
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Ada apa ini?" Tanya Tiara, guru konseling sekolah tersebut setibanya mereka di ruang BK.
"Cewek udik ini mau buat laporan tentang saya Bu!" Jawab Genta membuat Kasih membola matanya, bagaimana bisa si 'tersangka' justru menyodorkan dirinya sendiri tanpa rasa bersalah dan takut sedikit pun.
"Laporan tentang apa? Siapa nama kamu?" Tanya Tiara menatap ke arah Kasih.
"Yeee bengong lo, jawab tuh pertanyaan Ibu Tiara!" Gertak Genta membuat Kasih terlonjak kaget, otaknya benar-benar sedang meraba keadaan yang membuatnya bingung saat ini.
"Ehh,, emhh,, nama, nama saya Kasih Bu! Saya mau melaporkan tindakan pelecehan yang dilakukan cowok sebelah saya ini!" Jawab Kasih terbata-bata.
"Pelecehan?" Tanya Tiara menatap ke arah Genta yang menggedikkan bahunya.
"Iya Bu, dia tadi pagi melecehkan saya. Mencium bibir saya, juga, ehh, meraba pegunungan saya!" Jawab Kasih tertunduk malu.
"Pegunungan apaan?" Cibir Genta meledek menatap ke arah dada Kasih, membuat Kasih memelototkan matanya.
"Dengar Kasih, kamu jangan main-main sama laporan yang kamu buat ini. Bisa jadi boomerang buat diri kamu sendiri, apalagi tanpa bukti apapun!" Ketus Tiara.
"Maaf Bu, lihat dong bibir aku. Juga ini.. seragam aku sampai robek gara-gara ulah dia!" Kasih membuka reselting jaket yang dikenakannya untuk membuktikan jika Genta telah berbuat tidak senonoh terhadapnya.
__ADS_1
"Itu tak membuktikan apapun Kasih kalo Genta lah pelakunya!" Ucap Tiara tegas.
"Tapi saya punya saksi Bu, Kak Rangga bisa bersaksi buat saya. Dia yang menolong saya!" Sahut Kasih tak mau mengalah begitu saja.
"Kasih apa kamu benar-benar menyukai Genta?" Pertanyaan Tiara sontak membuat Kasih membelalakan matanya.
"Saya? Suka sama cowok cabul ini? Yang bener aja Bu, enggak mungkinlah!" Jawab Kasih menggebu-gebu, bahkan Genta sudah mengeratkan rahangnya mendengar umpatan cowok cabul yang disematkan Kasih untuk dirinya.
"Kasih, kamu bukan gadis pertama yang mengaku-ngaku dilecehkan oleh Genta. Sudah banyak siswi di sekolah ini yang membuat laporan jika Genta telah melecehkan mereka dan setelah kami telusuri tenyata tak pernah terbukti. Parahnya lagi, setelah saya introgasi ke mereka mengapa mereka memfitnah Genta, satu jawaban yang sama yang mereka berikan ke saya, karena mereka menyukai Genta dan berharap Genta akan takut jika mereka membuat laporan pelecehan itu ke sekolah dan mau menuruti mereka untuk menjalin hubungan dengan mereka untuk menghindari hukuman yang akan diberikan sekolah untuknya!" Sontak penjelasan Tiara membuat Kasih semakin terkejut.
"Tapi Bu, kasus saya ini murni pemaksaan yang dilakukan Genta ke saya, saya __!" Ucapan Kasih terpaksa terpotong di udara ketika diselak oleh Tiara.
"Kasih, mereka pun berkata demikian. Dan saya lelah harus menerima lagi dan lagi laporan palsu tentang diri Genta, sudahlah lebih baik kamu fokus dengan masa orientasi kamu di sekolah ini. Lupakan sejenak perasaan suka kamu kepada Kakak kelas kamu ini!" Nasehat Tiara semakin membuat Kasih kesal.
"Saya bisa membawa Kak Rangga sebagai saksi!" Usul Kasih, membuat Tiara menghela nafas berat.
