
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Ishh, si kutil ditungguin di Kantin dia malah tiduran di kelas!" Tegur Rania kesal mendapati Kasih yang berada di kelas, sedangkan dia yang lain sedari tadi menunggu kedatangan Kasih di kantin.
"Bangun woi, udah bell masuk juga!" Geram Axel menggoyang-goyangkan tubuh Kasih yang menelungkupkan wajahnya di atas meja.
Kasih yang baru sebentar terlelap, langsung mengangkat wajahnya.
Raut wajah Kasih saat ini seketika membuat ketiganya terkejut, bagaimana tidak wajah pucat, mata sembab juga masih ada sisa lelehan air mata di pipinya.
"Ya Tuhan, elo sakit Kasih? Kok pucet gitu?" Tanya Evelyn khawatir.
"Lo abis nangis ya?" Cecar Rania gantian.
"Sorry bakso lo tadi akhirnya gue yang makan!" Sontak perkataan Axel membuat kedua gadis di sebelah kanan kirinya berdecih kesal dan langsung mendorong tubuh gemulai Axel.
"I.. iya, tib..a-tiba gue, gue enggak enak badan. Emh.. gue mau izin istirahat di uks boleh enggak ya kira-kira!" Kasih memang membutuhkan istirahat karena mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan juga menenangkan perasaannya.
"Ya udah nanti gue izinin, perlu gue anter atau sekalian gue temenin?" Tawar Rania yang dijawab gelengan kepala Kasih.
"Enggak apa-apa gue sendiri aja, gue kalo gak enak badan pasti tidur. Entar lo BT lagi!".
***
Kasih langsung merebahkan tubuhnya di ruang kesehatan sekolah, merasakan sedikit nyaman saat tubuhnya ia baringkan.
"Ada yang bisa aku bantu?" Tanya seorang Kakak kelas yang bertugas menjadi petugas kesehatan hari ini.
"Emhh, badan aku sakit Kak aku cuma butuh istirahat aja! Ohh, emhh.. apa ada obat untuk mengurangi memar Kak?" Kasih cukup ragu ketika bertanya.
"Memar? Memar dimana? Aku gak bisa lihat memar di badan kamu!" Kakak kelas itu cukup heran karena memang tak melihat memar di tubuh Kasih yang tak tertutupi.
Masih dengan ragu-ragu Kasih membuka jaket dan seragamnya untuk menunjukkan bagian tubuh yang terasa nyeri dan dipastikan menjadi luka memar.
__ADS_1
"Astagfirullah, ini kenapa? Kamu berantem? Kamu dipukulin?" Pekik Kakak kelas berhijab itu.
"Bu, bukan Kak. Aku, aku jatuh tadi!" Jawab Kasih cepat untuk menutupi kejadian sebenarnya.
"Hati-hati, memarnya parah banget ini. Sebentar ya aku siapkan air anget dan salep buat kamu!" Petugas kesehatan berparas manis itu pun bergegas menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk mengobati Kasih.
Selama membersihkan dan mengobati memar-memar Kasih, Salma nama sang petugas kesehatan itu mulai mencurigai jika Kasih tadi berbohong karena Salma bisa melihat beberapa jejak sepatu di seragam yang dikenakan Kasih.
"Nama aku Salma..!" Ucap Salma memperkenalkan diri.
"Hai Kak, nama aku Kasih. Makasih ya udah mau direpotin aku!" Sahut Kasih memperkenalkan dirinya juga.
Setelah saling berkenalan, obrolan mereka pun terjadi begitu seru, namun melihat wajah Kasih yang semakin pucat membuat Salma meminta agar Kasih beristirahat saja.
Sedang di lapangan saat sedang terjadi keseruan kegiatan MOS anak baru, Genta sedikit aneh melihat gerombolan teman-teman Kasih tengah berkumpul namun sosok adik kelas yang sering menjadi korban kejahilannya tak terlihat.
Ia pun memutuskan menghampiri teman-teman Kasih untuk mempertanyakan keberadaan gadis cantik nan berisik itu.
"Hai kalian..!" Sapa Genta pada ketiga teman Kasih.
