Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Cowok Kurang Ajar


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Alhamdulillah kenyang, enak banget sumpah. Ada harga ada rasa emang!" Ucap Kasih memuji menu yang baru saja dinikmatinya.


"Tapi gue beneran deh takjub selera makannya Kasih lho, beneran dia gak sama sekali nyocol saos cabe" keheranan Evelyn mewakili yang lainnya.


"Pengen tau gak kenapa gue gak suka makan pedes, tapi ini rahasia lho!" Sahut Kasih membuat para sahabatnya penasaran.


"Kenapa?" Tanya mereka serempak.


"Gue sebenernya alergi pedes, alergi cabe-cabean lah. Badan gue intoleran sama capcaisin kandungan yang terdapat di cabe!" Jawab Kasih.


"Alergi gimana? Gue baru denger ada orang bisa alergi sama cabe?" Tanya Axel bingung, begitu juga yang lainnya.


"Badan gue pada merah-merah, kadang sampe muntah-muntah terus sesak napas!" Jawab Kasih menjelaskan.


"Sampe segitu parahnya?" Tanya Rania penasaran.


"Iya, dulu awal gue tau kalo tubuh gue intoleran sama capcaisin pas gue sama Ayah Bunda gue makan di luar terus iseng nyocol sambel sedikit badan gue langsung berasa gatel terus merah-merah gak lama gue muntah sampe sesak dan ternyata setelah dilakuin tes lab gue alergi capcaisin dari situ selain karena alergi gue juga trauma, karena sakit banget rasanya waktu itu!" Jawab Kasih menceritakan.


"Umur berapa waktu itu?" Tanya Evelyn.


"Sekitar kelas empat!" Jawab Kasih.


"Beneran deh gue baru tau kalo ada alergi cabe, gue kira mah karena lo emang gak suka sama rasa pedes aja!" Celoteh Axel yang diangguki lainnya.


"Udah ah, gue mau ke toilet dulu. Pengen pipis! Toiletnya sebelah mana?" Tanya Kasih pada Axel.


"Gue juga enggak tau, tanya aja sama waitress yang ada. Gue juga baru pertama kali soalnya ke sini!" Sedikit kesal dengan jawaban yang diberikan Axel, Kasih memilih beranjak mencari toilet.


"Beruntung seorang waitress mau menunjukan arah toilet wanita berada hingga ia tak harus menghabiskan waktu lebih lama menahan buang air kecilnya.

__ADS_1


Namun saat ia sudah selesai dan akan keluar dari bilik toilet, ia dikejutkan dengan kehadiran Genta yang entah bagaimana bisa berada di toilet wanita.


Karena terkejut dan tidak siap sama sekali saat Genta mendorong tubuhnya kembali ke dalam bilik toilet dengan tanpa bisa membrontak tubuh Kasih terdorong masuk ke dalam.


Mata Kasih pun membola ketika Genta dengan sengaja mengunci bilik kamar mandinya.


"Lo apa-apaan sih hah?" Gertak Kasih marah.


"Kenapa? Elo takut?" Tanya Genta tersenyum smirk.


"Gue peringatin elo, jangan macem-macem atau gue bakal teriak!" Ancam Kasih.


"Teriak aja, menurut lo apa yang bakal orang-orang pikir kalo ngedapatin kita berduaan di dalam toilet begini, huh?" Tantang Genta.


"Mau lo apa sih hah? Awas gue mau keluar!" Meski mencoba untuk terlihat berani, namun hati Kasih tetap diliputi ketakutan yang teramat sangat.


Tanpa menjawab pertanyaan Kasih, Genta malah menghirup dalam tulang selangka Kasih membuat Kasih langsung dilanda kepanikan.


"Genta berhenti, elo apa-apaan sih hah? Tolong jangan begini Genta, gue mohon!" Kasih mulai terisak terlebih saat jari-jari tangan Genta bermain di paha Kasih yang malam ini memang menggunakan celana rok dia atas lutut.


"Lo takut, huh?" Tanya Genta tetap mengungkung tubuh kecil Kasih.


"Siapa yang gak takut berduaan di ruangan sesempit ini sama cowok cabul kayak elo!" Jawab Kasih menatap tajam mata Genta.


"Elo itu ya, dalam keadaan ketakutan begini masih aja berani ngatain gue?" Genta tak bisa menghentikan tawanya karena umpatan cewek berisik yang berada dalam kungkungannya saat ini.


