Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Gelora Anak Muda


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Saat menyusuri lorong penghubung ke arah dapur, Kasih mendengar dua orang yang sedang bertengkar dan ia tahu betul suara milik siapakah dari dua orang yang tengah berdebat itu.


Kasih memilih bersembunyi di tiang penyangga yang cukup lebar. Bukan untuk mencuri dengar, akan tetapi dia sendiri bingung harus kemana?


Melanjutkan langkahnya ke arah dapur otomatis akan melewati kedua pasangan mesum itu, kembali ke halaman belakang rasanya sayang untuk melewatkan drama kedua sejoli absurd itu, apalagi sepertinya pertengkaran mereka dikarenakan dirinya.


"Aku enggak tertarik sama dia Clay, please hentiin kegilaan kamu!" teriak Genta penuh emosi.


"Kamu bukannya enggak tertarik, tapi kamu belum sadar kalo udah tertarik sama cewek miskin itu. Atau sebenarnya kamu sadar kamu udah tertarik tapi kamu berusaha menyembunyikannya?" salak Clara tak mau kalah.


"Ngaco kamu!" dessah Genta menggelengkan kepalanya.


"Ckk, kamu sadar enggak hari ini berapa kali kamu udah ngebelain cewek ssialan itu?" sarkas Clara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Maksud kamu?" tanya Genta tak mengerti atau lebih tepatnya tak menyadarinya.


"Pertama, kamu belain dia dari Rangga pas duduk semeja dengan cewek murahan itu, kamu bilang kalo kamu bantuin dia bawa nampan karena cewek tolol itu jatuh tadi. Aku denger semuanya, Genta!" ujar Clara histeris.


"Oh my gosh Clara, aku cuma bilang apa adanya biar Rangga enggak salah paham!" ucap Genta membela diri.


"Oh ya? Terus tadi saat Kasih tenggelam, buat apa kamu ikut-ikutan nyelamatin dia hah? Kamu tau kan kalo udah ada Rangga? Dan lagi, pas Kasih selamat, ngapain kamu senyum penuh kelegaan gitu. Seneng banget kayaknya kamu dia selamat, hm?" Clara menatap penuh kekesalan ke arah sang kekasih.


"Come on Clay, aku cuma ngerasa lega gak ada orang yang mati di rumahku!" bela Genta lagi, sedang dalam hatinya ia terkikik membayangkan ekspresi Kasih andai mendengar ucapannya.


Benar saja apa yang dipikirkan oleh Genta, karena saat ini Kasih tengah mendumal mendengar perkataan Genta.


"Dasar cowok cabul, ketakutan gue mati di sini! Ehh, emang dia juga nyemplung ya buat nolongin gue?".

__ADS_1


"Alasan!" kesal Clara.


"Terus pas dia enggak tau nyebut kue lamington, buat apa kamu pake benerinnya!" Genta langsung membelalakan matanya, tak menyangka perkara nama kue pun jadi masalah besar.


"Oh God, Clara!" dessah Genta.


Sedang Kasih, sekuat tenaga menahan tawanya. Tak menyangka cewek bringas itu mempermasalahkan nama kue ke dalam pertengkaran mereka.


"It's too much, you know! Kamu tau kan aku enggak suka kamu yang seperti ini. Kalo kamu kita tetep jalan, please jadilah Clara yang selama ini aku suka!" geram Genta.


"Kamu nyadar gak sih, Clara yang kamu suka itu udah terlalu sering memendam rasa sakit! Dan aku enggak mau terus-terusan jadi dia yang ngerasain sakit hati!" Clara mulai berkaca-kaca.


Hati Genta mencelos mwndengar apa yang baru saja kekasihnya katakan. Ia pun langsung menarik gadis yang sudah mulai terisak itu.


"Maaf Sayang!" ucapnya mengecupi puncak kepala sang kekasih.


"Dasar buaya!" cibir Kasih lirih melihat keromantisan ciptaan Genta.


Dirasa cukup tenang, Genta langsung menjauhkan wajah Clara dan membingkainya dengan kedua telapak tangan lebarnya. Ia pun mengusap air mata yang luruh di pipi putih sang kekasih dengan kedua jempol tangannya.


