Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Terpesona


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Genta tak memperdulikan wajah Kasih yang terlihat kesal akibat ulahnya, ia dengan tanpa permisi Langsung menggenggam tangan Kasih, kemudian menariknya ke suatu tempat.


"Elo mau bawa gue kemana?" tanya Kasih yang terseok-seok mengimbangi langkah panjang Genta.


"Mau ngajak elo ke kamar gue!" jawab Genta asal.


Kasih langsung mencoba sekuat tenaga melepaskan tangannya dari genggaman Genta, setelah mendengar jawaban ambigu dari Genta.


Ke kamar cowok cabul itu? Untuk apa? Jelas Kasih tak akan pernah mau ke dalam kamar cowok brandal itu, ia bisa memastikan jika cowok ngeselin itu akan berniat tak senonoh dengan dirinya.


"Lepas Genta, kalo enggak gue bakal ngelaporin semua ulah elo ke orang tua elo! Jangan macem-macem Lo ya!" ancam Kasih terus mencoba melepaskan dirinya.


Jujur, Kasih sangat ketakutan saat ini, beberapa kali dilecehkan oleh Genta membuatnya trauma.


"Stop Kasih, please! Nurut sama gue--!" ucapan Genta terpaksa terpotong di udara ketika Kasih menyelaknya sambil terus meronta-ronta.


"Enggak mau gue nurut sama elo, elo pasti mau berbuat senonoh sama gue. Ya kan?".


"Astaga Kasih, elo mikir apa sih, hah? Elo bilang elo polos, tapi tiap deketan sama gue selalu aja pikiran elo selalu kotor!" Genta menghembuskan nafasnya berat melihat tingkah gadis mungil di hadapannya.


"Gimana gue enggak mikir kotor, berapa kali coba elo ngelecehin gue?" gertak Kasih.


"Dan gue kasih tau ke elo ya, hantaman Mas Dewa elo waktu itu udah bikin gue taubat gak mau lagi-lagi ngisengin elo!".


"Beneran?".


Kasih memincingkan matanya, tetap tak percaya jika seorang Genta, cowok brandal yang super nekat itu bisa kapok hanya dengan hantaman yang pernah diberikan Dewa padanya.


"Enggak percaya?" tanya Genta yang dijawab gelengan kepala oleh Kasih.


"Terserah. Yang penting ayo ikut gue sekarang!" Genta kembali menarik paksa Kasih untuk mengikutinya.


Meskipun diiringi dengan rontaan, Genta akhirnya berhasil membawa tubuh mungil Kasih ke tepi kolam renang.


"Gue mau ngajak elo ke sini, bosen di sana terus!" ucap Genta dengan cengiran menyebalkannya.

__ADS_1


"Elo mau ngerjain gue di sini?" tanya Kasih curiga.


Genta mengernyitkan dahinya, bingung dengan pertanyaan yang Kasih ucapkan.


"Elo mau ngapa-ngapain gue di sini?" Kasih yang mengerti jika cowok di hadapannya ini sedang bingung atau pura-pura bingung pun menjelaskan lebih spesifik maksud dari kata 'ngerjain gue'.


"Astaga Kasih, kenapa sih otak lu beloknya ke sana terus? Gue cuma mau ngajak elo ngobrol di sini, udah itu aja!" Genta terkekeh setelah tahu maksud dari ucapan Kasih.


"Setiap deket sama lu tuh emang otak gue enggak pernah lurus. Elo lupa beberapa kali elo berbuat enggak senonoh sama gue, gue trauma sama elo!!" hardik kasih mengeluarkan uneg-unegnya.


Entah mengapa setelah mendengar ucapan Kasih, hati Genta mencolos. Tak pernah menyangka perbuatannya membuat gadis berani itu takut pada dirinya.


"Gue cuma mau ngobrol sama elo di sini, lagian juga gue enggak mungkin bisa ngapa-ngapain elo di rumah gue, mau bunuh diri apa gue?" sahut Genta mencoba menyakinkan.


Genta kemudian mengajak Kasih ke tepian kolam, setelah melihat tak ada penolakan yang dilakukan oleh gadis cantik itu.


