Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Pacar jagoan


__ADS_3

___®®___


Rojali lantas menengok.


"Berbahagia lah_"


ucap Mirna sambil mengelus lembut bahu sang putra.


Senyum wanita yang sudah menampung dirinya selama 9 bulan lebih di dalam rahimnya itu.


Membuat wajahnya seketika cerah dan bersemangat kembali.


Fatimah sudah mengabari kedua sahabatnya perihal acara pernikahannya.


Grup chat Jomblo Fishabilillah mendadak ramai kala Fatimah mengabarkan berita ter updet.


Nur📱"Akak ni,ha_tau-tau dah mau nikah je,"


"Super hero mu itu bener-bener sudah memenangkan hati mu kak!"


Sumi📱"Aku kok yo ndak tau apa-apa,"


"Kak Fatimah tega,"


Fatimah📱"Ya udah sih,kita impas,"


Nur📱"Hahaha...masih mending di undang ya,Kak?"


Sumi📱"Nyindir aja teroooss!"


Fatimah📱"Bener tu kata si lakbet,"


Sumi📱"Aaa...kalian jahat tak bilang ke mamas ku lho!"


Nur📱"Gih,gak takut pisan gue,"


Fatimah📱"Hush,sian ah_bumil di godain aja,"


"Udah Sumi sayang,cup_cup_cup jangan diem!"


Sumi📱"Mas Ajiiii...mereka jahara!"


Mereka berdua akhirnya susah sendiri,karena harus membujuk Sumi yang ngambek.


Karena hormon kehamilannya membuatnya akhir-akhir ini makin sensitif dan manja.


Hmmm,bawaan orok mungkin ya?


Nur akan menginap di malam mangkat,karena ia ingin ada di sisi sahabatnya di saat akad.


Sumi dan Aji akan berangkat dari kota S dengan pesawat.

__ADS_1


Fatimah menyewa rumah salah satu warga untuk tempat Sumi dan Aji menginap sehari semalam.


Yaitu salah satu kamar kosong di rumah Mang Husen.


__💞__


Hari yang cerah mengiringi langkah kaki seorang lelaki tegap berwajah tampan.


Garis keturunan asli bumi pertiwi.


Dengan alis mata tebal,rahang yang tegas membalut wajah nya yang tirus.


Rambut hitam ikalnya sengaja di biarkan jatuh di bahunya.


Dengan kopiah hitam berhias kuning keemasan,bertengger penuh wibawa nan gagah di atas kepalanya.


Dengan di apit dua wanita muslimah cantik nan anggun.


Rojali mantab maju menghampiri rumah kecil nan sederhana.


Yang kini sudah di hias dengan suasana serba putih,dengan hiasan bunga segar di mana-mana.


Rojali terkesiap,kemudian ia menoleh kepada wanita dewasa yang begitu anggun dengan balutan abaya dan jilbab lebar menjuntai.


Mirna yang mendapat lirikan tajam dari sang putra,hanya mengerlingkan matanya saja.


Gadis muda di sebelahnya yang tak kalah anggun dan dewasa dengan pakaian muslimah nya,menutup mulutnya menahan tawa dengan satu tangannya yang bebas.


Fakta baru yang mengagetkan ketika kedatangan seorang lelaki dewasa tinggi dan gagah.


Ia turun dari mobil mewahnya yang di parkir sementara di halaman kosong salah satu warga.


Nur pun berlari menyambut tamu special nya itu.


"Aa gak nyasar kan?"


sambutnya dengan senyum ceria yang menghias wajahnya remajanya.


Yang kini semakin cantik dengan polesan tipis dari seorang MUA.


"Lho,ini Kamu_Ainiku?"


kagetnya ketika tiba-tiba seorang gadis cantik menghampirinya dengan senyum sumringah.


"Hish,emang Aa kirain siapa sih?"


"Baru dua minggu gak ketemu udah lupa sama Aini!"


sungutnya mengeluarkan wajah judesnya yang malah nampak menggemaskan di mata lelaki itu.


"Bukannya lupa,cuma pangling kok kamu jadi tambah cantik gini?"

__ADS_1


godanya sambil mengacak ujung kepala yang di balut kerudung itu.


"Ih,ih,berantakan ni nanti ah,"


"Jail nya deh mulai,rese!"


omel Nur sambil membetulkan ujung kerudungnya yang berantakan.


"Abisnya,mau nowel kan gak boleh apalagi nyium,"


goda lelaki itu senang rupanya membuat mata belo itu tambah membola.


"Mesum deh,mau di tampol ya?"


ujar Nur menunjukkan buku jari tangannya yang sudah mengepal.


"Ck,gini nih kalo punya pacar jagoan,ancemannya kalo gak di tampol ya di bogem,"


keluhnya sambil menghembuskan nafas nya kasar.


"Makanya Aa jangan mesum sebelom kita halal!"


sungut Nur kemudian menurunkan tangannya.


"Owh, gitu..."


"Berarti kalo udah halal bebas mesum dong?"


bisik lelaki dewasa yang mengenakan kemeja berwarna biru dongker pres body.


Hingga membuat bentuk tubuhnya yang tegap tercetak jelas.


"Ish,bisik-bisik segala kayak syaitonirrojim."


Nur berlalu meninggalkan lelaki itu di belakang.


Bukan apa,ia hanya berusaha mengalihkan dentuman di dadanya,ketika posisi mereka sedekat tadi.


"Dasar bocah nakal!"


"Gua udah dandan maksimal gini,malah di katain setan,"


gumam lelaki itu pelan namun bibirnya menyunggingkan senyum yang menawan.


Rojali memperhatikan adegan barusan,karena ia seperti mengenal lelaki yang berjalan di belakang sahabat calon istrinya itu.


"Lho...anda?"


Yang penasaran,sabar yaa...


Ini tabungan mak sebelom masuk hopital.

__ADS_1


Next bab...nunggu hormon mak stabil dulu yee😌


__ADS_2