
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Kasih menghela nafasnya berat ketika ia baru saja sampai di depan gerbang sekolahnya membuat Dewa yang sedari tadi memperhatikan raut malas wajah adik sepupunya itu heran.
"Gak semangat banget hari ini kayaknya?" Tanya Dewa yang baru saja berhasil melepaskan ikatan helm yang dipakai Kasih.
"Enggak kok, cuma aku agak kecapekan aja hari ini. Pengennya rebahan aja di rumah!" Jawab Kasih beralasan.
"Ada yang ngejahatin elo?" Tanya Dewa curiga.
"Gak usah khawatir kalo urusan itu mah Kasih masih bisa ngelawan!" Jawab Kasih mencoba menenangkan Kakak sepupunya itu.
"Cowok kemaren ngusilin elo?" Rasa penasaran Dewa terhadap Genta sebenarnya masih begitu besar, terlebih ketika Genta mengatakan jika bibir Kasih manis membuat Dewa benar-benar dilanda penasaran.
"Cowok yang mana sih?" Kasih benar-benar lupa dengan sosok Genta yang dimaksud oleh Kakak sepupunya.
"Yang lo bilang cowok random, yang kemaren ngobrol di sini waktu lo pulang sekolah!" Jawab Dewa mengingatkan.
"Oh dia? Enggak tuh..!" Jawab Kasih mencoba menyembunyikan kenyataan jika memang Genta lah cowok yang paling menyebalkan yang sering mengusilinya hingga membuat moodnya pagi ini buruk.
"Jawabnya enggak, tapi gugup gitu. Atau jangan-jangan lo suka lagi sama dia?" Tuduh Dewa membuat Kasih mendelikkan matanya tak suka.
"Aku suka sama dia? Idih najis..!" Umpat Kasih menggebu membuat Dewa terbahak-bahak.
"Jangan nojas-najis lu, ketula omongan sendiri mau lu?" Sindir Dewa membuat Kasih berdecih sebal.
"Siapa yang bakalan suka cowok cabul kayak dia?" Cicit Kasih, namun masih bisa didengar oleh Dewa membuat Dewa menajamkan pandangannnya pada Kasih.
"Cabul? Lo pernah diapain sama dia?" Tanya Dewa dengan wajah emosi.
__ADS_1
"Enggak, aku enggak pernah diapa-apain sama dia. Kelihatan aja dia dari muka dia kalo dia cowok cabul" Ejek Kasih membuat keduanya terbahak-bahak.
"Udah sana masuk, telat baru tau rasa lu kena hukuman!" Dewa menyodorkan tangannya agar Kasih menyaliminya.
"Makasih ya Mas, udah mau nganterin!" Ucap Kasih dengan cengiran khasnya membuat Dewa gemas dan refleks mencium puncak kepala Kasih.
"Tumbenan lu inget ngucapin terima kasih?" Sindir Dewa.
"Iya, ngerasa dzolim aja aku selama ini. Tiap naik ojek aku selalu ngucapin makasih, padahal aku bayar. Sedangkan sama Mas Dewa aku gak pernah ngucapin makasih padahal anter jemput gratis!" Sahut Kasih terbahak-bahak.
"Emang songong lu!" Geram Dewa mencubit cuping mancung adik sepupunya itu.
Setelah sedikit bersenda gurau, Kasih pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah. Sepanjang perjalanan tak berhentinya ia berdoa agar seharian ini tak bertemu dengan Kakak kelas ajaibnya yang selalu membuat harinya begitu kelabu.
Namun sepertinya keberuntungan belum berpihak pada Kasih karena secara tiba-tiba tangan kokoh sudah melingkar di bahunya, membuatnya menengok ke sosok menyebalkan yang tengah merangkulnya.
"Lepas gak? Maen ngerangkul aja lo!" Gertak Kasih dengan suara lantangnya membuat Genta reflek melepaskan rangkulannya untuk menutup telinganya.
"Sumpah deh elo itu jadi cewek gak bisa apa suaranya lemah lembut dikit?" Sindir Genta, namun Kasih tidak sama sekali memperdulikannya dan terus berjalan.
"Lepas gak! Resek banget sih!" Bentak Kasih tak kalah geram.
