
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Rangga harus lagi-lagi mengeratkan rahangnya ketika mendapati Kasih bersama dengan Genta dan hanya berdua lagi.
Tak mengertilah kekasihnya itu jika dirinya tak menyukai hal tersebut?
Dengan langkah panjang dan amarah yang dicoba ditahan agar tak meledak, Rangga menghampiri tempat duduk Kasih dan Genta yang masih asyik mengobrol.
"Aku cariin kemana-kemana, ternyata kamu di sini!" ucap Rangga saat sudah berada di hadapan mereka.
Kasih langsung terlihat gugup, terlebih melihat wajah tak suka yang ditunjukkan oleh Rangga saat ini.
"Ehh, emh.. Iya. Aku, aku laper jadi aku ambil makanan dan makan di sini!".
"Harus sama dia?" tanya Rangga sarkasme.
"Cewek Lo tadi jatoh, enggak bisa nyeimbangin nampan makanan dia, jadi gue bantuin!" merasa jengah dengan sikap Rangga, Genta pun memilih menjawab pertanyaan sepupunya untuk kemudian langsung melangkahkan kakinya pergi.
Genta langsung menghela nafasnya dalam saat mendapati Clara sedang melihat ke arahnya dengan wajah kesal, "I don't wanna fight, I just sit there, nothing else!" ucap Genta penuh peringatan.
Mengetahui tabiat pacarnya, Clara pun memilih tidak membahas apa yang menjadi beban di dadanya, meskipun ingin sekali rasanya ia langsung menyembur Genta karena lagi-lagi kedapatan dekat dengan Kasih.
Sedang di meja Kasih, gadis itu terlihat panik saat Rangga mendudukan dirinya dengan pandangan yang begitu mengintimidasinya. Berkali-kali Kasih terlihat susah menelan salivanya.
"Kamu laper banget?" tanya Rangga yang melihat meja Kasih penuh dengan makanan.
"Iya, terkahir aku makan tadi siang bareng Gen--" sadar akan kelepasan bicara, Kasih langsung menutup mulutnya saat akan mengucapkan nama cowok yang selalu menjadi sumber pertengkaran antara dirinya dan Rangga.
"Bareng Genta?" Rangga melanjutkan kalimat sang kekasih dengan tersenyum miris.
__ADS_1
Kasih hanya tertunduk, perasaan seperti dihakimi benar-benar membuatnya tak nyaman dan tentu saja sedih.
"Tunggu aku di sini, aku juga lapar. Aku mau ambil makanan dulu!" Rangga beranjak menuju meja prasmanan untuk mengambil makanan.
Kasih melihat Rangga berjalan, namun beberapa kali harus berhenti untuk membalas sapaan kerabatnya, bahkan tak hanya menyapa balik, Rangga juga terlihat harus meladeni obrolan untuk beberapa saat.
Melihat sang pacar akan menghabiskan waktu cukup lama untuk sekedar mengambil makanan, Kasih memilih melanjutkan pelan-pelan acara makannya sambil menunggu Rangga.
Saat menikmati acara makannya seorang diri, Kasih harus lagi-lagi merasa ketidak nyamanan saat Clara dengan percaya dirinya duduk di hadapannya, di bangku yang tadi diduduki oleh Rangga.
Ia pun menyadari jika akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi, terlebih melihat wajah penuh amarah Clara.
"Gue bingung, cewek biasa aja kayak elo kok bisa ngebuat dua cowok dari keluarga Dawson naro perhatian ke elo sebegitunya?" tanya Clara penuh cibiran.
"Apa yang menarik dari elo sih, sampe-sampe Genta dan Rangga kayaknya tertarik banget sama elo?".
"Coba perhatiin diri lo deh, elo emang cantik tapi banyak juga yang lebih cantik dari elo, lihat body Lo, kurus pendek enggak ada menarik-nariknya, jelas bukan tipe cewek yang bisa memuaskan--!".
Kasih sempat terhenyak saat Clara mengucapkan kata memuaskan, apakah Clara berfikir jika dirinya sama dengan gadis sombong di depannya ini?
