
___®®___
Seminggu sudah Rojali dan Fatimah tidak bertemu.
Karena Rojali sibuk dengan misinya.
Sedangkan,Fatimah sudah tidak lagi bekerja di pabrik roti itu.
Ia memutuskan untuk membantu usaha catering ummi yang semakin di kenal orang.
Sehingga semakin banyak pesanan,yang tentunya tidak bisa lagi di handel hanya oleh ayah dan ummi saja.
Si kembar sudah mulai sibuk dengan kegiatan sekolahnya.
Ekstrakulikuler Taekwondo,serta sesekali ikut para sabeum mengajar di beberapa sekolah dasar.
Belom lagi kegiatan mengaji tahfidz,serta latihan hadroh.
Si kembar pun sudah lumayan sering dapat panggilan.
Entah itu untuk acara maulid,khitanan dan acara lainnya.
Grup hadroh mereka cepat terkenal bukan hanya karena ke apikan cara mereka memainkan alat musik yang di tabuh itu.
Tapi juga lantaran,Farhan yang menempati vocalis, mempunyai suara yang merdu dan mampu menghipnotis setiap orang yang mendengarkannya.
Di kala ia mendendangkan berbagai macam alunan sholawat.
Selesai solat isya Fatimah merebahkan raganya di ranjang besi dengan kasur kapuk.
Ia menatap layar 6 inchi itu tanpa kedip.
Layar yang gelap dan berwarna hitam.
(Kenapa dia gak pernah menghubungiku?)
(Apa begitu sulit meminta restu kedua orangtua nya?)
Gadis itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Karena ingatan kebersamaanya dengan lelaki itu sedang berkelebat sepintas di fikirannya.
Sifat tengil,gaya yang selengean,bicara yang apa adanya.
Ia yang sering tertawa dengan tingkah absurd lelaki itu.
(Apa aku lagi kangen sama si gondrong?)
__ADS_1
Kini ia menaikkan lututnya ke atas.
Hingga beradu dengan dagunya.
Gadis itu memeluk kedua kakinya.
Masih senyum-senyum sendiri.
Ia membuka galeri foto.
Dia sosok perempuan yang jarang selfie.
Apalagi foto bedua dengan lawan jenis,tentu kalian tidak akan menemukan itu di galerinya.
Kecuali jika lelaki gondrong itu,yang kadang mengirim foto dirinya yang sedang berada di suatu tempat.
Seakan mengabarkan rutinitas dan kesehariannya.
Mungkin lelaki itu berharap Fatimah akan mengirim balik fotonya.
Namun,sayang sekali itu tidak akan terjadi.
Fatimah hanya akan mengirim foto,tangannya yang sedang menyusun berbagai jenis kue dan roti.
Atau,hanya sekedar mengirim foto makanan yang di santap nya ketika makan siang.
Seminggu ini,ia merasa ada yang hilang.
(Kenapa sekarang tidak ada kabar?)
(Padahal jawaban doaku begitu jelas)
(Tapi mengapa keadaan ini membuatku gamang)
(Ku mohon,hubungi aku!)
___®®___
Di lokasi yang berbeda,seorang lelaki dengan jaket hijaunya.
Terlihat memarkirkan kendaraan roda duanya.
Di sebuah pekarangan rumah yang lumayan luas.
Di teras beberapa remaja terlihat menyambutnya.
"Assalamu alaikum!"
__ADS_1
Rojali memberi salam sembari menjabat tangan para remaja itu satu persatu.
"Waalaikum salam!"
Mereka menjawab serempak,ada yang menjabat tangan,mencium bahkan tak segan merangkul dan memeluk lelaki gondrong itu.
"Gimane kabar lu pade,hah,"
"Sehat,sehat?"tanya Rojali,netra nya mengedar kan pandangan nya satu-satu.
Kearah para pemuda itu,sambil sesekali tangannya menepuk pundak salah satu remaja yang berpakaian gamis itu.
" Sehat walafiat,Bang,Alhamdulillah!"
"Abang,kemane aje,udah lame baru nongol?"
"Kirain,ude lupa ame kite-kite di mari,"
Jawab salah satu pemuda itu,sambil berkelakar.
"Nyari jodoh dong,"ucap Rojali sambil menaik-naikkan alisnya.
Ciri khasnya kalo sedang mode tengil.
" Wueddeehh...,trus dapet kagak Bang?"
tanya salah satu pemuda dengan nada dan tampang yang meremehkan.
Kemudian di sambut dengan tatapan serius dari pemuds yang lainnya,yang jumlahnya sekitar lima orang itu.
Rojali tidak langsung menjawab,ia cuma cengengesan kuda aja.
Bikin,beberapa pemuda itu gemes dan hampir gedek liat ekspresinya.
"Si Abang,di tanya malah nyengir-nyengir,"
"Jangan-jangan,gagal ya Bang,trus...,"
"Abang,mulai gila gituh,makanya kesini biar diobatin sama abi?"
ucap si pemuda bergamis serius sambil bergidik.
"Sembarangan...!"
Tak ayal Rojali melayangkan jitakannya tepat di atas ubun-ubun pemuda itu.
Membuat seketika tawa bergelegar dari teman-temannya.
__ADS_1
💞💞
like dan komen ya,jadilah readers yang nyata.