Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Jadian


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Mas Dewa" Kasih menyembulkan kepalanya di depan kamar Dewa yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Apaan? Gue lagi ngerjain tugas kuliah gue, kalo enggak penting mending elo enggak usah masuk ke kamar gue!" jawab Dewa tanpa mengalihkan tatapannya dari layar laptopnya.


"Emmhhh, aku tadi ditembak sama Kak Rangga. Aku harus gimana Kak?" tanya Kasih yang sudah mendudukkan dirinya di atas ranjang.


Seketika perkataan Kasih membuat Dewa menghentikan kegiatannya dan langsung memusatkan perhatiaannya pada sang adik, "ditembak siapa? Rangga?".


"I .. iya" jawab Kasih gugup saat melihat tatapan tajam Kakaknya.


"Lo bilang Rangga mau pendekatan dulu, kok tiba-tiba langsung nembak?" Dewa yang kini sudah duduk di atas ranjang sebelah Kasih langsung menyelidiki bak detektif.


"Mungkin dia takut banyak cowok yang bakal ngedekitin aku dan juga nembak aku. Mas Dewa tau sendiri aku kan cantik, baik dan menyenangkan pasti bakal banyak yang tergila-gila sama aku!" jawaban narsis Kasih langsung membuat Dewa berdecih.


Dewa yang kesal sekaligus gemas langsung menoyor kepala sang adik, "Serius kenapa sih lo!".


Kasih kemudian menceritakan semua yang diobrolkan olehnya dengan Rangga tanpa terkecuali, ia juga meminta pendapat sang Kakak harus memberikan jawaban apa pada Rangga, lebih tepatnya meminta izin pada Dewa untuk berpacaran dengan Rangga. Karena jujur Kasih juga menaruh hati dengan Kakak kelas tampannya itu.


"Enggak tau Kak Rangga bilang begitu sama aku, kalo Genta suka sama aku. Mereka kan sepupuan jadi Kak Rangga tau betul Genta itu gimana orangnya".


"Bukannya Genta pacaran sama si Clay?" cecar Dewa.


"Mas Dewa tau sendirikan tuh cowok playboy banget, tipe-tipe petualang wanita!" cibir Kasih dengan mimik wajah tak suka.


"Kasihan si Clay.." lirih Dewa sangat pelan.


"Apa Mas?" Kasih yang tak mendengar ucapan Kakaknya mencoba untuk memperjelas apa yang diucapkan oleh Kakaknya tadi.

__ADS_1


"Bukan apa-apa!" jawab Dewa cepat.


"Jadi menurut Mas Dewa aku harus jawab apa?" tanya Kasih ragu-ragu.


"Jawab apaan?" Dewa yang tak fokus justru balik bertanya.


Kasih yang kesal menaikkan bola matanya kesal, namun kembali bertanya "Boleh aku terima Kak Rangga jadi pacar aku?".


"Lah elo nanya apa minta izin sih?".


"Dua-duanya.." jawab Kasih dengan cengiran khasnya.


Sejenak Dewa terdiam untuk berpikir, apa iya akan mengizinkan adiknya untuk mulai merasakan percintaan masa SMA.


Sejak Ranti menasehatinya untuk sedikit memberikan kelonggaran pada Kasih menikmati masa remajanya tanpa kekangan yang berlebihan, ia pun ingin Kasih menikmati masa-masa cinta monyet SMA.


Ia pun juga melihat Rangga sejauh ini cukup baik dan dewasa juga bertanggung jawab, tak ada salahnya bukan memberikan kesempatan pada mereka berdua.


"Yaa perasaan lo sendiri gimana ke Rangga? Gue sih yang penting lo bisa jaga diri aja, jangan sampe ngelewati batas aja!".


"Makasih ya Mas Dewa, Kasih juga suka sama Kak Rangga dan Kasih janji gak akan nyecewain Mas Dewa, enggak akan merusak kepercayaan yang Mas Dewa berikan ke Kasih!" Kasih langsung menciumi pipi Kakak sepupunya itu.


Malamnya seusai menyelesaikan PR nya, Kasih langsung mengambil ponselnya untuk menelfon Rangga, tapi sebelum sempat mendial nomor Rangga, nama sang pujaan hati justru sudah terpampang di layar ponselnya meminta terhubung dengan panggilan video.


