Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Fandom Genta


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Makasih ya Kak, udah nganterin aku kelas juga minjemin aku jaket Kak Rangga. Besok setelah aku cuci pasti langsung aku kembalikan!" Ucap Kasih ketika tiba di depan kelasnya.


"Nyantai aja!" Sahut Rangga dengan nada menyenangkan.


"Oh iya, Kak Rangga di kelas berapa? Jadi besok kalo mau ngembaliin jaket Kakak, aku langsung antar ke kelas Kakak!" Tanya Kasih.


"Kelas 2 IPA 1, aku sekelas sama Genta..!" Jawab Rangga.


"Aku enggak nanyain Kak Rangga sekelas sama siapa..!" Salak Kasih penuh dendam, membuat Rangga tertawa karena melihat tingkah Kasih yang spontan.


"Emhh.. Kasih, boleh aku minta no hape kamu? Jadi nanti kalo kamu mau balikin jaket aku, kamu bisa nge WA aku langsung tanpa harus ke kelas aku!" Pinta Rangga agak ragu, karena pasti akan menyebalkan jika Kasih tidak memberikan nomor ponselnya.


Namun tanpa diduga Kasih menyebutkan sederet nomor, membuat Rangga buru-buru mengeluarkan ponselnya dari saku kemudian mengetikkan nomor yang disebutkan oleh Kasih.


"Aku udah missed call ke no kamu ya, save nomor aku juga ya Kasih!" Ucap Rangga menganggukkan kepalanya.


"Kalo gitu aku masuk ya Kak, makasih udah bantu aku!" Setelah melihat anggukkan Rangga, Kasih pun langsung masuk ke dalam kelasnya yang sudah disambut ketiga temannya dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Kasih, lo enggak apa-apakan? Lo diapain sama Kak Genta?" Tanya Rania.


"Lo tau nama dia Genta?" Kasih justru heran dengan Rania yang mengenali sosok Genta.


"Siapa sih yang enggak tau cowok paling populer, paling tajir di sekolah ini, di sini aja ada Fandom dia mulai dari kelas 1 sampe kelas 3, sayang untuk anak kelas 1 nya kita harus nunggu setelah 3 bulan sekolah di sini baru bisa masuk ke Fandom nya Genta!" Jawab Rania dengan wajah berseri-seri.


"What the hell, predator kayak dia punya fandom di sekolah ini? Pada gila apa cewek-cewek yang mengidolakan tuh cowok bejat, mata sama otak para cewek yang tergabung di fandom dia gue rasa sakitnya udah stadium akhir!" Hina Kasih menggebu-gebu.

__ADS_1


"Ssstttt, Kasih kontrol suara sama omongan elo kenapa sih? Entar kalo sampe fans garis kerasnya si Genta denger bisa-bisa nyawa lo yang jadi taruhannya!" Evelyn mencoba mengingatkan Kasih dengan wajah ketakutan.


"Bener-bener gila!" Salak Kasih menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan kenyataan yang dia ketahui saat ini.


"By the way, lo tadi diapain sama Kak Genta, terus kenapa lo bisa bilang kalo dia itu predator? Emang dia bejat kenapa?" Tanya Axel penasaran, membuat Kasih menghela nafasnya berat.


"Ada minum enggak?" Tanya Kasih tiba-tiba membuat ketiga temannya kesal seketika karena setelah dibuat beberapa saat menunggu ceritanya, justru bukan bercerita malah meminta minum pada mereka.


"Si Kutil, gue mah nunggu-nunggu sampe tegang apa yang lo mau ceritain malah minta minuman, nihh jus gue minum, belum gue sentuh sama sekali itu!" Kesal Evelyn sambil menyerahkan jus kemasan botol miliknya yang langsung diteguk hingga tandas.


"Aus apa doyan lo?" Sindir Evelyn.


"Dua-duanya..!" Jawab Kasih sekenanya.


"Ayo dong Kasih ceritain, lo diapain tadi sama si Ganteng Genta?" Tanya Rania sekali lagi membuat Kasih dan yang lainnya langsung mencibir julukkan yang disematkan Rania untuk Genta.


"Gue abis dilecehin di pojokkan sekolah sama dia!" Jawab Kasih dengan suara bergetar juga dengan nada penuh kemarahan.


"Kalian bisa enggak suaranya dokontrol!!" Pekik Kasih masih menutup telinganya.


"Ehhh Markonah, suara lo itu lebih parah lagi nyadar gak lo. Bahkan suara kita bertiga tadi tuh gak ada apa-apanya dibanding suara lo sendiri kalo lagi teriak!" Sindir Axel tak kalah kesal.