"Lepasin gue Genta, temen-temen gue pasti pada nungguin gue sekarang. Gue mau pulang, gue harus sampe rumah gak boleh lewat dari jam sepuluh atau kalo enggak Mas Dewa bakalan gak ngizinin gue main keluar lagi!" Pinta Kasih memelas.


Selama Kasih berbicara, Genta terus menerus menatap lekat wajah cantik Kasih yang tengah memohon di hadapannya.


"Kalo elo mau jahilin gue, jangan sekarang. Entar-entar aja! Gue harus pulang sekarang!" Kasih mencoba sekali lagi bernegosiasi dengan Genta karena melihat lawan bicaranya itu terus saja terdiam dan hanya menatap dirinya.


Namun tanpa Kasih duga sama sekali, Genta langsung menarik pinggang ramping Kasih dan menahan tengkuknya untuk kemudian mencium bibir Kasih dengan sangat lembut.


Tetapi selembut apapun ciuman yang diberikan Genta, hati Kasih tetap tak terima bahkan saat ini darahnya serasa mendidih mendapat perlakuan seenaknya dari Genta.

__ADS_1


"BERHENTI GENTA LO KURANG AJAR TAU ENGGAK HAH?! Teriak Kasih mendorong tubuh Genta kemudian menampar keras pipi Kakak kelasnya itu.


Saat tubuh Genta terdorong dan dalam keadaan meringis kesakitan, Kasih tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuka pintu bilik kamar mandi.


Dan kesialan seakan semakin menaungi Kasih malam ini, ketika pintu berhasil ia buka ia mendapati Clara tengah berdiri di depannya yang saat ini sebelah punggung tangannya tengah mengusap bibirnya sendiri.


"Kalian berdua ngapain di dalam hah?" Gertak Clara.


"Tanya cowok kurang aja lo itu, ehh Clara gue kasih tau elo ya lebih baik elo putus dari cowok cabul kayak dia. Dia tuh gak tulus ke elo, ngapain elo mempertahanin hubungan elo sama dia!" Sahut Kasih menasehati, untuk kemudian kembali berjalan melewati Clara yang masih termenung tak mengerti.


"Ini ada apa sebenernya sih?" Kali ini dengan air mata yang sudah menetes di pipinya Clara kembali bertanya pada Genta, kekasihnya.


"Enggak ada apa-apa, enggak usah mikir macem-macem. Aku cuma ngerjain dia aja!" Jawab Genta tanpa memperdulikan keingintahuan kekasihnya itu.


"Tapi ngapain kalian berduaan di kamar mandi hah? Kamu ngerjain dia gimana sih? Kamu main sama dia?" Serentet pertanyaan kekasihnya itu tak sama sekali Genta gubris, ia justru menarik tangan Clara agar Clara mengikutinya.


"Kita mau kemana?" Tanya Clara yang terseok-seok mengikuti langkah kekasihnya.


"Sesuai janji aku, aku udah booking kamar di hotel. Kita habisin waktu di sana. Aku kangen sama tubuh kamu!" Jawab Genta.


"Tapi aku masih butuh penjelasan kamu, ngapain kalian berduaan di dalam kamar mandi tadi?" Protes Clara yang tetap tak diindahkan oleh kekasihnya.


"Kan udah aku bilang, gak ada apa-apa, gak usah mikir macem-macem. Aku ngisengin dia doang, nakut-nakutin dia aja!" Gertak Genta menatap tajam kekasihnya.


"Bisa gak sih kamu berhenti ganggu cewek itu, aku gak suka kamu terus-terusan gangguin dia. Aku takut lama kelamaan kamu suka sama dia!" Keluh Clara masih dalam keadan menangis.


"Clay please.. Aku gak ada perasaan apa-apa sama dia! Berhenti bersikap jealous kayak gini, aku gak suka!" Geram Genta menghentikan langkahnya.


"Aku juga enggak suka kamu terus-terusan kayak gini, hargain aku Genta!" Teriak Clara tak kalah geram.


"CLARA!!" Gertak Genta membuat Clara terlonjak kaget.


"Lebih baik kita batalin aja rencana kita, aku butuh waktu sendiri!" Lirih Clara sedih.


"Terserah!" Sahut Genta kemudian meninggalkan kekasihnya itu tanpa menengoknya lagi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2