Sapaan Genta sontak membuat Rania sebagai pengaggum berat si Kakak Kelas membelalakan matanya sekaligus merasakan kebahagian yang teramat sangat.
"Emhh, temen kalian si Kasih kemana? Kok gak kelihatan?" Tanya Genta tanpa ragu.
"Oohh Kasihnya lagi sakit Kak, sekarang lagi di UKS!" Jawan Rania dengan binar bahagia.
"Aduh duh duh .. Sakit Lyn, elo apa-apaan sih nyubit gue!" Evelyn yang merasa kesal dengan kelakuan temannya itu langsung mencubit keras lengan Rania.
"Okeh deh kalo gitu, thanks buat infonya ya. Gue cabut dulu!" Pamit Genta tanpa memperdulikan pertikaian kedua teman wanita Kasih.
"Elo itu ngapain sih pake ngasih tau Kak Genta kalo Kasih di UKS? Lo tau kan Kasih itu menghindari bange sama yang namanya Gent!" Geram Evelyn pada Rania.
"Ya Allah gue lupa saking senengnya gue disapa sama forever crush-nya gue!" Sahut Rania masih dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan membuat Evelyn dan Axel berdecih kesal kemudian meninggalkan Rania yang masih senyum-senyum sendiri dengan rangkaian khayalan indah di otaknya.
"Ehh, tungguin dong kalian kok tega ninggalin gue sendirian!" Rania mengejar kedua temannya yang sudah berjalan jauh darinya.
"Males gue nungguin orang yang lagi sibuk ngehalu!" Cibir Evelyn tanpa menengok ke arah belakang.
__ADS_1
***
"Ada Kasih?" Tanya Genta pada Salma ketika ia memasuki ruang UKS.
"Lo kenal sama Kasih?" Salma yang juga teman sekelas Genta mempertanyakan hubungan antara Kasih dengan Genta.
"Korban gue selanjutnya!" Jawab Genta asal dengan senyum smirknya.
"Jangan isengin dia, kasihan!" Ucap Salma kesal yang tahu tabiat teman sekelasnya tersebut.
"Berisik lo!" Hardik Genta namun kemudian tertawa.
"Hello Kasih..!" Sapa Genta pada Kasih yang sedang merebahkan tubuhnya di salah satu ruangan di UKS tersebut.
"Ngapain lo ke sini?" Bentak Kasih membuat Genta justru tergelak.
"Ikut-ikutan elo lah!" Jawab Genta tak jelas.
"Maksudnya?".
"Pura-pura sakit biar gak usah ikutan kegiatan MOS di lapangan. Di luar panas banget, kulit gue bisa merah-merah kena paparan sinar matahari di luar!".
"Tapi lo bisa kan gak usah ruangan sini, masih banyak ruangan lain sana!" Usir Kasih memandang tak suka pada Genta.
"Enggak mau, gue mau di sini nemenin elo!" Sahut Genta mendudukan diri di atas ranjang Kasih membuat Kasih semakin jengah.
"Mendingan elo pergi sana, jangan ganggu gue! Kepala gue makin sakit deketan sama elo. Lagian ntar cewek lo tau elo di sini, bisa ditelen idup-idup gue sama dia!" Usir Kasih lagi.
"Cemburu?" Sindir Genta membuat Kasih membelalakan matanya.
"Idihh najis..!" Umpat Kasih judes membuat Genta tertawa.
"Tenang, cewek gue enggak bakal tau gue di sini. Dia lagi sibuk ngurusin anak baru di luar. Elo sendiri pinter juga ya ngehindarin kegiatan MOS dengan pura-pura sakit!" Ejek Genta.
"Pura-pura elo bilang??" Sahut Kasih kesal.
"Iyalah pura-pura, coz' cewek seajaib elo, seberisik elo enggak mungkin kan bisa sakit!" Ledek Genta lagi kali ini ia merebahkan tubuhnya di sebelah Kasih.
__ADS_1
Kasih yang risih memilih turun dari atas ranjang dan duduk di kursi sebelah ranjang. Mungkin jika tubuhnya tidak terasa sakit, juga kepalanya yang tidak sedang berdenyut nyeri hebat, Kasih memilih keluar dan mencari kamar lain untuk menhindari Kakak kelasnya yang menyebalkan itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=