
___ยฎยฎ___
"Ayuk kesana,tu Kak Fatimah udah nungguin,"
ucap Jihan kepada sang Abang.
Rojali secepat kilat menengok ke arah yang di tunjuk sang adik.
Netra nya tak bergeming menatap keindahan yang sebentar lagi akan menjadi halal untuknya.
Wajahnya menghangat,debaran jantungnya kian menghentak.
Antara percaya dan tidak percaya,ia akhirnya berada di saat seperti ini.
Ia terus menatap wajah cantik yang di poles riasan natural itu,sosok anggun yang menunduk itu tiba-tiba mengangkat wajahnya dan tatapan mereka akhirnya bertabrakan.
Lengkungan macam bulan sabit tercipta di wajah rupawan itu.
Hatinya tergelitik,bagai ada ribuan kupu-kupu yang menari poco-poco di sana.
Inikah rasa bahagia itu?
Berkali-kali ia merasakan jatuh cinta pada gadis yang sama.
Berkali-kali Tuhannya memberi nikmat yang tak terhingga.
Sudah sepatutnya ia bersyukur bukan?
๐๐ข๐ฃ๐ช๐ข๐บ๐บ๐ช ๐ข๐ข๐ญ๐ข ๐ช๐ณ๐ฐ๐ฃ๐ฃ๐ช๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ข ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ป๐ฅ๐ป๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ.
Sesungguhnya,nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan?
Teruslah berprasangka baik terhadap segala ketentuan Allah.
Takdir dan kehendakNYA.
Karena yang baik menurut kita belum tentu baik bagi kita.
Dan sebaliknya,sesuatu yang kita anggap buruk untuk kita,ternyata adalah kebaikan bagi kita.
Allah maha tahu atas segalanya.
Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa bersabar akan meraih kebahagiaan pada akhirnya.
Bersabarlah,
Karena sabar itu luas tanpa batas.
Bagai cakrawala yang tak berujung.
Bagai laut yang tak bertepi.
๐
Akhirnya kedua mempelai itu duduk berdampingan.
Rojali sempat melirik gadis yang sebentar lagi akan menjadi istri sah nya itu.
Begitupun Fatimah,ia tak dapat menahan keinginan hatinya untuk menatap calon imamnya itu dari dekat.
Betapa gagah dan tampan di matanya kini.
(Jangan kan di matamu Fatimah,di mata readers pun samaaa____)
Mereka berdua saling melempar senyum,yang mengakibatkan dentuman jantung pada masing-masing dada itu semakin tak karuan.
Mereka berdua pun menoleh dan menunduk,memejamkan mata sambil menautkan kedua telapak tangan di atas paha.
Berusaha menetralkan debaran yang berujung mengalirkan peluh di pelipis dan jambang halus.
Jangan tanyakan lagi kaki yang gemetar di bawah meja sana.
(Aih,kenapa lama sekali?)
(Ayo lah pak penghulu aku sudah hampir mati menahan grogi nih!)
Pak penghulu yang sudah berada di hadapan mereka sedang sibuk menyiapkan beberapa berkas.
Tapi,sesekali ia sempat melirik kedua calon pengantin yang berada di hadapannya itu.
Ia terkekeh kecil,menangkap kegusaran dari keduanya.
Baginya,sudah menjadi hal yang biasa melihat calon pengantin yang tegang seperti ini.
Ia pun memutuskan untuk menggoda calon mempelai pria.
"Mau nikahnya kapan nih?"
__ADS_1
tanya pak penghulu serius.
"Eh,ya_sekarang Pak,"
jawab Rojali terkesiap
"Udah siap emang?"
tanya pak penghulu dengan seringai tipis.
"Insyaallah siappp!"
jawab Rojali mantap.
"Duileh,semanget bener!"
"Udah hafal belom nama calon bini beserta binti nya ?"
ledek pak penghulu lagi,bermaksud mencairkan ketegangan kedua mempelai.
"Ya udah dong Pak,"
jawab Rojali gemas
"Awas,jangan ampe salah sebut!"
"Entar,nama bini orang di sebut,berabe,"
ucap pak penghulu terkekeh kecil.
Rojali pun ikut terkekeh,sedangkan Fatimah menutup mulutnya menahan senyum.
"Oke_status perjaka sama gadis nih,"
"Berarti belom pernah nikah ya?"tanya pak penghulu memulai candaannya.
" Belom Pak,"jawab Rojali cepat
"Kawin udah?"ledek pak penghulu.
Rojali hanya menggeleng sambil tersenyum gemas.
" Bagus!"
"Kawinnya nanti kalo udah nikah,kalo udah ijab qobul,kalo udah sah!"
ujar pak penghulu yang di sambut tawa seluruh tamu yang hadir.
tanya pak penghulu ambigu.