Bahkan demi menenangkan sang kekasih, Genta langsung melumatt bibir merah menyala Clara.


Sontak perbuatan mereka langsung membuat mata Kasih membola dengan mulut ternganga lebar, terlebih saat tangan Genta dengan tak sopannya membuka kancing depan gaun Clara dan memasukan tangannya ke dalam gaun cewek itu untuk bermain di 'pegunungan' nya.


PRAAAANGGG..


Saking terpakunya Kasih menonton adegan vulggar di depannya, tanpa sadar Kasih berjalan mundur hingga tak sengaja menabrak pot keramik di kakinya dan menimbulkan suara nyaring dari pecahan pot keramik tersebut.


"KASIH??" teriak keduanya serempak.


Clara langsung membenahi pakaiannya, sedang Genta langsung mengambil jarak sedikit jauh dari Clara dengan canggung.


Kasih sendiri, jangan ditanya. Dia terlihat teramat sangat canggung dan kikuk, meski begitu otaknya tengah bekerja untuk mencari alasan yang pas mengapa dia bisa berada di sana.

__ADS_1


"Elo ngapain di sini?" tanya Genta.


"Elo sengaja ya ngintipin kita?" cecar Clara yang wajahnya sangat merah, entah karena malu atau memendam kekesalan adegan vulggar nya harus terhenti karena ketahuan oleh Kasih.


"Dihh, percaya diri sekali? Ngapain gue ngintip kalian? Menodai mata suci gue aja! Gue tuh di sini mau lewat, mau ke dapur ambil air anget buat minum!" jawab Kasih lantang tanpa terintimidasi sama sekali.


"Bohong! Elo pasti sengaja kan ngintipin gue sama Genta?" salak Clara tetap tak terima alasan yang diberikan oleh Kasih.


Kasih hanya merotasi bola matanya malas melihat tingkah Clara yang lagi-lagi selalu ingin dibenarkan ucapan dan prasangkanya.


"Heran, apa sih yang ngebuat Genta betah pacaran sama cewek manja itu? Oh iya, dia kan bisa digrepee-grepee. Cocok, cowok cabul pasangannya cewek gampangan. Cihh!" batin Kasih bermonolog.


"Terserah kalo enggak percaya, gue enggak peduli. Lagian kalian berdua ngotak gak sih, kalian lagi ada dimana sekarang, kok bisa-bisanya kalian berbuat tak senonoh?" sahut Kasih memandang jijik keduanya.


"Enggak takut apa ketahuan sama Om, Tante atau keluarga yang lain?" cibir Kasih lagi dan dengan soknya ia memasang wajah angkuh sambil melipat tangannya di depan perutnya.


"Apa urusannya sama elo mau kita ketahuan kek, mau enggak kek. Keluarga cowok gue pasti pengertian kok kalo kita lagi di masa 'gelora anak muda'. Mereka itu bukan keluarga yang berpikiran sempit, hal kayak gini biasa!" pongah Clara.


Lagi-lagi Kasih merotasi matanya malas mendengar dengan pikiran sempit gadis sombong yang berada beberapa meter di depannya.


"Gue setuju sama elo, kalo keluarga cowok Lo itu bukan keluarga yang pikirannya sempit. Tapi elo juga jangan lupa, keluarga Dawson juga pasti menjunjung tinggi moral dan kesopanan, gue yakin itu!" Genta dan Clara langsung terdiam mendengar ucapan balasan dari cewek mungil pemberani ini.


Merasa menang argumentasi, dengan langkah sombongnya Kasih berjalan melewati Genta dan Clara yang sepertinya tengah dilanda malu akibat kalah berdebat dengannya.


Bahkan saat jarak mereka bertiga dekat, Kasih langsung memasang senyuman smirk untuk mengejek keduanya.


"Yang cowok cabul, yang cewek gampangan. Fix, kalian emang pasangan yang serasi!".


Mendengar ejekan Kasih, Clara langsung ingin menyerang gadis mungil itu, akan tetapi langsung ditahan oleh Genta.


"Kurang ngajar Lo ya!" teriak Clara tepat di depan wajah Kasih.


"Kenapa elo, enggak terima?" tantang Kasih tanpa rasa takut sama sekali.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2