Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Pergaulan Bebas


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Mendengar apa yang baru saja Kasih ucapkan, tiba-tiba Rangga langsung menepikan mobilnya dan berhenti.


"Kenapa kamu kasih nama dari inisial nama kita? Kamu ngerti enggak kalo cara kamu begini tuh kayak ngasih harapan ke aku atas hubungan kita!" Ucap Rangga menatap lekat-lekat wajah cantik Kasih yang kini terlihat gugup.


"Aku, aku suka sama Kak Rangga, tapi belum mau kita ke tahap pacaran. Aku, emhh .. Aku maunya kita pendekatan dulu, kita tau masing-masing dulu supaya nanti gak ada yang perlu kita sesali!" Sahut Kasih tanpa berani membalas tatapan Rangga saat ini dan sesekali mengigit bibir bawahnya untuk mengurangi kegugupannya.


"Jadi kamu ngizinin aku ngedeketin kamu mulai sekarang? Berarti aku boleh dong mulai sekarang sering nge chat kamu?" Tanya Rangga penuh semangat terlebih ketika Kasih menganggukkan kepalanya.


Dan tanpa disangka-sangka Rangga berteriak heboh selayaknya baru saja mendapatkan undian besar.


"Yess, makasih sayang makasih!".


"Sayang??" Tanya Kasih bingung.


"Belajar membiasakan diri buat manggil sayang ke kamu biar gak kikuk pas kita jadian nanti!" Jawab Rangga menggoda.


"Dihh, gaje juga ternyata Kak Rangga!" Ledek Kasih membuat keduanya tergelak.


Dengan kebahagiaan yang membuncah, Rangga kembali mengendarai mobilnya. Begitu pula Kasih tak hanya senang, ia juga lega bisa mengungkapkan perasaannya pada Rangga yang memang sudah mengganggu ketenangan malamnya sejak awal ia bertemu.


Sesampainya mereka di depan rumah Ranti, Kasih tak menyangka jika sang Kakak sepupu tengah berdiri di depan gerbang untuk menanti kepulangannya.


"Assalamualaikum..!" Sapa Kasih kikuk, terlebih ketika pandangan Dewa yang penuh selidik menatap dirinya dan Rangga bergantian.


"Wa"alaikumsalam, kok pulangnya sama beda orang?" Pertanyaan Dewa langsung membuat Kasih seakan sulit menelan salivanya.

__ADS_1


"Tadi aku diajak ke pembukaan cafenya Kakak sepupu si Axel, terus ketemu Kak Rangga di sana. Emh.. Karena acara pembukaannya baru dimulai jam sebelas malem dan Axel juga harus tetep di sana, akhirnya Kak Ranggalah yang nganterin aku pulang deh!" Jawab Kasih jujur.


"Oohh gitu, makasih ya Ngga udah nganterin adek gue balik!" Ucap Dewa pada Rangga.


"Iya Mas, sama-sama. Seneng malahan bisa nganterin pulang cewek secantik Kasih!" Sahut Rangga dibubuhi pujian untuk Kasih membuat Kasih tersipu.


"Jangan sering-sering muji dia, bisa over kepedean lama-lama nih anak!" Ledek Dewa yang langsung membuat Kasih mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah kalo gitu saya permisi ya Mas..!" Pamit Rangga.


"Makasih banyak ya Kak, udah nganterin aku selamat sampe rumah!" Ucap Kasih sekali lagi yang langsung diangguki oleh Rangga sambil tersenyum.


Rangga masih belum beranjak pergi dari tempatnya berdiri, ia menatap Kasih yang bergelayut manja pada sang Kakak sepupu dan Dewa yang merangkul penuh kasih sayang Kasih membuat hatinya menghangat melihat pemandangan itu.


Sudah dipastikan Dewa sangat menyayangi dan menjaga Kasih, ia pun bertekad tak hanya akan mulai melakukan pendekatan pada Kasih saja tetapi juga akan mulai mendekati Dewa untuk mengambil kepercayaan laki-laki tinggi tampan Kakak sepupu sang gadis pujaan.


Setelah melihat keduanya menghilang dibalik pintu, Rangga pun bergegas masuk ke dalam mobilnya untuk kembali ke cafe. Awalnya ia ingin langsung pulang ke rumah, namun saat mengecek ponselnya ada beberapa panggilan dan pesan dari Genta yang mempertanyakan keberadaan dirinya.


