Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Suratan takdir yang indah


__ADS_3

___💞💞____


Ummi Khadijah terlihat mengerutkan kening ketika melihat sang putri yang mesem-mesem sendiri sejak masuk dan kini keluar dari kamar mandi.


"Mi,Kakak bangunin Abang dulu ya,"


"Baru nanti Kakak bantuin masak sarapannya," ucap Fatimah di samping ummi yang sedang menuangkan air ke dalam termos.


"Eh,gak usah,ini Ummi cuma masak air doang,"


"Kamu temenin aja suami kamu,istirahat di kamar,"


"Sarapan kan bisa beli," ujar wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usia emasnya.


Fatimah pun mengangguk dengan senyum.


"Oh iya Kak,kamu masih berhalangan kan?tanya ummi dengan menatap ke arah Fatimah.


" Iya,Mi,mungkin sekitar dua hari lagi baru bersih,"jawab Fatimah


"Oh,ya udah,Ummi minta maaf ya,semalem udah mikir yang enggak-enggak,"


"Sampek lupa kalo kamu lagi datang bulan," sesal ummi sambil menatap Fatimah sayu.


"Emang Ummi mikir apaan hayoo?"ledek Fatimah sambil tertawa geli.


"Dah,ah Kakak mau ke kamar dulu,tar abang malah kesiangan subuh nya."


Kemudian ia pun berlalu.


Ummi menatap kepergiaan anaknya itu dengan gemas.


Sesampainya di kamar Fatimah melihat sang suami sedang duduk di samping ranjang dengan berselendang handuk dan memegang baju ganti.


"Abang mandi dulu ya,Adek tunggu di kamar."


Setelah mengatakan pesan penuh arti,lelaki berambut gondrong sebahu itu berlalu dari hadapan Fatimah.


Perempuan itu hanya bisa tertegun.Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan tangan kirinya.


Sedang tangan kanannya menopang dagu.


Selama beberapa menit Fatimah mondar-mandir saja di dalam kamar.


Sambil melihat ke setiap sudut rumah mencari bahan untuk mengalihkan situasi nanti.


Ia mengetukkan jari telunjuknya ke depan kening berharap dapat mencairkan ide yang membeku di sana.Sekilas matanya melihat tumpukan kado dan parcel di salah satu sudut kamar.


Dan,senyum itu pun terbit mencipta lengkungan di bibir manisnya.


Sepanjang sesi buka-bukaan kado itu,Rojali hanya memasang wajah muram.


Sedangkan wanita cantik yang mengenakan piyama tidur itu sudah beberapa kali memekik kegirangan.


"Kyaaaa...!"


"Liat deh Bang,ini kiriman dari mama bagus-bagus banget!"


pekik Fatimah mengangkat satu persatu barang yang berserak di atas kasur.


"Gamisnya lucu-lucu,Masya Allah,"


"Aku belom pernah punya barang-barang sebagus ini,"lirihnya kali ini dengan raut wajah sendu.


" Alhamdulillah,dong_ini udah rejeki Adek,"


"Sekarang, buka yang dari suami ganteng mu ini," goda Rojali dengan menaik turunkan lais hitam tebalnya.


"Bagus-bagus semua Bang,Adek sukaa...!"


"Itu kompor dua tungku dari Nur,sama mejikom dari Sumi, biar buat disini aja ya Bang,"


pinta Fatimah setelah meletakkan perabotan itu di kolong kasur.

__ADS_1


Sementara Sumi dan Aji sudah pamit untuk kembali ke kota S tadi pagi selepas sarapan.


"Iya,di rumah Abang nanti udah komplit kok perabotannya,meskipun barang lama semua,"


ucap Rojali dengan meringis.


"Yang penting kan masih berguna,"


ucap Fatimah dengan senyumnya yang menghanyutkan.


Mereka berdua menghabiskan pagi sambil tertawa.


Ada saja hal yang bisa menjadi bahan candaan mereka.


Bahkan,setelah sarapan pun kembali lagi ke kamar.


Jangan berfikir mereka akan bermesraan.


Karena sore ini juga Rojali akan memboyong Fatimah kerumahnya.


Karena itu Rojali membantu Fatimah mempersiapkan apa saja yang akan di bawa nanti.


Di seling kegiatan mengepak pakaian ke sebuah koper kecil,Fatimah menanyakan perihal laki-laki yang di perkenalkan oleh Nur kemarin.


"Namanya Firman,seorang duda tanpa anak,bekerja sebagai manager restauran di daerah cisarua,"


"Dia juga salah satu customer Abang,selama ini kami mengirim hasil tambak ke resto nya,"


"Dan,ternyata dia adalah salah satu pegawai terbaik mama,"jelas Rojali sambil merapikan anak rambut yang jatuh ke pipi merah jambu itu.


Kini mereka duduk berhadapan di atas kasur empuk.


" Maksudnya,dia bekerja di resto milik mama Mirna?"


