil dagu nya Nur yang sedang mencebik kesal.


"Lagi enak ngimpi juga, ketemu sama bang Yibo, "


omel Nur tak terima mimpi indahnya bertemu dengan salah satu aktor drama dari negeri panda,terpotong tingkah jahil sahabat sekamar dan sehati nya itu.


"Dih, yaudah gih lanjut lagi sonoh,"


"Kakak cuma mau izin nemuin jemput sepupu Kakak di bawah, "


"Takutnya kamu histeris di tinggal di kamar sendirian.


jelas Fatimah kemudian beranjak menuju pintu dan memutar kuncinya.


" Oh, yang mau nawarin Kakak kerjaan? "


tanya Nur sambil menguap.


"Kalo nguap itu jangan lebar-lebar! "


"Jangan lupa di tutup juga! "


"Gak takut apa ada kodok loncat, trus ketelen? "


sindir Fatimah tapi kemudian ia terkekeh dengan ledekannya sendiri.


"Udah sonoh, ih, katanya mau jemput orang! "


sergah Nur kesal dengan melempar bantal butut nya yang lusuh ke arah Fatimah.


Untung Fatimah ngeles kalau tidak, mungkin sudah terkontaminasi oleh pulau bakteri buatan Nur barusan.


"Iya, iya ni mau keluar, "


"Nanti Kakak ajak ngobrol di balkon aja deh tamunya, "


"Silahkan berhibernasi ya, beruang jonggol, hihihi... "


Kemudian Fatimah keluar dan mengunci kembali pintunya dari luar.


Karena kalau ia yang meminta Nur untuk menguncinya dari dalam.


Bisa gaswat nanti urusannya.


Kalo ada yang kaget sama adegan paling atas, otor mau....


Kabuuuurrr....


Jangan lupa pencet like,kasi kembang kek, komen apa aja asal jangan ngomelin otor yak...


Lanjut ambil langkah seribu...

__ADS_1


__ADS_2