Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Klepon Bule


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Semua langsung hening usai Kasih mengucapkan maaf serta membela dirinya, termasuk Clara.


Sebenarnya Clara masih ingin beradu argumen, akan tetapi saat melihat Genta memelototinya, ia pun mengurungkan niatnya.


Jelas perbuatan yang ditunjukkan Genta membuat Clara semakin membenci Kasih, terlebih sepertinya Kasih telah mampu mengambil perhatian keluarga Genta.


"Kalian nginep di sini aja ya?" tawar Andhira pada Kasih dan Clara yang ditanggapi berbeda oleh keduanya.


Clara terlihat begitu sumringah mendengar tawaran Andhira, sedang Kasih terlihat langsung gelisah.


Menginap? Tentu saja ia tak akan mendapatkan izin dari Bude dan Mas nya, kecuali untuk acara sekolah yang mengharuskan dirinya menginap seperti persami (perkemahan Sabtu-Minggu) dan semacamnya.


"Ya udah Tante, Clay mau nginap di sini" sahut Clara bersemangat.


Andhira tersenyum mendengar jawaban Clara yang begitu bersemangat, ia pun kemudian beralih pada Kasih yang terlihat gelisah, "kalo Kasih mau ya nginep di sini?" tanyanya menghampiri Kasih untuk kemudian mengusap lembut punggung gadis cantik itu.


"Kasih, Kasih enggak bisa Tante Dhira. Maaf!" jawab Kasih tak enak hati.


"Kenapa? Di sini banyak kamar kok, nanti Kasih bisa pilih mau kamar yang mana, biar disiapkan maid!" bujuk Andhira.


"Mas Dewa sama Bude Ranti enggak mungkin ngasih izin Kasih buat nginep-nginep, Tante!" cicit Kasih masih tertunduk tak enak hati.


"Tante mintain izin ke Bude kamu, boleh ya?" usul Andhira membuat Kasih memberanikan diri menatap wajah cantik perempuan di hadapannya.


"Kalo Rangga yang minta izinnya, pasti enggak bakal dikasih. Bisa kemana-mana pikiran mereka, iya kan?" goda Andhira yang membuat seisi ruangan tertawa semua. Kasih sendiri langsung tersipu malu dibuatnya.


"Kapan-kapan aja Tante, Kasih permisi mau pulang aja!" pamit Kasih yang terlihat canggung.


Menginap, jelas hal baru untuk Kasih. Apalagi di rumah Genta, yang belum lama ia kenal. Ia belum seberani itu.


Melihat keputusan gadis cantik itu sepertinya tak bisa diganggu gugat, Andhira pun tak lagi memaksanya. Tapi sebelum pulang Andhira meminta Kasih untuk makan malam bersama.

__ADS_1


"Kasih enggak lapar Tante, Kasih permisi mau pulang aja!" akan tetapi lain di mulut, lain diperut.


Dengan tidak tahu malunya perut Kasih justru berbunyi begitu nyaring membuat semua langsung tergelak, kecuali Clara tentunya.


"Tuh kan lapar. Makan dulu yuk, nanti biar Rangga antar kamu pulang setelah makan!" ledek Andhira.


Dengan tersipu, Kasih pun mengangguk mengiyakan ajakan Andhira.


Kasih memang masih lapar, acara makan malam ala-ala eropanya harus terhenti gara-gara ulah cewek menyebalkan yang sedang dilanda kecemburuan.


***


Jam menunjukkan pukul delapan malam lewat, Keluarga inti Dawson memilih untuk makan malam di ruang makan.


Andhira memilih duduk di samping Kasih, entah mengapa sejak pertemuan pertama kali dirinya dengan gadis mungil itu di kedai Ranti, Andhira langsung jatuh cinta pada gadis cantik itu.


Paras yang cantik, sikap sopan juga sifat ramah dan kesederhanaannya benar-benar mengingatkan dirinya sewaktu remaja dulu.


"Kasih bisa masak?" tanya Andhira di sela mengunyah makanannya.


"Sering-sering main ke sini ya, nanti Tante ajarin masak. Clara juga sering main ke sini, nanti kita belajar masak bareng-bareng!" tak mau membuat cemburu, Andhira pun melibatkan Clara dalam obrolannya.