"Kecuali apa, hah?" sentak Kasih penuh emosi.
Hilang sudah selera makan Kasih, ia memilih untuk pergi dari meja itu, lebih tepatnya menjauh dari hadapan cewek sadis di hadapannya.
Kasih sempat menatap makanannya dengan berat hati, membuat Clara justru semakin mengejek dirinya.
"Kenapa? Sayang mau ninggalin makanan seenak ini? Makan aja, habisin aja dulu karena enggak tau lagi kan kapan Lo bisa makan makanan seenak ini?".
"Gue cuma ngerasa jahat aja, udah nyia-nyia in makanan seenak ini karena di luar sana masih ada yang lebih enggak beruntung dari gue!" ujar Kasih.
Clara hanya tersenyum smirk mendengar ucapan melankolis Kasih.
Kasih yang enggan untuk berinteraksi dengan cewek menyebalkan itu, langsung berbalik untuk meninggalkannya.
__ADS_1
Namun tanpa diduga sama sekali, Clara langsung menarik lengan Kasih yang membuat Kasih kembali memutar tubuhnya ke arah Clara.
"Gue belum selesai ngomong sama elo, ******!" gertak Clara.
"Gue enggak ada urusan sama elo!" geram Kasih menghempaskan kasar tangan Clara.
"Jelas elo masih ada urusan sama gue!".
Sekali lagi Kasih yang tak mau membuat malu Rangga dengan meladeni kecemburuan cewek bar-bar itu memilih kembali membalikkan badannya untuk pergi.
"Apa tujuan elo ngedeketin Genta dan Rangga bersamaan hah? Apa ini akal-akalan elo buat masuk ke keluarga Dawson buat ngeretin harta mereka? Awalnya elo ngedeketin Rangga buat ngedapetin Genta, bukan?" tuduh Clara membuat Kasih menghentikan langkahnya.
"Apa elo udah dinikmatin sama keduanya?" lanjut Clara lagi.
Mendengar tuduhan Clara yang begitu merendahkannya, Kasih langsung berbalik menghadap ke arah Clara yang tengah menampilkan kesombongannya.
Tanpa ragu, Kasih langsung menampar sekeras mungkin pipi Clara. Ia tak terima dituduh seperti itu, sangat menghancurkan harga dirinya.
"Denger Clara, jangan pernah samain gue kayak elo. Gue bukan cewek yang gampang diajak tidur kayak elo. Kalo elo beranggapan selama ini gue yang deketin cowok elo, elo salah besar karena pada kenyataannya cowok Lo lah yang terus-terusan ngedekitin gue!" salak Kasih penuh amarah usai menampar keras pipi mulus Clara.
"Jadi menurut elo, Genta yang tergila-gila sama cewek miskin kayak elo?" hardik Clara.
"Enggak tau, mungkin. Elo tanya aja sendiri ke cowok elo!" ejek Kasih yang sudah mulai bisa membalik keadaan.
"Elo pikir orang-orang percaya, hah? Jangan terlalu percaya diri, siapapun bisa menilai cewek macam apa elo itu yang selalu bisa bagi waktu jalan sama Genta dan Rangga bergantian!" sindir Clara tak mau kalah.
"Jadi nikmat mana antara Rangga dan cowok gue, huh?".
Mendengar tuduhan menjijikan untuk kesekian kali, Kasih mencoba membalikkan ucapan gadis sombong itu, "jangan pernah samain gue kayak elo yang menganggap hubungan sekss di luar nikah itu hal wajar. Dan gue bukan elo yang bisa menikmati hubungan terlarang dengan cowok-cowok yang berbeda!".
Sontak ucapan Kasih yang merendahkannya membuat Clara langsung naik pitam, dan tanpa berpikir dua kali mereka yang memang saat ini berdiri di tepian kolam renang langsing mendorong tubuh mungil Kasih sampai terjatuh ke dalam kolam renang.
Namun sayang, pergerakan yang bisa dibaca oleh Kasih membuat Kasih langsung ikut menarik Clara hingga keduanya jatuh ke dalam kolam bersamaan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=