
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Gila berani bener tuh anak baru!".
"Wahh bener-bener cari masalah tuh cewek!".
"Cari mati kayaknya tuh cewek!".
"Yakin gue, enggak bakal pernah dibikin tenang tuh cewek selama sekolah di sini!".
"He.eh, kalo gue sih mending pindah sekolah aja, daripada nerus di sini bakal kayak di neraka!".
"Tuh cewek bener-bener enggak tau apa berhadapan dengan siapa!".
Dan banyak lagi cibiran yang terlontar memojokkan Kasih, sesaat setelah Kasih menampar keras pipi Genta.
Sedang Genta, dengan wajah merah padam dan masih memegang pipinya menatap tajam ke arah Kasih. Ini kali pertamanya seorang perempuan berani menampar dirinya.
Kasih sendiri bukannya takut dengan tatapan menyalang yang diperlihatkan Genta, justru balik menantang menatap tajam ke arah Genta.
Dan tanpa diduga oleh siapapun Genta langsung menggengam kasar telapak tangan Kasih, kemudian menyeretnya menjauh dari tempat tersebut.
"Lo apa-apaan sih hah? Lepasin gue, sakit tau enggak!" Rengek Kasih dengan suara yang memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.
Tanpa memperdulikan Kasih, Genta terus saja menyeret tubuh mungil itu untuk mengikuti langkah panjangnya.
Hingga ketika mereka sampai di sudut sekolah yang sepi, Genta menghempaskan tubuh Kasih dengan kasar hingga menabrak dinding lusuh kemudian mengungkung tubuh kecil tersebut.
"Lo bener-bener ngelakuin kesalahan besar dengan berurusan sama gue, ngerti?" Geram Genta mencengkram keras pipi Kasih.
"Oh ya? Lo fikir gue takut hah?" Tanya Kasih menantang.
__ADS_1
"Lo tau enggak sih siapa gue sebenernya hah?" Tanya Genta dengan mata menyalang.
"Kan tadi gue bilang, gue tau siapa elo. Elo itu cuma cowok manja yang suka pamer harta orang tua lo, terus sok-sok jagoan!" Hina Kasih membuat Genta semakin emosi.
Genta lantas langsung menghimpit tubuh Kasih dengan satu tangan yang menahan kedua tangan Kasih di atas kepala Kasih hingga gadis mungil itu semakin kesulitan bergerak untuk melepaskan dirinya dari kungkungan sang Kakak Kelas.
"Lo itu emang sekali-kali harus dikasih pelajaran biar enggak sok jagoan lagi di sini!" Tanpa Kasih duga, Genta berusaha untuk mencium dirinya.
"Genta lo mau apa? Jangan berani-beraninya berbuat keterlaluan. Lepasin gue Genta, lepas...! Mmmpphhhh... ", Kasih pun berusaha keras membrontak agar Genta tak bisa mencium dirinya.
Namun sia-sia tenaga gadis berperawakan mungil itu kalah dengan tenaga cowok bertubuh jangkung dan kekar itu. Kini dengan rakusnya Genta ******* bibir mungil Kasih dengan Kasih yang masih terus membrontak.
Sedang satu tangan lainnya, ia coba untuk menyobek paksa seragam SMP yang Kasih kenakan hingga membuat bebarapa Kancingnya terlepas akibat tarikan kasar yang dilakukan Genta.
Kasih mendelikkan matanya dengan perbuatan tak senonoh yang dilakukan Genta, Kasih yang masih dicium kasar oleh Genta mulai menitikkan air matanya terlebih saat tangan Genta yang satunya mulai meraba bagian sensitif tubuhnya.
"Ummpphh.. Ummmpphhh..!" Kasih terus mencoba membrontak untuk melepaskan dirinya, hingga terdengar teriakan anak laki-laki yang meminta Genta untuk menghentikan aksi tak senonoh yang sedang Genta lakukan.
"GENTAAAA, BERHENTIII...!!!" Mendengar suara yang tak asing ditelinganya, Genta pun melepaskan ciuman kasarnya pada Kasih, dan Kasih yang telah lepas dari perlakuan kasar Genta dan merasakan cengkraman yang dilakukan Genta melonggar tak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung menggerakan lututnya untuk menghantam bagian vital Genta.
Kasih terus melangkahkan kakinya cepat dengan tangan kiri yang ia gunakan untuk meremas bagian seragam yang yang terkoyak akibat ulah Genta, sedang tangan kanannya ia terus gunakan untuk mengusap-usap kasar bibirnya yang baru dinikmati oleh Genta dengan brutal.