"Enggak perlu belajar masak Tante, kan kita bisa memperkerjakan koki. Ngapain susah-susah belajar masak?" lagi sifat sombong Clara justru diperlihatkan.


"Iya Clara kamu benar, tapi gak apa-apa kita perempuan harus bisa masak juga lho! Banyak yang bilang kalo kita bisa memanjakan lidah suami dengan masakan yang enak, perasaan cinta suami bakal ada untuk istri berkali-kali lipat. Iya kan Daddy?" Andhira mengerling ke arah suaminya yang langsung disambut anggukan dan senyuman hangat.


Semua bisa melihat cinta di mata Adam untuk sang istri, membuat semuanya mengulum senyuman.


"Aku setuju sama pendapat Tante, Ayah juga pernah bilang kalo masakan Bunda Kasih tuh bikin Ayah selalu jatuh cinta berulang kali sama Bunda!" sahut Kasih mengingat kebersamaan kedua orang tuanya yang sudah tiada.


"Sama dong, Om juga tiap hari jatuh cinta lagi, jatuh cinta lagi sama Tante!" Andhira langsung tersipu mendengar ungkapan cinta suaminya.


Tak mau larut dengan suasana romantis yang diciptakan suaminya, Andhira kembali mencari topik lainnya.


"Tadi Kasih dan Clara sudah sempat nyicip makanan yang tersaji di meja prasmanan belum? Kalo udah suka makanan yang mana, nanti Tante ajarin bikinnya?".


"Aku tadi cuma sempet nyicip sampanye dan strawberry cheese cake, Tante. Lumayan lah strawbery cheese cake nya" jawab Clara kemudian kembali menyuapkan daging steaknya dengan elegan.

__ADS_1


"Iya, emang enak strawberry cheese cake nya, Tante sempet nyicip tadi!" sahut Andhira.


"Kalo kamu, Sayang?" Andhira gantian bertanya pada Kasih.


"Tadi Kasih sempet nyicip banyak, Tante. Kasih nyicip fish and chips, salad, sama kue apa ya tadi--?" Kasih terlihat mencoba mengingat nama kue yang tadi ia makan.


"Itu lho, apa ya aku lupa. Macem kayak klepon bule kali ya!" lanjut Kasih membuat semua orang mengernyitkan dahi mereka bingung dengan kue yang dimaksud oleh gadis cantik itu.


Selagi semua saling melemparkan pandangan untuk mencari maksud dari kue 'klepon bule' versi Kasih, Genta justru tergelak sambil memijit pangkal hidungnya, "yang dimaksud Kasih tuh kue lamington, Mom!" sahut Genta disela tawanya.


Bisa-bisanya hanya karena ada taburan kelapa di kue tersebut, Kasih menyamakan kue lamington dengan kue klepon yang jelas-jelas sangat berbeda.


Dan lagi kepolosan Kasih membuat semua terbahak-bahak, kecuali Clara tentunya.


"Iya, kue lamington maksud aku!" ucap Kasih tersipu malu.


Berbeda dengan keluarga Genta yang seakan terhibur dengan kepolosan Kasih, Clara justru terang-terangan mencibir tingkah Kasih.


"Dasar kampungan!".


Tak mau memperpanjang perdebatan, Kasih memilih pura-pura tak mendengar cibiran gadis sombong di hadapannya.


Usai makan malam, acara di halaman belakang semakin meriah saja. Kasih pun memutuskan untuk mengikuti sisa acara yang berlangsung, apalagi Rangga mengatakan jika dia sudah mendapatkan izin Dewa untuk pulang terlambat, makin lega saja Kasih mengikuti acara keluarga Dawson.


"Aku pengen minum air putih anget deh Kak!" pinta Kasih pada Rangga.


"Mau aku ambilin?" tawar Rangga yang langsung ditolak Kasih.


"Aku aja yang ambil. Dimana?".


"Di dapur ada dispenser, kamu ambil aja di sana. Tau kan dapurnya?".


"Tau. Kalo gitu aku ambil dulu ya Kak!" pamit Kasih.


Dengan langkah ceria, Kasih menyusuri jalan menuju dapur keluarga Genta. Beruntung dapur besar itu berada di dekat halaman belakang yang terhubung dengan jembatan berlorong yang di bawahnya terdapat kolam ikan, hingga Kasih tak perlu untuk berkeliling rumah seluas taman hiburan Ibu kota untuk mencari dapurnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2