Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Kerinduan terpendam


__ADS_3

🌴Kita terlahir dalam keadaan polos tanpa sehelai benang yang menutupi badan.


Karena kita masih suci, bersih tanpa noda akan dosa.


Namun, ketika kembali kita di gulung kain putih berlapis.


Semua karena Allah hendak menutupi aib kita.


Diri kita, yang sudah penuh dengan limbah akan dosa-dosa, selama berjalan di muka bumi fana.


Kurang baik apa?


🌴


***~~~***


Sore ini lelaki berambut gondrong sebahu itu, melajukan tunggangan besi beroda empatnya.


Mereka membelah keramaian di lalu lintas ibukota.


Kali ini, ia meninggalkan jaket hijau berlogo perusahaan aplikasi jasa angkutan online itu.


Di sangkutan baju belakang pintu kamarnya.


Ia tampil casual, dengan kaos nevada berwarna abu-abu.


Di padu jaket levis biru dongker dan celana levis berwarna senada.


Serta sepatu kets abu-abu.


Benar-benar matching dan eye catchy sekali.


Dengan gayanya yang seperti itu, seketika hilang sudah image nya sebagai tukang ojek semrawut yang dekil of the kumel.


Bahkan, sekilas ia bisa mensejajarkan kegantengannya dengan aktor film laga pendekar kapak naga geni 212,yang bernama Vino G. Bastian.


Bahkan,Jambul pun ikutan di poles.


Setelah di bawa ke salon motor alias steam.


Jambul terlihat lebih kinclong dan gagah.


Di atas tunggangan kuda besinya itu.


Bibirnya melengkung tipis, menggambarkan guratan kebahagiaan yang memancarkan binar secerah mentari pagi.


Tekadnya sudah bulat kini.


Setelah akhir nya ia bertukar cerita dengan sang mama.


Lewat saluran telepon pada dua hari yang lalu.


Semangatnya membara bukan karena sekarang hari Sumpah Pemuda.


Walaupun,mungkin beberapa jam lagi akan menjadi hari yang bersejarah dan menentukan arah masa depannya.


*Flashback*


Setelah mondar- mandir sekian waktu, dan membolak-balikkan smart phone nya berkali-kali.


Akhirnya Rojali memutuskan untuk menyentuh gambar gagang telepon itu dan men dial sang adik.


Nomer yang susah payah di dapatkannya.


Bahkan, ia sampai mendatangi kampus lama sang adik.

__ADS_1


Demi mendapatkan nomer telepon adiknya itu.


Sejak peristiwa pengusiran dirinya dari keluarga Adi Guna Brotoseno.


Jihan sudah di pindahkan dari fakultas tersebut.


Bertujuan, agar Rojali tidak bisa menemui adiknya karena kehilangan jejaknya.


Beruntung, Rojali bisa mendapatkan nomer Jihan dari salah satu penjaga kantin di sana.


Karena Jihan pernah bekerja sama dengan beberapa penjual makanan di kantin, untuk acara amal dan bazar di kampus tersebut.


Tuut... tuut... tuut,


1detik


5detik


10detik


Hingga Rojali mencoba mendial ulang.


Hingga tiga kali, hasilnya masih sama.


Hingga pada usaha keempat.


Panggilan itu terhubung.


πŸ“±"Assalamu alaikum,kinoy! "


Sedikit bergetar Rojali memanggil dengan panggilan kesayangan kepada adik perempuan satu-satunya.


πŸ“±"Waalaikum salam, Abaaangg!! "


"Ya Allah, Abaangg... bener kan ini Bang Ali nya kinoy? "


πŸ“±"Iya, ini Abang, "


"Gimana kabar semua? "


Rojali merasa sesak di dadanya ketika kerinduan itu menimbun di hati.


πŸ“±"Alhamdulillah, baik Bang, "


Jihan, berusaha menahan derai itu.


Berkali-kali ia menyusut tetesan yang hendak tumpah dari ujung matanya.


πŸ“±"Maaf, Abang baru menghubungi, "


"Kalian semua ganti nomer, atau memang nomer Abang yang di blokir, "


"Bahkan untuk dapet nomer ini, Abang harus keliling selama tujuh hari di kampus kamu, "


Rojali menghela nafasnya, ia menghirup oksigen agar paru-paru nya tidak terasa menghimpit.


πŸ“±"Maafin, kinoy ya Bang, "


"Kita semua di awasi, sama papi dan centeng-centengnya, "


Jihan berbicara lirih bahkan setengah berbisik, "


"Sekarang aja kinoy lagi ngumpet di bawah selimut, Bang, "


"Soalnya kan di rumah ada Cctv nya, "

__ADS_1


"Termasuk kamar kinoy, " Lirihnya lagi.


πŸ“±"Terus, gimana cara Abang bisa ngomong sama mama? "


"Ada hal penting, menyangkut masa depan, Abang, "


"Kinoy bisa bantuin kan? "


tanya Rojali penuh harap kepada adik perempuannya itu.


πŸ“±"Em, Insyaallah ya, Bang, "


"Nanti ,kinoy fikirin caranya, "


"Udah dulu ya, Bang,ada yang sidak ke kamar kinoy, "


"Pokonya besok kinoy kabarin, Abang, "


Dengan tergesa Jihan mematikan sambungannya, dan segera me-off-kan smart phone nya itu.


Klekk


Seorang pria paruh baya membuka pintu kamar anak gadisnya, ia melihat ruangan yang sudah temaram.


Karena hanya lampu tidur di atas nakas yang menyala.


Tap


Tap


Ia menghampiri tempat tidur sang putri.


Menurunkan selimut sampai bahu sang anak gadis.


(Kebiasaan sekali, selalu menutup seluruh tubuh dengan selimut?)


(Bagaimana kalau kau tidak bisa bernafas?)


Pria paruh baya yang rambutnya memiliki kolaborasi dua warna itu.


Mengusap pelan ujung kepala sang putri.


Merapikan anak rambut sang gadis kecil yang kini dengan cepat tumbuh semakin dewasa.


Ia berharap, putrinya tidak membangkang seperti putra satu-satunya.


Karena kehilangan seorang putra sudah membuat hari-hari nya selama lima tahun serasa sulit dan menghimpit.


Ia tidak tau,apa yang akan terjadi bila putrinya juga seperti itu.


Jauh, jauh di lubuk hati terdalam.


Setiap orang tua, tidak ada yang sepenuhnya benci terhadap anaknya.


Mereka hanya mengambil jalan yang salah dalam mempertahankan harga dirinya.


Terkadang penyesalan menggerogoti hari demi hari dan dari waktu ke waktu.


Namun, ego yang kepalang menjajaki hati di dalam dada.


Membutakan realita, bahwa rindu akan mengikis usia.


Hai, kesayangan.


Jangan lupa dukungan, komen, kritik.

__ADS_1


Apa ajalah... pokoke buat akuhπŸ’‹


__ADS_2