Mereka berdua kini duduk bersebelahan, Kasih membuka sepatunya untuk mengikuti Genta yang memasukkan kakinya ke dalam kolam.


***


Kasih memandang kagum berbagai menu yang tersaji di atas meja makan yang luas tersebut, berbagai hidangan menggugah selera dengan aroma lezat membuatnya sangat lapar.


"Ini Tante semua yang buat?" tanya Kasih.


"Tante baik banget sih sama Kasih..!" Kasih tak mampu lagi menutupi tangis harunya.


Beberapa kali hatinya dibuat menghangat semenjak kehadirannya di sini, tak menyangka jika keluarga Genta begitu baik dan tak pernah membedakan jenjang sosial antara mereka dengan dirinya.


Awalnya Kasih merasa canggung berada di sana, tetapi kehangatan yang didapat dari keluarga itu mengikis semuanya, ia merasa nyaman saat ini dan tenta juga betah.


Andhira sendiri langsung memeluk tubuh kecil yang tengah terisak.


"Kan Kasih tamu Tante, harus baik dong. Yuk cobain masakan Tante!".


***


Ini adalah malam yang paling menyenangkan yang pernah Genta habiskan di rumahnya. Kedatangan Kasih ke rumah mereka membawa suasana yang sangat menyenangkan.


Terlebih saat Genta mengingat moment dimana dia mengobrol dengan Kasih di tepi kolam renang tadi


Sungguh, tak pernah menyangka ia bisa terlibat obrolan yang cukup lama secara langsung tanpa adanya pertengkaran yang biasa terjadi jika mereka bertemu.

__ADS_1


FLASHBACK ON ..


"Elo beneran udah sampe 'bobo bareng' pacaran sama si Clara?" tanya Kasih penuh selidik.


"Udah biasa kali jaman sekarang begitu mah!" jawab Genta dengan cueknya.


"Zinah itu namanya!" Kasih mencibir dengan memasang wajah jijik.


"Elo cinta sama Clara?".


Genta hanya menggedikkan bahunya.


Kasih menghela nafasnya berat seraya berucap, "gue enggak tau jalan pikiran anak-anak borju macam kalian. Menganggap biasa hal yang tabu dilakukan sebelum nikah, udah gitu enggak pake perasaan lagi--!".


Genta mengernyitkan dahinya bingung dengan perkataan 'enggak pake perasaan' yang dilontarkan cewek jutek di hadapannya.


"Maksud gue, elo sendiri aja belum tau cinta apa enggak sama Clara, tapi kalian melakukan 'hal itu'. Emang bisa ya begituan tanpa perasaan cinta?".


Pertanyaan polos Kasih dengan mimik wajah penasaran langsung membuat Genta tergelak. Tidakkah Kasih mengerti jika melakukan hal tersebut juga bisa hanya mengandalkan nnafsu saja.


"Umur Lo berapa?" tanya Genta jauh dari topik yang sedang diobrolkan.


"Lima belas tahun, sebentar lagi enam belas tahun. Kenapa?".


Meskipun bingung untuk apa Genta menanyakan usia dirinya, Kasih tetap menjawabnya.


"Pantesan, masih kecil toh!" ejek Genta yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari mata indah Kasih.


"Jadi, menurut elo gue kudu gimana?" tanya Genta lagi tanpa memperdulikan tatapan tajam Kasih.


Kasih kembali mengernyit, tak pernah paham dengan pertanyaan yang diajukan oleh lawan bicaranya saat ini, "kudu gimana, gimana maksudnya?".


"Hubungan gue sama Clara? Kudu gimana?" ulang Genta lagi.


"Lah kok nanya sama gue?" Kasih tertawa.


Genta langsung terpesona melihat tawa Kasih yang begitu lepas, ini kali pertama Genta melihat tawa cantik Kasih. Ahh andai saja dia menyadari jika gadis di depannya begitu menyenangkan dan teramat sangat cantik, pasti ia akan menjadikan terlebih dahulu gadis cantik itu sebagai kekasihnya.


"Jujur gue enggak cinta sama Clara--!".


Kasih langsung menyalak ucapan Genta dengan sinis, "Jahat amat, gak cinta tapi ditidurin!".

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2