Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Kemarahan Kasih


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih enggan menscroll ke bawah untuk melihat komentar-komentar netizen sekolahnya, ia sedikit merasa kecewa ketika permohonan maaf yang Clara ucapkan tak langsung ditujukan padanya.


Terserahlah ya, baginya yang terpenting adalah tak seorang pun mengusiknya di sekolah nanti. Ia hanya ingin menikmati masa sekolahnya dengan nyaman dan tenang sampai ia lulus nanti.


Kasih kemudian beralih ke kontak Rangga, teringat jika seharian ini sang kekasih sama sekali tak menghubunginya.


Masih belum terlalu malam, rasanya tak apa kan jika dirinya menghubungi sang kekasih terlebih dahulu?


Sayang, setelah beberapa kali mencoba menghubunginya, Rangga tak sama sekali mengangkat panggilan teleponnya.


Kasih : "Kak Rangga kenapa gak ada kabar seharian ini? Aku kangen, Kakak kemana?"


Kasih memutuskan mengirimi sang kekasih pesan, hatinya begitu takut jika ada sesuatu yang membuat Rangga marah padanya.


***


Pagi hari sesampainya Kasih di sekolah hal yang pertama yang ia lakukan adalah mencari Rangga.


Semalam Kasih menunggu balasan pesan dari Rangga hingga tanpa sadar tertidur, dan paginya saat dia terbangun, pesan yang ia kirimkan sudah bercentang biru tanpa ada balasan sama sekali.


Hal tersebut membuatnya yakin jika Rangga tengah merajuk dan ia tahu alasannya pasti karena dia pulang dengan Genta kemarin.


Sayangnya, saat tiba di kelas Rangga, ia hanya bertemu dengan Genta.


Tak mau terlibat urusan apapun dengan Genta lebih lama lagi, Kasih langsung menuju ke ruang OSIS yang ia yakini pasti sang kekasih berada di sana.


Benar saja, ia melihat Rangga tengah sibuk melakukan sesuatu yang ia sendiri tak mengerti. Ada beberapa anggota OSIS yang juga tengah mengelilingi Rangga saat itu, membuat Kasih sedikit ragu untuk menemui kekasihnya.


"Rangga, kayaknya ada yang mau ketemu tuh sama elo!" ucap seorang siswi menunjuk ke depan pintu dimana Kasih sedang berdiri sambil memelintirr rompi sekolahnya.


"Ya udah kita lanjut nanti lagi pas jam istirahat, lagian juga bentar lagi masuk" sahut Rangga.


Mereka pun langsung membubarkan diri, berjalan melewati Kasih sambil tersenyum ramah.


Dengan ragu-ragu, Kasih masuk ke dalam ruangan dimana Rangga seakan enggan untuk menatapnya, "Kak Rangga!" sapanya.

__ADS_1


Rangga hanya melihat sekilas ke arah gadis cantik yang tengah gugup itu.


"Kakak marah sama aku?" tanya Kasih memberanikan diri.


"Marah? Marah kenapa? Aku cuma agak sibuk!"


Kasih bisa menangkap suara kaku dari Rangga, dan itu artinya Rangga tengah merajuk.


"Gara-gara kemarin aku pulang bareng si Genta!" Kasih langsung bersikap manja untuk meluluhkan kekesalan sang kekasih.


"Kamu bebas kok pulang sama siapa aja, kenapa aku harus marah?"


"Tuh kan bener marah. Maaf ya Kak, kemarin itu Genta maksa aku. Dia ngancem mau bikin gaduh di grup chatting kalo aku enggak mau dianter, aku kan juga udah bilang sama Kakak" sekali lagi Kasih mencoba menjelaskan kenapa dirinya lagi-lagi mau menuruti Genta.


Sayang, sebelum Rangga menyahuti alibi Kasih bel tanda masuk kelas berbunyi, "udah masuk. Ayo aku antar, nanti kita omongin lagi pas pulang, kita pulang bareng!"


Meskipun masih terdengar ketus, namun Kasih bisa sedikit lega karena Rangga sudah tak segarang tadi dan tentunya kembali mau mengantarnya pulang ke rumah.


"Jangan marah lagi, aku enggak mau Kakak marah, aku sedih!" rengek gadis cantik itu menjulurkan tangannya agar digenggam oleh sang kekasih.


Walaupun masih kesal, sikap manja Kasih yang begitu menggemaskan membuat Rangga mau tak mau menuruti permintaan gadis cantik itu.


