Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Pembalasan Telak


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Ternyata Clara lebih beruntung daripada Kasih karena Clara mempunyai kemampuan berenang, hingga ia dengan cepat berenang ke tepian kolam.


Tapi tidak dengan Kasih yang memang tidak pandai berenang, beberapa kali kepalanya timbul tenggelam ke dalam air.


Kasih pun mencoba berteriak meminta tolong saat kepalanya timbul.


Menyadari jika Kasih tak pandai berenang dan akan tenggelam, beberapa orang yang tadi sempat memperhatikan pertengkaran dua gadis cantik itu mulai dilanda kepanikan.


Mereka semua berteriak meminta pertolongan pada siapa pun yang pandai berenang, kebetulan atau tidak orang-orang yang berada di sekitaran kolam pun tak pandai berenang.


Melihat ada keributan dan teriakan minta tolong dari tepian kolam renang, Genta dan Rangga dan semua orang yang jauh dari kolam renang langsung berlari ke sana untuk mengetahui ada kekacauan apa yang sedang terjadi.


Betapa terkejutnya semua, terlebih Rangga, Genta dan keluarga Dawson melihat Kasih yang tengah berusaha keras membuat kepalanya tetap di atas air.


Dan kepanikan pun semakin menjadi-jadi saat tubuh Kasih tenggelam dan tak terlihat di atas permukaan air.


Dengan gerakan cepat Rangga dan Genta langsung terjun ke dalam kolam renang untuk mencari tubuh Kasih.


Genta yang memiliki skill berenang dan menyelam ke dalam air yang mumpuni lebih dahulu menemukan tubuh mungil Kasih yang sudah tak sadarkan diri itu.


Ia pun langsung membawa tubuh malang itu ke tepian kolam untuk segera melakukan pertolongan pertama pada orang yang tenggelam.


Beberapa kali Genta yang panik melakukan CPR diselingi dengan memberikan bantuan pernafasan pada mulut Kasih agar Kasih bisa segera siuman.


Akan tetapi Rangga yang tak terima Genta mencium bibir Kasih langsung mendorong tubuh tegap itu untuk menggantikan memberikan pertolongan pada Kasih.


Dan demi keselamatan gadis tersebut, Genta memilih menyingkir dan membiarkan Rangga untuk menggantikannya memberikan pertolongan pada gadis malang tersebut.

__ADS_1


Semua langsung bisa bernafas lega sambil mengucapkan syukur ketika Kasih sadar dan mulai terbatuk-batuk memuntahkan air yang masuk ke dalam tubuhnya, begitu pula Genta yang tersenyum lega melihat Kasih sadar.


Clara sempat menangkap ekspresi kelegaan yang ditunjukkan oleh Genta, membuat hatinya semakin marah dan benci pada gadis yang baru saja dicelakainya itu.


Rangga sendiri dengan sigap langsung membantu Kasih untuk duduk dan agar lebih mudah mengeluarkan air kolam yang sempat tertelan olehnya.


Setelah bisa menguasai dirinya, Kasih dengan tubuh gemetar langsung menubruk tubuh Rangga, seakan mencari ketenangan setelah hal mengerikan yang baru saja dia alami.


"Jangan takut lagi, kamu udah baik-baik aja sekarang. Ada aku!" bisik Rangga lembut mengusap punggung Kasih yang naik turun karena menangis.


Andhira datang langsung menyelimuti tubuh Kasih dengan selimut tebal yang tadi dia minta pada salah satu pekerja rumahnya, sedangkan Adhisti memberikan selimut lainnya pada Clara yang masih duduk di tepian kolam tanpa ada satu pun di dekatnya termasuk Genta.


"Genta, sini! Ajak Clara masuk ke dalam rumah!" perintah Dhisti yang kesal melihat Genta begitu cueknya dengan Clara.


"Kamu juga masuk ke dalam ya Sayang, ganti bajunya!" sahut Dhira lembut yang diangguki oleh Kasih.


Sedang Adam langsung meminta pada semua untuk kembali melanjutkan acara.


"Ada yang mau cerita, kenapa kalian bisa seperti ini?" tanya Adam, meski pelan tapi semua bisa menangkap nada tegas di setiap ucapan lelaki berwibawa itu.


