Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Persekongkolan Tina


__ADS_3

๐ŸŒฟKebahagian bermuasal dari fikiran.


Bila isinya positif maka semua yang kau lihat akan terasa indah, yang kau rasa akan terasa cukup.


Namun, bila isinya negatif , maka seindah apapun dunia ini, tetaplah serasa suram dan muram bagimu.


๐ŸŒฟ


"Bagaimana menurut kamu honey? "


tanya Tina sambil bergelayut manja di lengan pria berwajah asia yang sedang memutar kemudi tersebut.


"Apanya yang bagaimana?


tanya pria itu dengan tetap memfokuskan pandangannya ke depan.


"Ya , sepupuku, "


"Menurutmu apakah om Willy akan menyukai nya? "


tanya Tina dengan memiringkan tubuhnya.


"Tentu saja, dia cantik dan menarik, " jawab pria berwajah oriental yang di ketahui bernama Eddie itu.


"Ish, kau ini! "


"Kenapa mengatakan nya sambil tersenyum seperti itu? "


"Apa kau terus memandanginya tadi?


sergah Tina sedikit kesal.


" Memang kenapa kalau aku tersenyum? "


"Jangan bilang kau cemburu dengan gadis seperti itu,"


"Ck, kau jauh lebih seksi honey, "


kilah Eddie sambil mencengkram gemas paha gadis di sampingnya ini dengan satu tangannya.


Tina membalasnya dengan cengkraman di benda keramatnya Eddie.


Membuat pria itu memekik, dan mengerem mendadak.


Untung saja tidak ada mobil di belakang mereka.


"My crazy girl! "


"Jangan lakukan itu ketika aku sedang menyetir honey! "


pekiknya gemas sambil melirik sekilas gadis di sampingnya yang sedang terkekeh.


"Biar adrenalin terpacu dong, honey, "


"Anggap saja ini pemanasan sebelum kita sampai di mansion nya Li, "


ucap Tina sambil mengerling nakal dan sedikit mendes*h ketika tangannya kembali meremas.


"Lakukanlah, kalau kau ingin kita sampai ke rumah sakit, "


ucap Eddie dengan pelan tapi bernada ancaman.


"Ck, honey gak asik, "


"Yaudah, cepetin bawa mobilnya, "


"Mobil sport kok jalannya kayak keong? "


gerutu Tina dengan suara yg cukup jelas dan sampai ke indera pendengar pria di balik kemudi itu.


"Aku tau kau , kau sudah sangat tidak sabar merasakan keganasan torpedo ku, "

__ADS_1


"But, honey, tunggulah sampai kita di tempat yang semestinya, okey! "


bujuk Eddie pada gadis di sebelahnya yang sudah mengubah bentuk bibirnya menjadi kerucut.


Gadis itu tidak menjawab, ia memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil.


Mobil mewah itu pun kembali melaju, setelah beberapa kali mendapat klakson dari kendaraan yang di belakang.


Kini mereka berdua sudah sampai di sebuah mansion, milik sahabat Eddie yang sekarang sedang berada di Singapore.


Kebetulan Eddie juga berasal dari negeri singa putih tersebut.


Karena itu wajahnya oriental khas asia.


Dengan mata sipit dan kulit putih.


Karena ia memiliki darah keturunan tionghoa dan jepang.


Eddie yang sudah di kenal oleh para penjaga dan pekerja di mansion tersebut, karena ia sering bolak-balik bahkan menginap ketika , Li sedang berada di Indonesia.


Bahkan ia memiliki kamar pribadi di mansion ini, tepatnya di lantai empat.


Ia pun bergegas mengajak gadis nya ini ke atas menggunakan lift.


Bukan hanya gadisnya yang tidak tahan.


Ia juga sudah hampir meledak sejak tadi.


Mati-matian ia menahan hasratnya berkali-kali.


Karena kelinci nya ini begitu menggoda dan menggemaskan.


Ketika pintu lift tertutup, ia langsung menarik gadisnya, melingkarkan tangan di pinggang ramping kekasihnya itu, kemudian menahan tengkuknya agar leluasa menjelajahi buah cery ranum yang membangkitkan gelora kelelakiannya.


"Kau ingin pemanasan bukan? "


"Aku akan memberikan yang terpanas honey, "


ucap Eddie dengan suara serak pertanda diri yang sudah diliputi hasrat dan gelora yang membuncah.


Tina pun mengalungkan tangannya di leher Eddie, dan merapatkan tubuhnya hingga tak bersisa celah bahkan untuk sekedar angin lewat sekalipun.


Pintu lift terbuka, Eddie mengangkat tubuh ramping gadisnya dalam gendongannya.