"Jadi gini ya rasanya pacaran sama cowok populer di sekolah, bangga banget deh!" seloroh Kasih yang langsung memancing gelak tawa Rangga.


"Apalagi kalo pacaran sama Genta, yakin deh kamu bakal lebih bangga lagi" entah apa maksud Rangga mengucapkan kalimat tersebut, yang jelas kalimat tersebut langsung membuat Kasih kesal.


"Kenapa harus Genta sih? Aku tuh enggak suka sama dia, lagian dia kan pacaran sama Clara. Bandingin dong antara aku dan Clara, jauh banget" sungut Kasih.


Rangga tersenyum miris mendengar kalimat pembelaan Kasih, otaknya pun menangkap jika Kasih sebenarnya juga ada rasa pada sepupunya itu, mungkin jika Genta tak lagi jalan dengan Clara, Kasih pun bakal dengan suka rela menjalin hubungan dengan Genta.


"Namanya juga perasaan, mungkin kamu sama Clara berbeda jauh, tapi menurutku kamu jauh lebih cantik dari dia, mungkin juga Genta berpikiran seperti itu!"


Kasih sudah begitu jengah dengan sikap Rangga, ia tak menyangka jika Rangga begitu tak mempercayainya perasaan dirinya.


"Kak Rangga kenapa sih? Kenapa gak percaya banget sama aku? Aku tuh enggak suka sama Genta, aku tuh sayang sama Kakak! Kalo Kakak ngarepinnya aku sama Genta, yaudah aku turutin deh mau Kakak!" Kasih begitu kesal, ia pun menghempaskan tangannya kencang agar terlepas dari genggaman Rangga, untuk kemudian pergi meninggalkan Rangga yang terkejut dengan kemarahan Kasih.


Tak mau berdebat, Rangga memilih memutar balik untuk menuju ke kelasnya. Ia juga memilih untuk memberikan Kasih waktu untuk meredam kekesalannya.


***


Kasih menjalani kegiatan belajar mengajarnya dengan tidak fokus sama sekali, pertengkarannya dengan Rangga benar-benar membuat mood Kasih anjlok.

__ADS_1


Bahkan teman-temannya enggan mengajaknya berbicara karena selalu dijawab dengan ketus dan marah-marah.


"Mau ikut ke kantin?" ajak Axel memberanikan diri.


"Enggak, gue mau ketemu sama Genta. Ada yang mau gue bahas sama dia!" sahut Kasih untuk kemudian langsung beranjak meninggalkan sahabat-sahabatnya.


"Sama Genta lagi keselnya, pantesan!" cibir Evelyn menggeleng-gelengkan kepalanya, begitu juga kedua sahabatnya.


"Kenapa lagi ya kira-kira?" Rania sungguh-sungguh penasaran dibuatnya.


Namun sayang, sahabat-sahabatnya hanya menggedikkan bahu mereka tanda tak juga mengerti.


"Udahlah, bukan hal baru kok mereka ribut. Biarin aja! Mending kita makan, gue laper!" Ucap Evelyn.


***


"GENTAAAA!!!" teriak Kasih memanggil Genta yang sedang asyik menikmati rokoknya di gudang belakang sekolah mereka.


Dengan langkah cepat Kasih langsung mendekati cowok brandal itu.


"Elo ngerokok?" tanya Kasih yang jauh dari pembicaraan yang ia niatkan jika bertemu Genta.


Genta langsung mematikan putung rokok yang masih panjang tersebut, melihat Kasih sepertinya tidak nyaman dengan asap rokoknya, "kenapa emang? Gue kan udah tujuh belas tahun!"


Kasih menaikkan bola matanya malas, "bukan itu bodoh, di sini kan area sekolah. Kok berani-beraninya sih Lo?" salaknya kesal.


"Kan ini di belakang gudang, enggak bakal ketahuan! Elo enggak perlu khawatir gitu!"


"Idih najis, dapat juga yang khawatir sama elo. Males banget!" cibir Kasih.


Genta langsung tertawa mendengar cibiran gadis imut di depannya ini, " ada apa elo nyariin gue? Kangen?"


Dan lagi-lagi Kasih menyalak ucapan Genta yang narsis, "dihhh najis!"


"By the way, kok elo tau gue di sini?"


"Dari Vidi, anggota Genk elu! Emhh.. ada yang mau gue omongin sama elo. Penting!"


Genta langsung mengernyitkan dahinya, bertanya-tanya hal penting apa yang ingin dibicarakan gadis cantik ini hingga mencarinya sampai di belakang gudang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2