
🌿Kadang masalah itu datang bukan sekedar menguji kita.
Justru masalah itu sedang menempa jiwa dan raga kita, agar semakin dewasa dan kuat.
Tidak ada ilmu tanpa belajar.
Tidak ada mimpi yang tanpa di perjuangkan.
🌿
°°°°°~~~~°°°°°
"Ada apa ya Pak? " Nur bertanya sambil sedikit canggung.
"Begini, ada yang ingin saya bicarakan, tapi sebaiknya saudari Nur datang keruangan saya saja," jelas pak kepala bagian dengan serius dan formal.
"Kira-kira kapan ya Pak? "
"Soalnya sebentar lagi jam kerja saya habis. "
Tanya Nur memastikan
"Sebaiknya setelah jam bekerja anda selesai saja,"saran si pak kepala bagian yang ganteng rupawan walau berusia matang.
Membuat tak jemu mata memandang.
"Baik Pak,"jawab Nur dengan lugas
Sang bapak kepala bagian pun berlalu, meninggalkan sesuatu yang membekas di dalam kalbu si lakbet.
Nur pun hanya bisa memegangi dadanya, yang dag dig dug ser.
Kemudian dia menghela nafas perlahan, mengontrol rasa groginya.
(Fiuhh, biasa aja atuh nung, gak usah kebawa suasana.)
(Jangan terbang ketinggian nanti kalo jatoh sakit, baru nyaho)
Batinnya dalam hati, sambil menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengusir segala halusinasi dan imajinasi nya.
***~~~***
"Gimana bang udah bener kan motornya? "
Tanya gadis berpakaian yang serba menutup tubuhnya itu mulai gusar.
"Insyaallah Mbak, ini baru mau saya cek, kan baru aja di pasang businya,"
Jawab Si abang ojol sambil mengelap peluhnya.
Sekilas Fatimah memperhatikan tampang sang driver.
Dengan rambut ikal yang sedikit gondrong,perawakan lumayan tinggi, jaket yang warnanya sudah pudar, celana levis belel, dan sepatu yang bisa di bilang kumal.
Tapi, kalau saja sedikit rapih, tampangnya lumayan juga, dengan hidung yang mancung, mata teduh, alis yang tebal dan bibir yang sedikit berwarna kehitaman akibat merokok, namun bisa di bilang lumayan seksi.
(Aish, ni mata pake segala memindai)
(Jaga pandanganmu Fatimah, ingat batasan mu)
Karena sebaik-baiknya lelaki dan perempuan adalah yang menjaga pandangannya dari lawan jenis.
"Maaf ya Mbak, sabar dikit lagi, " cewek yang sabar nanti tambah manis lho, "
Bujuk si abang ojol garing, mentang-mentang lama kejemur di siang bolong mungkin.
Membuat Fatimah hanya mendengus pelan, dan melengos.
Kemudian si driver mulai menstarter motornya dan...,
"Alhamdulillah, nyala mbak! "pekiknya penuh syukur.
" Alhamdulillah. "Ucap Fatimah penuh kelegaan, akhirnya bisa melanjutkan kembali perjalanan yang sempat tertunda tadi.
" Hayuk dah Mbaknya naek,"ucapnya sambil mengenakan helmnya kembali, kemudian standby di atas motor.
Seketika aku tersadar dari lamunanku barusan.
__ADS_1
(Sabar ya Yah, Kakak sebentar lagi sampe)
(Semoga kali ini perjalanan lancar tanpa hambatan lagi)
Singkat cerita,aku pun sudah sampai di depan gang rumahku.
Aku segera turun dari motor, kemudian menyerahkan ongkos kepada si driver ojol tersebut.
"Udah Mbaknya gak usah bayar," tolaknya dengan mendorong tanganku yang menyodorkan uang lembaran berwarna biru.
"Lho, kan tadi abangnya bilang,saya kudu bayar setengah harga aja, kok sekarang malah jadi di gratisin? " tanyaku bingung dengan tangan yang masih dalam keadaan menyodorkan uang.
"Anggep aja itu upah dorong motor tadi mbak, hehehe! " jawabnya dengan senyum lebarnya yang menampakkan gigi-giginya yang rata.
(mending jadi bintang iklan pepsodent aja bang,kerjaannya nyengir mulu dari tadi)
"Ya gak bisa gitu Bang, kan kita perjanjiannya tadi, saya dikasi diskon karena bantuin dorong. " debat Fatimah, karena tak sampai hati kalau di gratisin, driver kan butuh bensin dan makan, pasti dia butuh di bayar kan.
"Beneran Mbak, karena semua kan kesalahan saya, waktu perjalanan juga jadi ngaret. " Jelasnya lagi dengan lugas menolak kembali sodoran uang dariku.
"Yang penting Mbak gak ngancel orderan,saya cuma minta jangan lupa kasih bintang lima, udah gitu ajah, " ucapnya sungguh-sungguh kali ini wajahnya keliatan serius.
"Ya sudah, kalo Abangnya ikhlas, saya juga ikhlas, biar kita sama-sama ridho,"ujarnya dengan sedikit senyum.
Dan, nyeeshh...
Serasa ada air es yang masuk ke tenggorokan yang kering kerontang.
Sejuk... adem..., itu lah yang si abang ojol rasakan.
Serasa minum aer yang gunung yang ada manis-manisnya gitu.
(Yaampun mbul, senyumnya..., ati langsung adem banget rasanya, kayak disiram es cincau campur nangka.)