Dengan tak menghentikan kegiatan mereka yang katanya pemanasan itu.


Mereka masih terus bertautan dalam suara kecapan yang nyaring terdengar, bahkan para cicak-cicak di dinding pun sampai menutup mata.


Eddie membuka kamar yang tak di kunci tersebut.


Kemudian ia menjatuhkan tubuh keduanya, di ranjang berukuran king size dengan kasur yang super duper empuk itu.


Mereka melanjutkan kegiatan panas mereka dengan lenguhan dan lengkingan.


Melepas hasrat terlarang dari gelora yang berasal dari rayuan setan.


______๐Ÿพ๐Ÿพ____d


Sore ini, Tina menjemput Fatimah di kosannya, dengan mobil mewah yang kemarin ia naiki.


Dan pria itu yang menjadi pengendali dari kemudi nya.


Fatimah sungguh mengajak Nur kali ini.


Gadis tomboy ini tampil casual dengan kemeja yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya.


Dipadukan dengan celana jogger dan pashmina.


Fatimah pun terlihat manis dengan mengenakan tunik dan kulot, juga pasmina yang menjulur ke dada.


Sepanjang perjalanan mereka hanya mengobrol ala kadarnya.

__ADS_1


Sekedar mengusir kecanggungan saja.


___


Kendaraan beroda empat itu akhirnya menghentikan laju nya, tepat di depan sebuah bangunan bertingkat.


Bangunan yang di dominasi dengan warna coklat dan hitam itu memiliki beberapa lantai ke atas.


Cafe di bagian bawah, dining room di lantai dua dan tempat karaoke di lantai tiga.


Fatimah menatap bangunan itu dengan seksama,netra nya berkeliling memindai situasi dan kondisi yang ada.


Tina mengajaknya masuk,dengan Eddie yang berjalan paling depan di antara mereka.


Mereka masuk ke dalam ruangan yang sepertinya adalah private room.


Eddie masuk terlebih dahulu, tak lama kemudian ia keluar lagi dengan senyum menawannya.


Ia menganggukkan kepala dan kemudian mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Ayo, Kak, kita udah di tunggu di dalam. "


Tina merangkul lengan Fatimah dengan posesif.


Nur masih setia mengekori mereka berdua.


Macam body guard saja.


Ketika masuk Fatimah di sambut seorang pelayan wanita yang cantik dengan kaos lengan pendek dan rok rempel mini di atas lutut.


Kemudian seorang laki-laki paruh baya keluar dari ruangan lain yang ada di dalam ruangan ini.


Pria bertubuh sedikit berisi, dengan perut yang agak buncit, posturnya tinggi besar, dengan mata sipit seperti Eddie, wajahnya halus dan licin dengan rambut yang klimis.


Walau usianya sudah tidak muda lagi, tapi wajahnya seakan bebas dari kerutan.


"Sore, Om, "


"Ini dia sepupu yang aku ceritain ke Om kemaren, "


terang Tina kepada lelaki dewasa di hadapan kami, yang netra nya tengah memindai dan menelisik.


Perempuan manapun akan jengah di perlakukan seperti ini.


"Silahkan duduk, " ucapnya sambil mengulurkan tangan mempersilahkan.


Setelah kedua tamu nya duduk, sang pelayan cantik tersebut kembali datang, menyediakan minuman berwarna warni dan berbagai cemilan.


Kemudian sang pelayan undur diri dan menghilang di balik pintu berwarna hitam tersebut.


"Minumlah, kalian pasti haus kan? "


tawar lelaki paruh baya yang mengangkat sebelah kakinya dan bersandar di sofa single.


"Terima kasih, atas jamuan nya, "


"Saya rasa, kita langsung ke inti nya saja, "


ucap Fatimah dengan tetap menundukkan pandangannya.


Ia tahu lelaki di hadapannya itu sedang menilainya.


"Kau pasti yang bernama, Fatimah? "


"To the point sekali, " ucap lelaki itu yang bernama Willy dan sebagai pemilik dari cafe ini.


"Maaf, saya hanya ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, " jawab Fatimah memberanikan diri untuk mendongakkan wajahnya, melihat kepada lawan bicaranya.


"Saya suka, gadis simple seperti kamu, tidak berbelit dan berisik, " ucap Willy ambigu kemudian terkekeh.


_____๐Ÿ’ž____

__ADS_1


Terus dukung otor ya sayangnya akuh...


kirim sajen nya jangan lupa๐Ÿ‘, ๐Ÿ’, ๐Ÿ’ญ๐Ÿ†—


__ADS_2