"Baru aku mau telpon, ehh udah nelpon duluan!" Ucap Kasih saat sudah terhubung.


"Jodoh mah emang sering gitu, Cantik!" sahut Rangga menggoda.


"Kak Rangga paling bisa deh bikin aku melayang. Aku tadi baru selesai belajar, makanya aku langsung mau telpon Kakak!" Kasih menunjukkan tumpukan buku yang belum ia masukkan ke dalam tas sekolahnya.


"Idaman sekali calon istriku ini" goda Rangga terus-menerus pada Kasih, karena jujur Rangga sangat menyukai semburat merah pada wajah cantik Kasih setiap ia goda.


"Berapa tahun aku bakal bergelar status Nyonya Rangga?" ucap Kasih balik menggoda.

__ADS_1


"Ngapain nunggu berapa tahun, kalo besok kamu siap aku lamar, aku langsung lamar nihh!".


"Ishhh, aku mau sekolah dulu, mau kuliah, mau jadi Dokter spesialis jantung dulu. Baru deh nikah!" elak Kasih terkekeh membuat Rangga tersenyum simpul.


"Berarti aku yang harus sabar dong sampe bisa ngelamar Ibu Dokter yang cantik ini" Kasih langsung tertawa renyah mendengar candaan Kakak kelasnya itu.


Setelah menguasai tawa mereka, mereka sempat saling diam dan menatap dalam satu sama lain seakan sedang saling menyelami perasaan masing-masing. Akhirnya Rangga mengeluarkan suaranya untuk meminta jawaban atas pertanyaannya sepulang sekolah tadi, "So can I get the answer now?".


Kasih langsung mengangguk malu-malu menjawab pertanyaan Rangga.


"Artinya kita resmi pacaran?" tanya Rangga penuh semangat, dan lagi dijawab dengan anggukkan dan wajah bersemu merah.


"Alhamdulillah, aku janji bakal bikin kamu bahagia terus dan selalu nyaman setiap sama aku" lanjut Rangga sangat bahagia.


"Dan aku berharap Kakak bersabar kalo nanti mungkin ada sikap atau sifat aku yang nyebelin karena Mas Dewa bilang aku tuh anaknya nyebelin, cerewet, cengeng, childish__!" Kasih seakan ingin agar Rangga mempersiapkan diri untuk menghadapi sikap dan sifat dirinya yang mungkin kelak membuat Rangga kesal.


"I love the way you are, okay. So don't worry, karena aku pun juga pasti punya sikap yang menyebalkan dan kamu harus bersiap diri atas keposesifan aku kelak!" sahut Rangga tersenyum simpul.


"Berarti Mas Dewa kedua dong dalam hidup aku?" seloroh Kasih membuat keduanya tergelak.


"Jadi bener nih, malam ini kita resmi jadian?" sekali lagi Rangga mencoba memastikan yang kembali dijawab Kasih dengan anggukkan malu-malu.


"Okay Sayang, udah malem kita harus cepet tidur karena besok kita gak boleh terlambat ke sekolah. Dan aku sendiri gak sabar buat ketemu pacar aku yang cantik ini" lagi semburat merah langsung terbit di wajah Kasih mendengar panggilan sayang yang diberikan oleh Rangga.


"Ya udah kalo gitu, kita istirahat ya Kak. Selamat tidur, sampe jumpa besok di sekolah!" sahut Kasih malu-malu.


"Aku lupa sesuatu" ucap Rangga.


"Lupa apa?" tanya Kasih mengernyit kan dahinya bingung.


"Aku lupa bilang kalo aku sayang banget sama kamu. Okay, good night Baby Girl, have sweet dream and we'll meet tommorow!" jawab Rangga diselingi godaan pada Kasih yang lagi membuat wajah cantiknya merona.


Setelah sambungan terputus, Kasih langsung mengecek ponselnya karena beberapa kali di saat mereka berteleponan Genta tak henti-hentinya melakukan panggilan telepon pada dirinya.

__ADS_1


Dan benar saja, saat Kasih mengecek pesan WhatsApp nya beberapa pesan Genta kirimkan menanyakan dengan siapa Kasih berteleponan membuat Genta sepertinya kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2