"Sekali lagi makasih ya Bang, saya permisi! " Fatimah pun dengan cekatan berlalu tak perduli dengan sang driver yang memasang wajah melongo.
Sambil berlalu masuk kedalam gang, yang pas-pasan bila di lalui motor.
Sang driver hanya terpaku, terpukau dengan kilasan kejadian barusan.
"Eh iya...,
(Eittss,
Ya kali,masa gue kepincut customer sendiri sih?
(Belon ade sejarahnye neh, bisa begini)
Kuy lah mbul, kite jalan lagi," Si kang ojek berbicara kepada sepeda motornya setelah ia menyelesaikan orderannya barusan.
"Semoga ada yang ngorder lagi mbul di daerah mari,
kite nongki bentar noh di sono, gue aus. "
Macam orang sinting saja dia bicara pada benda mati.
"Eh, tapi mbul..., kayak ada yang kelupaan dah? "
"Apaan yak? " tanyanya pada motor kesayangannya, sambil memandangi gang sempit tersebut, berharap akan ingat sesuatu.
Di satu sisi, Fatimah dengan berlari-lari kecil, kini telah sampai didepan rumah sederhana tersebut dengan teras kecil dan dihiasi dengan pot-pot ukuran sedang, dan sedikit halaman tempat ayahnya memarkirkan sepeda, juga tempat menjemur pakaian.
Bahkan kini, di jemuran yang dibuat oleh ayah dari kayu dan kain tambang tersebut, sudah tersampir beberapa kain dan baju.
Sepertinya tadi pagi ummi nyuci dan sekarang belom sempat mengangkat jemuran yang terlihat sudah mengering.
Ia mengabaikan jemuran itu, berlari ke dalam dengan tergesa ingin segera melihat keadaan ayah.
Sampai tak sadar telah membawa sesuatu yang bukan kepunyaannya.
Fatimah meneriakkan salam,kebetulan pintu depan tidak di kunci.
Hingga ia menerobos masuk setelah membuka pintu dengan tergesa.
"Assalamu alaikum, Ummi? " ucapnya memberi salam sambil mengetuk pintu kamar dengan agak keras.
Setelah beberapa kali ketukan, pintu pun terbuka dan menampilkan sosok salah satu adik kembar lelakinya.
__ADS_1
"Kakak!"
"Fadlan! "
Pekik mereka bersamaan.
Segera ia mencium tanganku dan kemudian menarik ku kedalam.
"Ayaaahh...! "
Fatimah seketika menghambur mendekat dan memeluk tubuh lemah ayah.
Yang kini terbaring lesu dan pucat di atas kasur.
"Kakak ! " lirih ayah lemah dan parau.
"Iya Yah, Kakak pulang, Ayah kenapa?" lirih Fatimah sambil menggenggam telapak tangannya ayah yang panas.
"Kenapa Kakak pulang, emang gak kerja?? " tanya ayah dengan nada lemah, di saat sakit begini ayah masih sempat memikirkan pekerjaan sang anak gadis.
"Kakak udah izin Yah,"
jawab anak gadis yang terpaksa ia relakan jauh karena keadaannya yang tidak bisa maksimal lagi dalam mencari nafkah.
Fatimah menatap sang ayah sendu dan khawatir.
"Lho kok...?"
"Ayah gak usah mikirin kerjaan Kakak, sekarang kita periksa ke dokter ya, ke klinik depan. "
Ujar Fatimah pelan sambil berusaha membujuk ayah.
"Gak usah Kak, Ayah..., "
"Pokoknya gak ada penolakan, kita periksa sekarang oke ! "
Ucapnya kini sedikit tegas karena Ayah bersikeras menolak.
Mana tega ia melihat wajah sang ayah yang pucat, dan tubuhnya yang lemah, terlebih lagi dengan keadaan demam tinggi.
"Dek mana Ummi? " Tanya nya pada si kembar yang tampak khawatir pada ayah mereka.
Ternyata tadi mereka berdua ada di kamar sedang menemani ayah.
"Ummi lagi..., "
Belum juga si kembar tampan meneruskan ucapannya, ummi tiba-tiba nongol di depan pintu kamar ayah.
"Kakak! " pekiknya sambil menghambur memelukku.
"Alhamdulillah, kamu pulang,"
Ucapnya sambil memelukku erat, dengan suara parau menahan tangis.
Kemudian ummi melerai pelukan kami.
"Sekarang kita bawa Ayah ke klinik ya Mi, biar diperiksa, jadi nanti tau penyakitnya itu apa? "
Fatimah berkata sambil melihat Ayah dan Ummi bergantian.
"Tu Yah, denger apa kata Kakak," ucap ummi lembut kepada ayah.
"Iya Ayah mau, tapi gimana?"
"Ayah gak kuat jalan, " ucap ayah lemah.
"Kita minta tolong sama Mang Husen aja ya, biar di papah, " Fatimah pun langsung beranjak keluar.
Seketika ia keluar dengan tergesa, di saat itu Fatimah pun berpapasan dengan...
Nanggung ya...??
Maap yak jari sama tangan mak chibi dah keram😞.
Sabar yak pantengin aja terus jangan bosen.
Maapin juga kalo masih ada kekurangannye.
__ADS_1
Tinggalin jejak ente di kolom komen ye, mo ngritik boleh tapi jangan ngatain tar mak ngambek lho😉