
__®®__
Minggir dulu ke perkampungan biar adem.
Seorang gadis manis ber pasmina baru saja memarkirkan sepeda ontelnya.
Di sebuah musholla kecil di ujung perkampungan yang sudah rapat penduduk itu.
Ia menurunkan perlahan keranjang yang berisi kardus-kardus kecil.
Ini adalah part ketiga,karena pesanannya lumayan banyak.
Maka ia harus bolak-balik mengantar dengan sepedanya.
Rezeki hari ini,mendapat pesanan untuk acara maulid Nabi Muhammad.
Puluhan kardus snack ia turunkan pelan.
Di bantu para anak muda tanggung,dan bapak-bapak marbot musholla.
Tak ada seuntai pun keluhan yang keluar dari mulutnya.
Justru, senyum manis lah dengan cekungan kecil di pipi sebelah kanannya.
Yang selalu menghias wajah manis dan kalem itu.
Ia sungguh senang dengan pekerjaannya kali ini.
Terlihat tanpa beban, tanpa gangguan,semua aman dalam kendalinya sendiri.
Tanpa perintah,tanpa protes dari atasan.
Tanpa gangguan yang menghalangi.
Dari orang-orang yang sirik dan dengki.
Dari mata yang nakal dan liar.
Kini,dialah bos nya.
Dia yang mengatur semuanya sesuai keinginannya.
Bila lelah maka ia akan meliburkan diri.
Simple bukan,sederhana saja.
Hidup tidak perlu bergaya,yang penting semua keperluannya dan keluarganya tercukupi.
Adik-adiknya bisa terus sekolah.
Begitulah pandangan dan cara berfikir gadis sederhana ini.
__ADS_1
Gak ribet,gak muluk-muluk.
Karena itu,hari-harinya terasa ringan bagai sayap kupu-kupu.
Bukankah yang terpenting itu adalah mensyukuri.
Atas segala nikmat yang kita cari dan kemudian di beri.
Sehingga tidak perlu iri.
Karena cukup atau tidak cukup itu tergantung hati.
Meski penghasilan nya tak menentu dan menetap setiap bulannya.
Karena semua tergantung banyak dan sedikitnya pesanan.
Namun,hatinya tenang,tenteram dan nyaman.
Bekerja dengan keluarga,di rumah,bukankah itu menyenangkan.
Ia tidak perlu lagi memendam rindu dan menunggu gajian baru bisa pulang.
Karena sekarang setiap hari ia berada di rumah,di istananya.
Ayah bahkan sekarang lebih tenang,karena selalu melihat anak gadis nya di rumah.
Ayah semakin sehat dan bugar,meski sekarang kesibukannya semakin padat.
Tetapi ,pekerjaannya tidaklah seberat tempo lalu.
Ayah sekarang melakukan profesi sesuai passionnya.
Yaitu di bidang ilmu agama dan dakwah.
Meski Ayah bukanlah seorang lulusan perguruan tinggi ilmu agama.
Juga tidak pernah mengenyam pendidikan di pesantren.
Namun,Kakek buyut yang memang adalah syech atau kyai besar di zamannya.
Membuat Ayah kecil di kelilingi oleh orang-orang berilmu dan ahli kitab.
Ayah memang tidak pernah mondok,ia hanya pergi kesana dan kesini mengejar para ahli kitab itu.
Mengikuti mereka mengajar keliling kampung,keliling desa.
Sehingga ilmu itu melesak masuk dan menempel di otak dan juga hatinya.
Meskipun kini Ayah hanya di percaya mengisi kajian ibu-ibu saja.
Tetapi,Ayah bahagia karena kini bisa membagi ilmu nya.
__ADS_1
Kepada para perempuan ,para istri,para ibu.
Yang memegang peran penting di dalam kehidupan dan rumah tangga.
Karena seorang ibu adalah madrosatul ulaa.
Yaitu,sekolah pertama bagi anak-anaknya.
"Neng,Fatimah!"
panggil seorang ibu yang sudah cukup berumur ,ketika sang gadis berpasmina itu hendak menaiki sepedanya.
"Ya ampun,makasih banyak yak"
"Jadi dibikin ribet dah ah,ama ibu-ibu majlis,"
Ibu itu menghampirinya dengan tergopoh-gopoh sambil mengangkat rok bawah gamisnya agar tidak keserimpet.
Fatimah menurunkan bokongnya yang sudah menempel di jok sepeda.
"Gapapa, Bu_kan emang udah tugas saya,"
"Semoga,memuaskan ya Bu,"
ucap sopan Fatimah dengan senyum yang tak terlepas bertengger di bibir ranumnya.
"Alhamdulillah,lha kita puas banget pasti!"
"Apalagi tepat waktu gini,"
"Oh,iya_ini sisa pembayarannya,"
ucap Ibu itu sambil menyerahkan uang merah beberapa lembar.
"Lho,kelebihan ini,Bu,"
"Kan kemaren cuma kurang dua ratus lima puluh ribu,"
ujar Fatimah sambil menyodorkan lebihan uang pesanan.
"Ambil aja neng,buat beli bensin kan udah bolak -balik barusan,"
tolak Ibu itu sambil terkekeh kecil.
"Ih,si Ibu mah ada-ada aja,"
"Sejak kapan ontel pake bensin,saya mah cuma modal nge'goes doang," Fatimah pun ikut tertawa atas kelakar sang Ibu majlis.
Dah ya,chibi dah up dua bab.
Meskipun gak bisa panjang-panjang.
__ADS_1
Pokoknya jangan pelit pencet like kan gretong.
Alias geratis_tis_tis_tis!