Rojali yang terkesiap lantas menjawab.
"Di sini_"
Kemudian di sambut tawa menggelegar dari setiap tamu yang menyimak obrolan mereka.
"Eh,lha jangan!"
pekik pak penghulu sambil tertawa geli.
(Aduh,Bang jangan bikin malu nape!)
Sang pengantin wanita semakin menunduk saja,rasanya wajahnya sudah semerah buah naga.
"Kawin ye di dalem kamar sono,di sini nikah nye!"
Dan tawa itu terus meriuhkan suasana.
Rojali yang kikuk karena jawabannya yang asal,hanya bisa menahan malu yang menyebabkan wajahnya terasa kebas.
(Kena jebakan betmen Bang ojol,hahaha...)
"Latihan ijab qobul dulu ya,Nak Rojali jabat tangan calon Bapak mertua ayo,"
"Bapak Rojak ikutin kata-kata saya ya,"
"Nak Rojali setelah kata tunai nanti langsung nyambung ya,"
Begitulah kira-kira penjelasan dari pak penghulu yang di angguki keduanya.
"Oke kita mulai,"
Pak penghulu pun mulai membisikkan kata ke ayah Rojak.
"Nak Rojali Al habib bin Adiguna,saya nikahkan dan saya kawinkan kamu,dengan putri saya yang bernama Fatimah Al Fihri bin Abdul Rojak dengan mas kawin,kalung emas seberat 12 gram dan uang Dua belas juta dua puluh ribu dua satu rupiah di bayar TUNAI!"
"Sambut_"
__ADS_1
Pak penghulu menepuk tangan kedua orang di hadapannya yang terpaut.
"Saya terima nikah dan kawinnya Fatimah Al Fihri bin Abdul Rojak dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI!"
ucap Rojali jelas dan lugas.
"SAAHHH!"
"SAAHHH_!"
Entah siapa yang meneriakkan kata-kata ini sehingga,membuat sang pengantin pria terkesiap kemudian...
"ALHAMDULILLAH,"
ucap Rojali sambil mengusap wajahnya.
"Eh,belooomm...!"
"Kan baru latihan!"ucap pak penghulu sambil tersenyum dan menggeleng pelan.
" Jiaahhh....!"
"Baru gladi resik Bang ganteng!"
"Hahahaaa...!"
Rojali pun hanya bisa melongo dan pasrah karena dia jadi bahan tertawaan lagi.
(Jambul,bos lu malu-maluin)
Calon pengantin wanita sudah tidak bisa lagi menyembunyikan semburat malu di kedua pipinya yang merah bagai udang rebus.
Mirna dan Jihan menepuk kening mereka bersamaan akan kelakuan sang pengantin pria yang nyeleneh itu.
Bahkan Abi Fatih dan Uma khumairoh tidak bisa menahan kekehan mereka.
"Ampun deh,Bi si tengil bisa kikuk juga ya,"seloroh uma terkekeh sambil memukul-mukul lengan abi dengan gemas.
"Kenape Abi nyang jadi samsak si?"
protes abi berlagak kesal.
"Duile,merajuk konon,pukulan Uma juga ga ade rasenye Bi,"
gemas uma malah semakin menjadi karena kini ia beralih mencubiti pinggang sang suami.
"Uma,eh_ inget ini kite lagi dimane!"
lirih abi pelan karena takut terdengar tamu yang lain.
"Inget dong Bi,kan di acara lepas perjaka nye si Jali tu,"
jawab uma dengan memajukan bibirnya menunjuk ke depan ke arah sepasang calon pengantin itu.
"Kalo inget,ga usah godain Abi mulu nape,pake nyubitin pinggang kan geli.Entu lagi bibir pake di monyong-monyongin,"
"Kalo di rumah udeh Abi sosor,"
ucap abi Fatih gemas sambil mengeratkan giginya.
Uma hanya cekikikan saja menanggapi ucapan suaminya itu.
"Abi mah,gak inget umur mesum mulu pikirannye,"
cibir uma sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"Ye,barin aje_"
"Mesum ame bini sendiri,kalo mesum ame bini orang tu baru sale,"lirih abi berbisik di samping kerudung lebar uma.
" Ih,Abi apaan si?"
"Malu ah,pake bisik-bisik tetangga segale,"
omel uma mendorong pelan wajah abi yang hampir menempel di kerudungnya.
"Ya udah,nyok kite pulang aje,"
"Udah kagak tahan nih,"
ledek abi bermaksud menggoda uma.
"Diem deh bi,malu kalo ada yang denger entar!"
ucap uma gemas dengan pipinya yang merona.
Di prank yak...wkwkwkwk
__ADS_1
Sabar pemirsahh๐คฃ
Tungguin di bab selanjutnyah๐