Namun baru saja akan menjalankan mobilnya, ponselnya kembali berdering membuatnya kembali menghentikan mobilnya untuk mengangkat ponselnya tersebut.


"Lama banget nganter tuh cewek, kalo mau mojok entar-entar aja. Tau lama kayak gini mending gak gue biarin lo tadi pergi!" Salak Genta ketus.


Genta memang mengetahui jika Rangga tengah pergi mengantarkan Kasih pulang ke rumahnya karena memang mereka tadi tengah duduk di belakang meja Kasih dan teman-temannya yang disekat oleh papan sekat hingga Kasih tak menyadari jika Genta dan kawan-kawan Genta termasuk Rangga ada di belakang mereka.


Maka saat Kasih sedang berdebat dengan Axel untuk memilih pulang sendiri dibanding harus diantar, Rangga pun berinisiatif untuk menawarkan diri mengantarkan gadis mungil berparas cantik itu.


"Elo bukannya mau ngamar sama Clara?" Tanya Rangga sinis, sebenarnya ia berulang kali menasehati sepupunya untuk tidak terlalu bebas berhubungan dengan Clara atau pun gadis-gadis lainnya. Genta masih terlalu muda untuk berpetualang dengan para gadis termasuk Clara, namun apa daya Genta sudah terlalu nyaman berada dilingkaran pergaulan bebas yang ia pilih.


"Enggak jadi, ngambek dia sama gue!" Jawab Genta yang terdengar lesu membuat Rangga mengulum senyum.


"Iya, kalo jadi elo gak mungkin gangguin gue sekarang. Ya udah gue ke sana, jangan kemana-mana, tunggu gue!" Ledek Rangga untuk kemudian mematikan sambungan telfon mereka dan melajukan mobilnya.

__ADS_1


Sesampainya di cafe tadi, Rangga bergegas masuk menemui Genta yang masih duduk di bangku saat ia meninggalkan mereka untuk mengantar Kasih.


"Ckk, lama banget!" Sambut Genta kembali mengucapkan hal yang sama dengan gerutuannya di ponsel tadi.


"Sorry..!" Rangga memilih meminta maaf dibanding melanjutkan perdebatan.


"Temen-temen Kasih udah pada balik?" Tanya Rangga untuk kemudian menyesap soda milik Genta.


"Belum kayaknya, tadi gue lihat mereka bertiga ke depan panggung ngelihat penampilan band!" Jawab Genta.


"Kasih tuh unik ya, disaat temen-temen dia masih asyik-asyik ngumpul dia milih pulang karena cuma diizinin di luar sampe jam sepuluh aja!" Rangga tersenyum simpul membayangkan wajah cantik yang begitu ceria di dalam mobilnya tadi.


"Cihh, bukan unik tapi cupu! Mana ada anak remaja sekarang mau-maunya dibatasin jam nongkrongnya?" Cibir Genta.


"Itu buktinya Kasih, wajar sih gue bilang Kakak sepupunya segitu protektifnya ke Kasih. Selain cantik, Kasih termasuk masih polos, gue yakin banget Kakaknya sayang banget sama dia, enggak mau adeknya kenapa-kenapa!" Sahut Rangga.


"Elo suka sama cewek berisik itu?" Tebak Genta curiga.


"Siapa sih yang enggak suka cewek secantik dan seriang Kasih, hm?" Rangga balik bertanya.


"Gue!" Jawab Genta yakin.


"Bilang enggak suka, tapi jahilin dia terus!" Sindir Rangga.


"Ya bedalah bego, dia itu emang enak buat dijahilin. Elo lihat dong muka galak plus jutek dia kalo ngeliat gue, puas banget deh gue tiap ngelihat dia dongkol gara-gara gue. Hahaha!" Sahut Genta tergelak.


"Udah berhenti ngisengin Kasih, lama-lama bisa jatuh cinta lo sama dia!" Perintah Rangga tegas.


"Kenapa? Elo takut bersaing sama gue, as always?" Sindir Genta dengan wajah serius.


"Cihh, gue yakin banget Kasih gak mungkin suka sama elo yang selama ini selalu ngebuat kesel dia!" Sahut Rangga yakin.

__ADS_1


"Waktu kita masih panjang, Bro. Apapun masih bisa terjadi, emh.. Kalo gue bisa bikin dia jatuh cinta sama gue gimana? Mau taruhan?" Tantang Genta dengan tersenyum smirk.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2