"Cewek miskin ini yang cari gara-gara duluan!" tuduh Clara dengan suara menggelegar.


Sedang Kasih hanya tertunduk malu. Bukan malu terhadap tuduhan karangan Clara, tetapi malu karena di acara keluarga Dawson ia tak bisa menempatkan diri dan justru terpancing emosi akibat ulah Clara.


"Clay..!" tegur Andhira lembut, ia tidak suka seseorang membawa-bawa status sosialnya untuk dihina.


"Dia sengaja deketin Rangga dan Genta bersamaan supaya bisa masuk ke keluarga Dawson!" melihat Kasih hanya tertunduk membuat Clara justru makin menjadi-jadi untuk memojokkannya.


"Diam Lo Clay!!".


"Diam kamu Clara!!".


Gertak Rangga dan Genta berbarengan.

__ADS_1


Mereka yang berada di ruang keluarga langsung memusatkan pada kedua cowok tampan yang terlihat tak setuju dengan tuduhan Clara.


Clara sendiri langsung memasang wajah kesal sekaligus malu mendengar gertakan keduanya, terlebih gertakan Genta sang pacar. Ini membuat dirinya seakan tak dibela oleh kekasihnya sendiri.


"Cewek gue enggak mungkin punya pikiran sepicik itu!" bela Rangga yang duduk di sebelah Kasih.


"Lo jangan naif, Ngga! Gue tanya sama elo, berapa kali elo mergokin cewek elo deketan sama Genta?" tanya Clara dengan nada mengejek.


Rangga dan Genta menghembuskan nafas mereka berat, karena apa yang tanyakan Clara memang benar adanya.


"Tapi bukan berarti Kasih punya maksud kotor kayak yang elo tuduhin!" geram Rangga masih membela sang pacar.


"Kita enggak pernah bisa nebak isi pikiran orang lain. Dan gue perjelas ya, belum ada cewek miskin di dunia ini yang bisa melewatkan tambang emas di hadapannya. Apalagi dia udah punya modal berwajah cantik, jelas dia bakal gunain kecantikan mereka buat ngegaet tambang emas seperti kalian!" Clara makin memfitnah Kasih.


"Clara!" teguran ketus kini terlontar dari mulut Adhisti, ia tak suka Clara terus menerus memojokkan Kasih hanya karena status sosial Kasih yang bukan anak orang kaya.


"Lho, emang bener kan yang aku bilang. Di dunia ini kenyataannya memang seperti itu. Anak orang kaya aja bisa melakukan segala hal agar supaya bisa memiliki hubungan dengan Genta, apalagi anak orang miskin!".


"Lagian kalian lihat sendiri kan, dia terus aja nunduk gak bisa ngebela diri! Karena apa yang aku bilang itu benar adanya!".


Clara semakin menjadi-jadi memberikan tuduhan-tuduhan menyakitkan pada Kasih, membuat semuanya menggelengkan kepala mereka atas sikap arogan dan seenaknya seorang Clara.


"Jangan samain gue sama elo! Elo tau, elo itu seakan-akan lagi menjelaskan cerminan diri elo sendiri! Elo anak orang kaya, tapi tetep ngehalal in segala cara buat tetep bisa punya hubungan sama Genta. Iya kan? Tapi justru elo nuduh gue, lucu tau enggak?" ucap Kasih membela diri.


"Dan elo mau tau kenapa gue nunduk aja dari tadi?" cecar Kasih menatap tajam Clara.


"Saya minta maaf sama Om dan Tante, juga semua keluarga besar. Saya malu telah membuat keributan di acara yang Om dan Tante gelar. Maafin saya yang sudah enggak tau diri diundang oleh keluarga terpandang Om dan Tante, padahal saya bukan siapa-siapa, malah justru membuat keonaran!" permohonan Kasih jelas menjadi pembalasan telak pada Clara yang tak tahu diri.


Sedang yang lain, langsung tersenyum penuh kekaguman pada gadis kecil yang begitu tenang menghadapi orang seperti Clara dan bersikap dewasa mengakui kesalahannya.


Terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah, Kasih mau meminta maaf karena keributan yang terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2