Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Terseponaaaa...akuu...


__ADS_3

___®®___


Sekilas ada yang tersepona hingga terpana.


Waktu seakan melambat.


Membuat senyum dan lambaian dari bulu mata lentik itu puas di pandangi.


Hingga,Rojali tersadar bahwa rezeky ini belom lagi halal untuk di nikmati sesuka hati.


Hingga sahutan salam darinya pun,terasa terjawab dengan begitu syahdu dan merdu.


Apakah ini efek dahsyat dari rindu itu?


Hingga semua yang terlihat dan terdengar darinya begitu indah.


"Astagfirullah!"


Lirih Rojali berkali-kali,berusaha menyadarkannya dari suasana memabukkan yang akan melunturkan segenap pahalanya.


"Kenapa,Bang?"


tanya gadis manis yang selama dua minggu ini tak di jumpai nya.


Rupanya,ucapan lirih lelaki tegap yang di nantinya dengan segenap jiwa,terdengar sampai ke telinganya.


"Eh,eng_enggak napa-napa,"


Rojali terkesiap kaget mendapat pertanyaan dari gadis yang sudah mencuri sebagian hati dan nafasnya.


"Yaudah,masuk yuk!"


"Udah di tungguin sama Ayah di dalem,"


ajak Fatimah begitu lembut terdengar di telinga Rojali.


"Assalamualaikum!"


salamnya lagi setelah dirinya bergabung di ruang tamu.


"Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh!"


jawab Ayah,Ummi dan Fatimah serempak.


Rojali pun mengamit tangan Ayah dan menciumnya takdzim.


Hal yang sama juga ia lakukan kepada wanita anggun yang telah melahirkan gadis luar biasa. Yang saat ini bertahta sebagai ratu di singgasana hatinya.

__ADS_1


"Duduk deh,hehe_kite lesehan aje ye,"


"Ayah,belon mampu beli bangku nyang empuk,"


"Cuma bise ngegelar karpet aje nih buat nyambut kedatengan Nak Rojali,"


kelakar ayah membuka obrolan hangat di malam yang dingin ini.


Ummi dan Fatimah hanya tersenyum simpul menanggapi kelakar ayah.


"Masyaallah,Yah,ini udah lebih dari cukup,"


"Lagian saya mah kagak usah di sambut juga,enggak nape-nape,"


"Asal_jangan di sambit aje,"


ucap Rojali mengimbangi kelakar ayah dengan becandaannya.


Kemudian mereka pun menertawakannya,dan ia pun ikut tertawa bersama keluarga yang penuh cinta dan selalu ceria ini.


"Oh iye,si kembar upin_ipin mane,Yah_Mi?"


tanyanya kepada dua orang tua paruh baya di hadapannya.


Sambil menengok ke dalam mencari sepasang teman gokilnya.


"Dari maghrib tadi,mau ada maulid katanya,"


Ummi membuka suara lembut nya untuk menjawab lelaki tengil gondrong yang suka membuat seisi rumah nya tertawa.


Wanita paruh baya berusia 45 tahun ini,masih anggun dengan sisa kecantikkan masa mudanya.


Dengan gamis panjang yang selalu menutupi lekuk tubuhnya.


Dan jilbab lebar yang terurai dan menjuntai sampai perut.


Sungguh anggun dan berwibawa.


Paras campuran dari arab dan betawi.


Yang sedikit menurun pada sang putri.


Begitu juga dengan lelaki paruh baya berusia 48 tahun ini.


Masih terlihat kharismatik dan garis ketampanan masa muda yang enggan beranjak darinya.


Meski paras itu tak lagi muda.

__ADS_1


Tapi pesona itu belumlah pudar dan luntur.


Dengan Koko dan sarung yang melekat di tubuhnya yang tinggi dan gagah.


Meski terlihat sedikit lebih kurus di saat ia muda dulu.


Tak lupa,janggut tipis di dagunya dan jambang halus di pipi.


Menandakan bahwa ia keturunan dari pulau seberang.


Yang biasa orang sebut sebagai serambi mekkah.


"Iye,tu anak dua sekarang makin sering tampil tuh ame band taboknye,"


"Kalo kate anak milenial mah,lagi pemes-pemesnye,"


kelakar ayah membuat seisi ruang tamu tertawa sumringah.


"Ayah,kok tau-tauan bahasa anak gaul sih?"


tanya Fatimah masih dengan tawa kecil yang di tutupi oleh tangannya.


Ayah pun menatap sang putri, si anak gadis satu-satunya.


Yang sebentar lagi mungkin akan di ambil dari nya.


Di ambil dalam arti kata,dalam kepemilikan,tanggung jawabnya,akan dunia dan juga akhiratnya.


Entah kenapa bila mengingat ini,lantas hatinya menjadi sedih.



Duh Ayah sama Ummi couple paling yahuutt.


Pantes aja anaknya keceh badai.


Bikin babang ganteng gak sabar tuh buat ijab.


Hahaiii...


Chibi mau ngucapin makasiiiii senyabak-nyabaknyaaa...buat para pembaca tersayaaaaangg_tercintaaaahhh_


Karena udah setia ngikutin perjuangan chibi sampe sini,eh_kok?


Eng,mangsudnya perjuangan Fatimah ame Babang Rojali deng.


Pokoknya doa yang terbaik buat kita semua.

__ADS_1


❤❤❤💋💃


__ADS_2