Bibir Kasih sendiri terluka dan mengeluarkan darah akibat sempat digigit oleh Genta, namun sepertinya rasa sakit hati yang Kasih rasakan lebih besar dibanding dengan rasa sakit dibibirnya, karena seperti tak merasakan apapun Kasih terus saja mengusap-usap dengan kasar bekas ciuman yang dilakukan Genta.
Bagaimana tidak, ciuman pertama gadis berusia 15 tahun itu harus direnggut kasar oleh orang yang saat ini amat ia bencinya membuatnya begitu marah dan jijik terhadap Genta dan dirinya sendiri.
Kasih tidak sadar jika selama berjalan dengan langkah cepat untuk menjauh dari Genta, cowok yang berteriak untuk menghentikan aksi Genta tadi mengikuti Kasih di belakangnya.
Sampai pada sudut sekolah yang lebih sunyi, Kasih yang sedari tadi menahan rasa terkejutnya akhirnya tak mampu lagi berjalan, ia menjatuhkan tubuhnya di atas lantai kotor dengan tubuh yang gemetar hebat dan isakkan tangis yang memilukan.
"GUE BENCI SAMA LO GENTA, GUE BENCI SAMA LO..!!" Teriak Kasih penuh dendam dan amarah di sela isakkannya.
Cowok yang tak kalah tampan dari Genta yang senantiasa mengikuti Kasih, membiarkan Kasih meluapkan kemarahannya. Ia berdiri beberapa meter dari jarak Kasih terduduk dan menangis.
"Kamu enggak apa-apa? Udah lebih baik?" Tanya Cowok tersebut saat beberapa saat melihat Kasih sudah lebih tenang.
__ADS_1
Kasih yang terkejut mendengar suara berat laki-laki asing langsung menengok ke arah pemilik suara.
Ia yang masih trauma dengan perlakuan menjijikan Genta langsung berdiri dengan tatapan tajam seakan berusaha untuk melindungi dirinya.
"Elo,, elo siapa?" Tanya Kasih dengan suara bergetar.
"Aku Rangga, jangan takut ya. Aku beda dari Genta, aku ke sini cuma mau nolong kamu. Nama kamu Kasih kan?" Rangga begitu berhati-hati berbicara dengan Kasih yang terlihat begitu syok berat.
Rangga melihat tangan Kasih terus menerus meremas seragamnya di bagian dada untuk menutup bagian tubuhnya itu karena seragam yang rusak akibat ulah Genta berinisiatif memberikan jaket navy nya pada Kasih.
"Pake jaket aku mau ya, buat nutupin seragam kamu yang udah sobek!" Rangga menyodorkan jaket miliknya tersebut.
Bukan menerima jaket yang disodorkan untuk dirinya, Kasih justru hanya menatapnya bingung.
"Kamu enggak mau kan kembali ke kelas kamu dengan kondisi seragam kamu yang mengenaskan kayak gitu?" Bujuk Rangga membuat Kasih mulai memandang ke arah Rangga.
Dan dengan sedikit ragu-ragu, Kasih mengulurkan tangan kanannya untuk mengambil jaket yang disodorkan oleh Rangga.
"Cewek pinter..!" Puji Rangga tersenyum simpul ketika jaketnya sudah berpindah tangan.
Kasih langsung membelakangi Rangga untuk mengenakan jaket yang kebesaran itu di tubuh mungilnya.
"Makasih..!" Ucap Kasih selesai mengenakan jaketnya tersebut.
"Aku Rangga..!" Lagi Rangga memperkenalkan dirinya, namun kali ini ia mengulurkan tangannya.
"Kasih..!" Sempat terdiam beberapa saat Kasih akhirnya menyambut uluran tangan Rangga untuk berkenalan.
"Aku antar kamu ke kelas kamu ya!" Tawar Rangga, membuat Kasih ragu-ragu menerima tawaran tersebut.
"Tenang aja, aku beda dari Genta. Yaa meskipun mau enggak mau aku harus mengakui kalo Genta itu sepupu aku, tapi aku sama dia jelas orang yang berbeda, kamu gak perlu takut!" Ucap Rangga lagi melihat keraguan di wajah cantik Kasih meskipun terlihat sembab, namun Kasih tak bergeming.
"Kamu bisa jalan duluan, aku di belakang kalo kamu masih takut. Atau sebaliknya aku yang di depan terus kamu yang di belakang, gimana?" Rayu Rangga lagi.
"Kak Rangga bisa jalan di sebelah aku kok!" Sahur Kasih membuat Rangga tersenyum lebar.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=