"Udah-udah ihh. Lo jangan ngadi-ngadi deh Kasih, bisa kena pasal pencemaran nama baik sama tuduhan tak berdasar karena gak punya bukti lo nanti. Lagian mana mungkin Ayang Genta ngelecehin lo yang body nya gak nafsuin gini, lihat dong pacarnya si Clara, beuhhh udah cantik seksoyyy lagi!" Sahut Rania tak percaya.


"Enggak punya bukti gimana? Lo gak lihat nihh bibir gue jeding akibat ulah tuh si penjahat kel*min dan ini, seragam gue rusak gara-gara dirobek sama dia, tadi dia, dia juga sempet ngeremes susu gue!" Kasih membuka resleting jaket yang ia kenakan untuk menunjukkan bukti pelecehan yang ia alami.


"Apanya yang diremes sih? Rata gitu?" Sindir Axel yang terus memperhatikan dada Kasih yang terekspos karena 2 kancing bagian atasnya telah raib entah kemana dan hanya dilindungi oleh bra berwarna cokelat berukuran kecil.


"ARRRRRRGGGGGHHHHHHHHHH.. LO NGAPAIN MERHATIIN DADA GUE PRESTO?? " Teriak Kasih mengejutkan semua anak-anak di kelas, terlebih teman-temannya yang sedang mengelilinginya, ia pun dengan buru-buru langsung menutup jaketnya lagi.


"Kasiiihhhhhhhhh, ampun deh suara lo!! Lama-lama gue budek tau gak di deket elo!" Keluh Evelyn menutup telinganya, begitu juga Axel dan Rania.

__ADS_1


"Lagian tuh si Axel merhatiin banget bagian ter rahasia gue!" Salak Kasih menatap tajam ke arah Axel.


"Lah gimana gue gak perhatiin, jelas-jelas lo buka jaket lo di depan gue!" Celetuk Axel tak kalah garang.


"Iya, gue terlalu kebawa suasana. Lagian harusnya kan lo langsung tutup mata bukannya malah merhatiin terus-terusan gitu!" Kasih tetap tak terima.


"Udah sih, lagian gue juga minat sama dada rata lo, berisian dada kucing gue yang baru ngelahirin tau enggak dibanding punya elo!" Ledek Axel yang langsung dihadiahi pukulan di kepalanya oleh kepalan tangan mungil Kasih.


"Body shaming banget sih lo!".


"Udah ihhh kalian ini beneran deh kayak tom and jerry, gak ada akur-akurnya. Emang elo diapain sama Genta?" Tanya Evelyn menengahi perdebatan antara Kasih dan Axel.


"Dia nyium paksa bibir gue Lyn, semakin gue berontak semakin brutal dia nyium gue. Gue ngerasa direndahin banget tau enggak sebagai cewek, apalagi pas dia ngejamah bagian privasi gue, gue bener-bener terhina banget tau enggak!" Kasih mulai terisak menceritakan kejadian mengerikan yang baru saja dia alami.


"Keterlaluan banget si Genta itu!" Cibir Evelyn menahan gejolak amarahnya.


"Terus lo bisa bebas dari dia gimana? Dia ngelepasin lo setelah puas nyium elo?" Tanya Rania penasaran.


"Enggak, gue ditolong sama sepupu dia. Jaket ini aja yang minjemin cowok itu!" Jawab Kasih menunjuk ke arah jaket yang ia kenakan.


"Kak Rangga..?" Ucap ketiganya serempak.


"Kok kalian bisa kenal sih sama mereka-mereka?" Kasih heran karena ternyata hanya dirinya lah yang tak tahu menahu tentang Genta dan orang-orang di sekitaran Genta.


"Dibilang Genta tuh cowok paling famous, paling tajir di sini jadi wajarlah kalo dia dan teman-teman dia kita semua tau. Lagian kita SMP juga di SMP Tunas Harapan Bangsa, gedung seberang SMA kita. Genta dan kawan-kawannya tuh udah terkenal banget!" Sahut Rania menjelaskan.


"Pantes lo khatam banget tentang si Genta, jangan-jangan lo masuk Fandom nya dia lagi?" Sindir Kasih.


"Iya waktu SMP dan rencananya gue mau masuk lagi di Fandom nya Ayang Genta di SMA ini, tapi sayang seribu sayang harus nunggu 3 bulan dulu baru bisa daftar!" Sahut Rania berbangga diri.


Sontak perkataan Rania dengan semangat yang berkobar-kobar itu membuat ketiga teman Rania lainnya menaikkan bola mata mereka malas.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2