"By the way, lo romantis juga ya sama cowok lo. Pake cium-cium kepala lo tadi, becanda-becanda cubit-cubitan hidung. Ihh.. so sweet banget sih!" Ledem Genta tanpa melepas rangkulan tangannya.
"Ohhh jadi dia nyangka Mas Dewa itu cowok gue, bagus deh biar dia gak berani macem-macem sama gue tau gue punya cowok keker bin ganteng!" Batin Kasih penuh kemenangan, meskipun hatinya tergelitik geli harus memuji kelebihan Kakak sepupunya yang narsis itu.
"Yaaa, itulah bedanya lo sama cowok gue itu. Cowok gue itu super manis, tau gimana memperlakukan ceweknya, enggak kayak elo!" Sahut Kasih telak.
"Emang gue kenapa?" Tanya Genta mengernyit bingung, namun semakin erat merangkulkan lengannya pada bahu Kasih yang berusaha terus mengelit.
"Dihh, gak tau diri amat! Lo lupa abis bertindak tak senonoh sama gue kemaren? Awas ihh, lepasin kenapa tangan lo! Lihat noh cewek-cewek pemuja elo ngelihatin gue udah kayak pengen nelen gue idup-idup!" Geram Kasih namun malah membuat Genta tergelak.
"Cewek gue malah suka kalo gue berbuat gak senonoh sama dia, minta nambah lagi!" Goda Genta membuat Kasih menaikan sudut bibirnya sebal, serta memandang jijik ke arah Genta.
__ADS_1
"Cabul..!" Cibir Kasih membuat Genta semakin terbahak-bahak.
Hingga panggilan sayang seseorang membuat mereka menatap ke arah si pemanggil.
"Hun..!".
"Beb, kamu udah sampe?" Sahut Genta melepaskan rangkulannya dari bahu Kasih, membuat Kasih tersenyum meledek ke arahnya.
"Kamu ngapain sih ngerangkul-ngerangkul dia?" Clara terlihat sangat kesal dengan tingkah Genta.
"Nah loh kan, Ibu negara ngambek. Urusin sana, gue enggak mau ya dia sampe salah paham sama gue" Ketus Kasih sambil berjalan melewati Clara yang tengah memasang wajah masam pada dirinya, tetapi ucapan ketus Kasih justru memancing senyuman Genta.
"Kamu suka sama cewek itu?" Tanya Clara kesal setelah Kasih menjauh dari mereka.
"Enggak lah, ngaco deh kamu. Dia tuh gak masuk kriteria cewek yang aku suka. Bandingin aja dia sama kamu, jauh banget lah beb. Apalagi dadanya rata gitu, enggak kayak punya kamu!" Goda Genta menaik turunkan alisnya.
"Tapi kamu ngerangkul-ngerangkul dia gitu!" Ketus Clara.
"Clara, please..!" Gertak Genta yang memang tak pernah menyukai jika seseorang terlalu posesif terhadap dirinya.
"Sorry..!" Clara yang mengerti gertakan sang kekasih adalah sebuah peringatan jika dirinya sudah melampui batasan yang dibuat sang kekasih pun lebih memilih meminta maaf.
"Malem minggu nanti aku udah booking kamar hotel, di hotel biasa. Kita akan habiskan weekend kita di sana, aku belum puas tadi malam sama permainan singkat kita!" Ucap Genta merangkul pinggang kekasihnya, sedang Clara yang mendengar rencana Genta tersenyum senang dengan wajah yang memerah.
***
"Gue ke toilet dulu ya, kebelet!" Pamit Kasih pada ketiga temannya saat jam istirahat ketika mereka hendak ke kantin.
"Lo mau dipesenin apa? Kita-kita pada mau ngebakso nih!" Tawar Rania padanya.
"Mau deh, gue bakso nya aja ya, jangan pake mi-mi an!" Sahut Kasih kemudian memisahkan diri dari teman-temannya yang hendak menuju kantin.
Selesai menuntaskan hajatnya di toilet, Kasih yang sedang mencuci tangannya di washtafel dikejutkan oleh kedatangan Clara dan teman-temannya yang langsung menarik tangannya dengan kasar dan menghempaskannya ke dinding.
__ADS_1
"Hey anak baru, bisa enggak lo enggak kecentilan sama cowok gue hah?" Gertak Clara menghimpit tubuh Kasih ke dinding.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=