"Lalu_Abang secara gak langsung udah kerja sama dengan mama,"tanya Fatimah dengan mimik heran.


Rojali hanya mengangguk sambil terkekeh melihat ekspresi imut istrinya itu.


" Masya Allah...!"


Rojali pun beralih menarik tangan itu kemudian mengangkatnya setinggi wajah,menempel jemari itu di atas bibirnya.


Cup!


" Seperti kisah kita ya kan?"ucap Rojali sembari mengerling genit.


Dan_ada pipi yang berubah warna setelahnya.


🎶Allahumma antassalam,waminkassalam...🎶


🎶Tabaarok tarobbana...🎶


Terdengar suara nyaring dari benda pipih yang bergetar di atas meja rias.


Nada dering dengan potongan bait lantunan salah satu sholawat yang sempat viral beberapa waktu lalu.


"Mama vidio call,Dek,"


📲"Assalamu'alaikum,Ma...!"


Rojali memberi salam ketika seraut wajah yang masih tampak ayu,meski sudah menginjak usia setengah baya tampak memenuhi layar ponselnya.


📲"Waalaikumsalam...mana menantu cantik,Mama?!"


seru Mirna dengan suara nyaring nya.


Seketika wajahnya sumringah ketika wajah cantik dari sang menantu tersenyum lebar ke arahnya.


📲"Hallo,Ma!"ujar Fatimah dengan senyum dan melambaikan tangannya.


📲Masya Allah,rambut kamu bagus bangett"


gemas Mirna dari seberang sana.

__ADS_1


Yang di puji hanya tersenyum simpul kemudian sekilas melirik pria di sebelahnya.


Rojali sedang membelai rambut yang hampir sepinggang itu.


📲"Jadi,kalian pindah sore ini?"tanya Mirna dengan raut wajah serius.


📲"Jadi,Ma_ baru aja selesai packing,"


jawab Rojali masih terus membelai rambut itu sampai si empunya merinding hingga ke ujung kaki.


📲"Oke lah,minggu depan Mama baru bisa kunjungi kalian,"


"Soalnya resto lagi audit akhir tahun,"jelas Mirna


📲"Siap,Ma!"seru pasutri itu serempak.


📲" Semoga kalian suka dengan hadiah dari Mama."


Kemudian Mirna mengakhiri panggilan itu dengan senyum dan salam.


Kedua insan yang bergelar pengantin baru itu mengakhiri panggilan dengan tanda tanya besar.


Kenapa Mama menyebut kalian?


Berarti ada hadiah lain kah?


Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak menebak-nebak lagi.


Mama Mirna memang penuh kejutan.


Sore ini mereka berangkat,sebelumnya mereka berdua berpamitan.


Perpisahan yang lumayan menguras air mata.


Ketika sang anak gadis di boyong oleh lelaki asing yang hanya dengan sepenggal kalimat telah berhasil mengambil alih kekuasaan penuh atas sang putri.


Berat hati,memang.


Tetapi,ini sudah jalan dari kisah hidup manusia.


Karena telah di ciptakan nya(Allah) untuk mu pasangan mu.


Garis takdir yang sudah di tulis di lauh mahfudz ketika ruh itu Allah tiup kan pada janin sejak masih di dalam kandungan.


Mereka berdua berangkat menaiki kendaraan roda dua,yaitu si Jambul sang legendaris. Komeng lah yang sudah mengantarnya tadi siang.


Sedangkan barang-barang Fatimah di bawa dengan mobil angkot,yang di sewa dari salah satu tetangga.


Singkat cerita sampailah mereka berdua di kampung nan asri tempat tinggal Rojali kurang lebih lima tahun belakangan ini.


Dengan jarak yang lumayan jauh dari kampung Fatimah dan keluarganya tinggal.


Kampung Fatimah masih kental dengan adat asli betawinya,karena kebanyakan warga di sana memang turun temurun adalah keturunan melayu dan betawi.


Sedangkan kampung Rojali berada di perbatasan antara Jakarta dan Jawa Barat.


Sehingga dialeknya campuran antara sunda dan betawi pinggiran.


Fatimah bingung melihat pria yang berstatus suaminya ini,berdiri membeku menatap bangunan di hadapannya.Netra itu menatap nanar tanpa kedip.


"Abang gak salah rumah kan,Dek?"


Maapkeun karena chibi baru up lagi,nunggu mood dulu baru nulis.


Lagi nyari ilham menuju proses ke uwu-an yang HQQ...eaaa...💃


Terimakasih buat yang masih setia.


Selamat datang untuk pembaca baru.


Meskipun kalian adalah silent readers aku tetap tersanjung dan bahagia🥰.


Terimakasih buat pembaca yang sudah menekan jempolnya,memberi hadiah dan komennya.

__ADS_1


Mak chibi terlope-lope sangat💞💓💖


Bahkan yang tidak memberikan jempol pun aku ucapkan Terimakasih!🙏


__ADS_2