Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku
Akhir dari si rubah


__ADS_3

🍃Pertolongan akan datang,terkadang ketika kita sudah sampai di ujung kesabaran.


Kesabaran yang akan berbuah manis bila terus di pupuk, dengan penantian yang penuh dengan keyakinan.


🍃


***~~~***


Honey...! "


"Honey...! "


Tina terus berteriak memanggil pria yang sudah menghangatkan ranjangnya selama ini.


Namun, pria itu hanya membeku tanpa tindakan dan sepatah kata pun.


Willy terus mencekal tangannya dan menyeret Tina tanpa ampun.


Sesampainya di sebuah ruangan yang bernuansa merah, Willy melempar tubuh ramping itu di atas ranjangnya yang bagai singgasana kebesaran seorang raja, begitu mewah dan elegan.


Tapi, bagi Tina ini adalah ruang penyiksaan baginya.


Ia tidak mau laki-laki itu itu menikmati tubuhnya.


Baginya, dirinya hanyalah milik Eddie seutuhnya.


Apalagi, Tina tahu dari beberapa wanita penghangat kasur Willy, bagaimana sepak terjang pria paruh baya itu, dan permainan gilanya.


Willy adalah pria hiper s3x gila, ia selalu mengkonsumsi ramuannya sebelum menggagahi para wanita bayarannya.


Begitupula, dengan para wanita-wanita itu yang juga akan di cekoki ramuan buatannya agar mampu menandingi keberingasannya.


Sering kali Tina mendengar, bahwa para wanita itu akhirnya akan bernasib sama.


Yaitu berakhir di rawat di rumah sakit.


Willy mulai melepaskan ikat pinggangnya yang berkepala naga itu.


Dia, memukulkannya ke tiang ranjang, hingga mengeluarkan bunyi nyaring yang membuat jantung seakan berhenti berdetak.


(Mati aku!)


(Tidak, tidak!)


(Aku tidak mau!)


(Honey kau dimana?)


Tina , beringsut mundur dengan gemetar,hingga punggungnya menempel di kepala ranjang yang bergambar ukiran naga berwarna merah keemasan.


Willy mengambil botol kecil di dalam laci sebuah nakas yang juga berukir kepala naga.


Ia menenggaknya setengah, kemudian ia berjalan menghampiri Tina.

__ADS_1


Sembari melempar asal jas nya yang sudah di buka.


Willy mulai mempreteli yang menutup tubuhnya satu persatu.


Hingga kini tersisa pants kotak bermotif panda.


(Aih, unyu amat boxernya Willy, wkwkwk)


Wajah Tina semakin pucat seakan tanpa darah.


Matanya membola melihat benda yang di genggam oleh tangan Willy.


Ia menggeleng dengan tatapan memohon.


Tapi Tina salah, Willy adalah pria hyper tanpa hati.


Ia tidak akan pernah mengampuni mangsanya sampai roboh tak berkutik.


Tina tidak bisa bergerak lagi, ketika tangan Willy sudah mencengkram rahangnya dengan kuat.


Sekuat apapun ia meronta, tenaga Willy bagai beruang saja.


Willy memaksanya menelan cairan itu hingga habis tak bersisa.


"Uhukk... uhukk! "


"Ampuni aku, Om! "


mohon nya sekali lagi dengan air mata yang sudah menganak sungai dan membanjiri pipinya hingga basah.


hardik Willy kemudian menarik kain yang menutupi tubuh putih mulus Tina dengan sekali tarik.


Membuat gadis yang sudah bolong itu memekik kencang.


"Makan ini agar kau tidak berteriak lagi! "


kemudian Willy membuka boxernya, menyumpal dengan paksa mulut Tina dengan tidak semestinya.


Gadis itu hanya bisa mendelik sambil bercucuran air mata.


Ia merasa sesak dan mual.


Ia merasa di perlakukan bagai binatang.


Tidak seperti Eddie yang membuatnya melayang dan menikmati setiap sentuhan dari permainan terlarang mereka.


Kini ia harus memuaskan pria hyper yang liar.


Yang memiliki kelainan s3xual.


______


Fatimah dan Nur terus berlari.

__ADS_1


Di belakang mereka dua pria berjaket kulit hitam, yang hampir saja mendekati mereka.


Nafas kedua gadis itu kian berat dan terengah-engah, namun mereka tidak boleh menyerah.


Mereka sudah berada di lantai dasar bangunan cafe hitam itu.


Bahkan pintu keluar sudah terpampang di depan mata.


Akan tetapi, selangkah lagi mereka berdua akan sampai...,


"Emhh! "


Seorang pria sudah menangkap Nur dan mengunci pergerakannya, serta membekap mulutnya.


Ketika Fatimah hendak menyerang pria yang menangkap Nur, gerakannya di patahkan oleh pria yang satunya lagi.


Yang memiliki codet di pipi kiri.


Fatimah berhasil menghempas cekalan si codet dengan memutar tubuhnya, hingga membalikkan posisi.


Kini si codet lah yang sedang di pelintir tangannya kebelakang oleh Fatimah.


Berhubung kalah body dan juga sedikit lelah, hingga serangan Fatimah pun bisa dengan mudah di tangkis oleh pria yang ber codet di pipi itu.


Fatimah memegangi kepala nya yang sakit, bagaimana pun lawannya ini tidak sebanding.


Tubuhnya yang lelah, hingga terasa payah dan sempoyongan ketika menerima pukulan dari pria yang bertubuh lebih besar darinya.


Darah sudah mulai merembes dari bibir dan hidungnya.


Nur hanya bisa memekik di dalam hatinya, melihat bagaimana sahabatnya melawan pria besar itu sendirian.


Bagaimana pun, ilmu nya masih kalah jauh bisa mendapat lawan yang juga pandai bela diri, seperti dua pria yang memang seorang centeng atau bodyguard dari Willy.


(Ya Allah, tolong kami, tolong Kak Fatimah)


Air Matanya mulai membuat riak.


Meronta bagaimana pun, ia tetap tidak dapat berkutik.


Pria ini begitu kuat.


Seketika bola mata Nur mencuat.


(KAKAKK...!)


Bagaimana nasib Tina?


Apakah Willy akan menghabisinya tanpa ampun?


Dan, apa yang terjadi dengan Fatimah?


Kok jadi tegang gini sih?

__ADS_1


Yang mau lanjut like dulu yang banyaaaakkk....


__ADS_2