"Sudah lebih baik kalian keluar, jam istirahat kalian sudah mau berakhir!" Perintah Tiara tegas.
"Tapi Bu __!" Kasih seakan masih belum terima jika masalah antara dirinya dan Genta tak terselesaikan.
"Apa lagi Kasih? Apa kamu saya skorsing kamu atau bahkan saya bisa DO kamu karena laporan palsu kamu ini hah?" Gertak Tiara mengancam.
"Udahlah Kasih, kita masih bisa berteman. Gue enggak bakal permasalahin perbuatan lo ini, apa lo tega nyia-nyiain beasiswa yang lo dapat di sekolah ini demi ngejar-ngejar gue?" Mata Kasih membelalak lebar mendengar perkataan Genta yang tengah tersenyum penuh kemenangan ke arahnya.
"Jadi kamu siswi penerima beasiswa? Aduuhh Kasih, kamu itu ya tau enggak kalo siswa-siswi penerima beasiswa itu ditanggung oleh donatur terbesar di sekolah ini Bapak Adam Dawson, Ayah dari Genta. Tolong jangan banyak tingkah, jangan buat kami menyesal mengundang kamu menjadi siswi yang pantas bersekolah di sini! Lebih baik kalian keluar sekarang, saya tak mau ada laporan seperti ini lagi kedepannya!" Ketus Tiara.
__ADS_1
"Maaf Bu, kalo begitu saya permisi!" Pamit Kasih berat hati, karena harus mengakui ucapan-ucapan teman-temannya jika apa yang dilakukannya akan berakhir sia-sia.
Sebelum keluar dari ruang BK, Kasih memberi tatapan menghunus pada Genta yang terus menampilkan senyuman iblisnya.
Dengan langkah kesal Kasih berjalan hendak kembali ke kelasnya, namun tanpa diduga Genta yang berlari menyusul langkahnya langsung menarik tangannya dan menyeret Kasih ke lorong yang sepi.
"MAU APA LAGI LO HAH?" Teriak Kasih membuat Genta refleks menutup telinganya.
"Sumpah gue gak pernah nyangka, cewek sebogel elo punya suara yang bisa mecahin gendang telinga orang!" Ledek Genta masih menutup kedua telinganya.
"AWAS, MINGGIR GUE MAU BALIK KE KELAS!!" Perintah Kasih masih dengan suara lantangnya.
"Eits .. Tunggu dulu Kasih Cantik, ada yang mau gue omongin sama elo. Santai kenapa, masih ada 5 menit lagi kok jam istirahat kita!" Sahut Genta yang mencekal lengang Kasih, Kasih yang masih ada rasa trauma menghempaskan tangan Genta dengan kasar.
"Jangan macem-macem lo ya, atau kalo enggak __".
"Kalo enggak apa? Gue rasa apa yang elo denger di ruang BK tadi belum nambah pengetahuan elo tentang gue ya?" Tanya Genta menyindir.
"Yaa, banyak yang gue tau tentang lo tadi di sana. Dan gue rasa cewek-cewek yang Ibu Tiara bilang tadi mereka itu sama kayak gue, korban cabul lo. Tapi mungkin kelicikkan lo lah yang bikin cewek-cewek justru terkesan tersangkanya. Bener kan dugaan gue?" Salak Kasih ketus.
"Beberapa seperti yang elo bilang, beberapa lagi emang mereka yang suka rela menyerahkan diri mereka ke gue. Tapi yang harus elo tau, gue gak maen sama cewek yang suka rela nyerahin dirinya begitu aja, murahan dan lagi gak ada nilai perjuangannya ngedapetin cewek-cewek modelan begitu!" Sahut Genta dengan senyum sombongnya.
"Cihh, elo apa mereka yang murahan hah?" Sindir Kasih.
"Tapi kayaknya elo beda deh sama cewek-cewek itu, asli gue penasaran sama elo. Mau enggak elo gue perjuangin?" Rayu Genta bukannya membuat Kasih melayang, tetapi malah menatapnya jijik dan kesal mendengar rayuan cowok cabul dihadapannya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=